Jon Rahm mengimbangi Mike Lorenzo-Vera di puncak klasemen DP World Tour Championship.

Pegolf asal Spanyol yang juga merupakan pegolf No.5 Dunia Jon Rahm menorehkan skor 66 pada putaran ketiga DP World Tour Championship untuk menyamai posisi pimpinan klasemen pada dua putaran pertama, Mike Lorenzo-Vera di posisi teratas. Keduanya sama-sama menorehkan skor total 15-under 201.

Rahm langsung menorehkan dua birdie di dua hole pertamanya untuk memulai putaran ketiganya. Lalu ia menambah birdie lagi di hole 7 sebelum mencatatkan satu-satunya bogey di hole 8. Beralih ke sembilan hole terakhir, Rahm menorehkan 4-under dan mencatatkan skor 66.

“Menyenangkan sekali bisa memulai putaran ini dengan sangat baik. Saya benar-benar bermain cukup solid dengan rasa percaya diri yang sangat besar saat berdiri di atas tee. Saya juga merasa sangat percaya diri di tiap bagian dari permainan saya saat ini. Ada banyak pukulan bagus yang saya bukukan sehingga bisa mendapat banyak kesempatan birdie,” tutur Rahm, yang menjuarai DP World Tour Championship 2017.

“Tiap kali bisa memukul bola mendekati lubang, saya yakin bisa memasukkannya. Dengan kondisi green yang sangat baik, mungkin hanya dengan memukul bola sesuai dengan jalurnya sudah akan memberi peluang yang bagus. Semoga besok saya bisa melanjutkan permainan seperit ini.”

Rahm sempat menikmati berada sendirian di puncak klasemen, sampai kemudian Lorenzo-Vera berhasil mengimbangi skor total yang dibukukan oleh pegolf Spanyol. Lorenzo-Vera sendiri sebenarnya berpeluang untuk kembali berada sendirian di puncak klasemen. Terutama setelah ia berhasil membukukan 4-under dan tanpa bogey hingga hole 17. Sayang, bogey di hole terakhir membuatnya harus puas berbagi posisi teratas dengan Rahm.

Dengan hanya membukukan satu bogey, Lorenzo-Vera menilai permainannya pada putaran ketiga kali ini masih lebih baik ketimbang putaran kedua.

“Beberapa pukulan berhasil saya lakukan dengan lebih baik, dan saya kira kami melakukan sedikit kesalahan di hole 18 dengan memainkan club yang keliru. Harusnya bukan driver karena akhirnya saya sedikit terlalu agresif, tapi itulah golf dan saya sudah berusaha sebaik mungkin. Kami tahu setidaknya dalam kondisi berangin seperti ini, kami tak lagi memainkan driver di hole 18,” tutur Lorenzo-Vera.

Putaran final besok juga dipastikan bakal berlangsung dengan menaik. Terutama setelah Rory McIlroy kini hanya terpaut dua stroke dari kedua pimpinan klasemen tersebut. Setelah pada putaran kedua lajunya terhambat dengan 2-over 74, kali ini pegolf No.2 Dunia itu membukukan skor 7-under 65, yang di antaranya diwarnai oleh sebuah eagle di hole 7.

“Eagle di hole 7 itu memang sangat bagus. Tapi saya melakukan sejumlah pukulan fairway wood yang bagus dan berhasil memanfaatkannya untuk mendapatkan eagle. Saya pikir tak hanya golf, tapi kehidupan selalu diwarnai dengan pelajaran dari apa yang sudah Anda lakukan dan memiliki pola pikir pada saat ini sembari melangkah ke depan,” tutur McIlroy.

Persaingan pada 18 hole terakhir besok tak hanya mengenai DP World Tour Championship, tapi juga Race to Dubai. Rahm, yang sejauh ini telah menjuarai tiga ajang Rolex Series, berpeluang untuk meraih kemenangan keempat dan DP World Tour Championship kedua. Jika berhasil menang, ia bisa menjuarai Race to Dubai. Rahm saat ini berada di posisi ketiga.

Namun, Rahm baru bisa menang dengan catatan Bernd Wiesberger, yang kini memuncaki Race to Dubai, finis di luar dua besar. Dan hal ini sangat mungkin terjadi, mengingat Wiesberger terlempar jauh di peringkat T24 dan berjarak 13 stroke dari Rahm.