Jon Rahm resmi menjadi pegolf No.1 Eropa usai menjuarai DP World Tour Championship dan Race to Dubai.

Jon Rahm resmi menyandang status pegolf No.1 European Tour setelah tak hanya menjuarai ajang pamungkas musim ini, DP World Tour Championship, tapi juga memuncaki posisi teratas Race to Dubai, perlombaan semusim penuh dari total 47 turnamen yang dimainkan.

Pegolf Spanyol ini meraih kemenangan satu stroke untuk menjuarai DP World Tour Championship yang kedua dalam tiga tahun terakhir, sekaligus memenangkan gelar Rolex Series keempat.

Rahm memainkan putaran final dengan berbagi posisi teratas bersama pegolf Perancis Mike Lorenzo-Vera. Namun, ia berhasil meninggalkan Lorenzo-Vera enam stroke dalam tujuh hole lantaran membukukan lima birdie, sedang Lorenzo-Vera harus bermain 1-over.

Meski terlihat seolah menjalani putaran final dengan lancar, Rahm justru harus mendapat dua bogey berturut-turut. Meski mendapat dua birdie di enam hole berikutnya, ia juga mendapat dua bogey lagi di sembilan hole terakhir. Drama seakan bakal tercipta ketika Tommy Fleetwood menuntaskan putaran finalnya dengan skor 65 dan mematok skor 18-under 270.

“Sulit dipercaya bahwa beberapa juara besar Eropa dan Spanyol belum mencapai apa yang saya raih dalam tiga tahun.” – Jon Rahm

Berada dalam tekanan tersebut, Rahm harus mendapatkan birdie di hole terakhir untuk menghindari babak play-off dengan Fleetwood. Dan ia menunjukkan kelasnya sebagai pegolf No.5 Dunia ketika melakukan pukulan bunker yang luar biasa untuk mengantarkan bola hingga 4 kaki dari lubang. Birdie di hole 18 itu memberinya skor 4-under 68 dan kemenangan 19-under 269.

“Anda mungkin bermimpi untuk meraih birdie di hole 18 untuk menjuarai sebuah turnamen. Dan saya berharap tak perlu melakukan hal tersebut, tapi justru itulah yang terjadi. Saya meraih birdie justru ketika membutuhkannya dan saya bisa bangga karena berhasil melakukannya,” tutur Rahm.

“Saya sudah memikirkan (menjuarai Race to Dubai) sepanjang pekan ini. Bahkan saya memikirkannya dalam dua jam terakhir dan setelah memasukkan putt itu. Tapi saya masih belum bisa memprosesnya. Seolah masih dalam pikiran saya (bahwa saya belum berhasil mewujudkannya).”

Kemenangan kali ini sekaligus menempatkannya sebagai pegolf Spanyol kedua setelah Seve Ballesteros yang berhak menyandang status pegolf No.1 Eropa.

“Sulit dipercaya bahwa beberapa juara besar Eropa dan Spanyol belum mencapai apa yang saya raih dalam tiga tahun. Mungkin fakta inilah yang belum bisa saya cerna. Sergio telah menjadi juara Spanyol yang luar biasa selama beberapa tahun dan menjuarai satu gelar Major. Ollie (Jose Maria Olazabal) menjuarai dua gelar Major. Miguel Angel Jimenez juga merupakan nama besar. Alvaro Quiros juga menjuaria ajang ini. Ada begitu banyak pemain besar dalam sejarah Spanyol yang punya peluang, namun belum mewujudkannya. Sulit diungkapkan dengan kata-kata. Sulit dipercaya,” jelas Rahm menyinggung keberhasilannya meraih dua gelar DP World Tour Championship ini.

Namun, dalam hal jumlah turnamen yang ia menangkan dari total ajang yang ia ikuti, Rahm justru berhasil melampaui sang legenda Spanyol tersebut. Kini Rahm telah menjuarai enam dari 40 ajang European Tour yang ia ikuti. Dua gelar DP World Tour Championship, dua ajang Dubai Duty Free Irish Open, dan dua gelar Open de Espana telah ia raih. Prestasi ini ia raih dengan mengikuti 15 turnamen lebih sedikit daripada Seve.

Keberhasilan Rahm untuk menjuarai Race to Dubai juga tak lepas dari performa Bernd Wiesberger yang harus puas bermain even par 72 dan finis di posisi T28. Pegolf Austria ini memang harus finis setidaknya di peringkat kedua untuk bisa menjuarai perlombaan sepanjang musim itu.

Adapun bagi Lorenzo-Vera, kemenangan Rahm ini juga memaksanya untuk menunda meraih gelar. Skor 70 yang ia bukukan pada putaran final membuatnya harus puas finis di peringkat ketiga dengan skor total 17-under 271. Meski demikian, ia mencatatkan hasil terbaiknya selama mengikuti Race to Dubai, dengan finis di posisi 19.

Bintang golf Asia asal China, Li Haotong akhirnya menuntaskan turnamen pamungkas ini di posisi 43. Setelah dua putaran bermain over, 77 dan 74, Li akhirnya kembali membukukan skor under dan bermain 2-under 70. Ia mengumpulkan skor total 2-over 290.