Sebagai ajang Major kedua pada musim 2017, US Open kali ini kembali memberikan sejumlah kejutan. Salah satunya ialah sebanyak empat pemain ramai-ramai berbagi tempat di puncak klasemen pada akhir putaran kedua.

Menariknya, keempat pemain tersebut mewakili dua kekuatan besar dunia golf: Amerika dan Eropa. Tommy Fleetwood dan Paul Casey yang sama-sama berasal dari Inggris mesti berbagi tempat teratas dengan duo Amerika Brian Harman dan Brooks Koepka. Keempat pemain ini mencatatkan total 7-under.

Performa keempat pegolf ini dalam dua putaran awal US Open ke-117 yang kali ini dilangsungkan di Erin Hills Golf Course, Wisconsin, AS ini menghadirkan kutub yang berbeda dengan apa yang dicapai oleh mayoritas para pegolf yang berada di jajaran peringkat 10 besar dunia.

Untuk pertama kalinya sejak 1986, sejak Official World Golf Ranking dimulai, tiga pegolf berperingkat teratas dunia gagal lolos cut. Pegolf nomor satu dunia, yang juga merupakan juara bertahan Dustin Johnson terpaksa pulang lebih awal setelah bermain 4-over 148—batas cut-off ditentukan 1-over. Adapun Rory McIlroy yang berperingkat dua dunia pulang dengan 5-over 149, sedangkan peringkat tiga dunia asal Australia Jason Day hanya sanggup bermain 10-over 154.

Beberapa pegolf top lain yang gagal lolos cut termasuk di antaranya Henrik Stenson (no. 5 dunia), Alex Noren (8), dan Jon Rahm (10).

Catatan menarik lainnya ialah bahwa dengan empat pemain memimpin di posisi pertama, ini merupakan pertama kalinya sejak 1974 ada empat pemain yang memimpin US Open setelah bermain 36 hole.

”Tak setiap hari Anda bisa menikmati putaran golf dengan angka 8 (triple bogey) di kartu skor, tapi saya cukup gembira,” ujar Casey, yang mendapat triple bogey di hole 14. ”Buat saya, lapangan ini rasanya dimainkan lebih berat. Jika panas matahari masih seperti ini dan angina terus berperan, akhir pecan nanti akan jauh lebih berat lagi, yang justru saya sukai, dan yang saya kira pemain lain pun akan memilihnya.”

Adapun rekan senegara Casey, Tommy Fleetwood bermain 7-under 65 untuk berada di puncak klasemen. Dalam ajang US Open kedua baginya ini, ia mencatatkan rata-rata 1,53 putt.

”Besok bakal menjadi pengalaman yang  sangat keren. Masih Sabtu dan 36 hole merupakan waktu yang lama pada US Open. Segalanya masih bisa terjadi,” ujar Fleetwood yang telah dua kali menjuarai ajang European Tour.

Brian Harman yang telah berusia 30 tahun juga punya kisah tersendiri. Setelah belum sekalipun ia lolos cut dalam sebuah ajang Major, prestasinya kali ini jelas sangat bagus: lolos cut  dan menjadi salah satu pemain yang ada di jajaran pimpinan klasemen.

”Pukulan saya tak sejauh rekan-rekan lainnya, jadi buat saya, saya mesti memanfaatkan beberapa slope dan berusaha menambah jarak pukul,” ujar Harman.

Rekan senegaranya, Broeks Koepka, menyebut US Open sebagai ajang yang tak pernah mudah. Pegolf yang baru menjuarai satu ajang PGA Tour ini melanjutkan, ”Beberapa pemain memainkan 4-iron untuk memukul ke green, dan untuk kebanyakan pukulan approach saya mesti memakai wedge dan 9-iron. Saya mesti memukul mendekati lubang,” ujarnya.

Sementara itu, Rickie Fowler yang sehari sebelumnya bermain brilian, pada putaran kedua bermain 1-over 73. Meski demikian, ia masih tetap ada dalam posisi bersaing untuk meraih Major pertama dalam kariernya.

”Saya masih punya wakte tee pada hari Sabtu. Seiring berjalannya waktu, Anda akan belajar untuk tidak pernah menyerah. Anda takkan pernah tahu betapa berartinya satu pukulan itu nantinya.”

Apa Kabar Asia?
Sebanyak enam pegolf asal Asia berhasil melaju ke putaran akhir pekan. Keenam pemain ini mewakili tiga negara: Korea Selatan, Jepang, dan China.

Untuk sementara Kim Si Woo, juara The Players tahun ini berada di posisi T8 bersama dengan jagoan Jepang Hideki Matsuyama.  Keduanya bermain dengan 5-under 139. Pegolf Jepang lainnya, Satoshi Kodaira dan Yusaku Miyazato ada di posisi T24 dengan 2-under 142. Satu pegolf Korea lainnya, Kim Whee bermain 73-70 dan saat ini ada di peringkat T33. Sedangkan pegolf muda asal China, Li Haotong ada di posisi T43.