Donlaphatchai Niyomchon memanfaatkan putting yang tajam untuk memegang keunggulan satu stroke pada ajang Taifong Open.

Memanfaatkan performa putting yang sedang tajam, Donlaphatchai Niyomchon memastikan posisi teratas ajang Taifong Open. Pegolf asal Thailand ini menorehkan skor 67 untuk memiliki keunggulan satu stroke pada turnamen yang menjadi ajang tutup musim di level Asian Development Tour ini.

Keinginan untuk memperbaiki catatan penampilannya jelas menjadi salah satu motivasi baginya untuk main bagus pekan ini. Selama lima kali bermain pada turnamen ini, ia baru sekali lolos cut. Sebuah eagle, tujuh birdie, dan empat bogey pada putaran pertama ini (26/12) jelas bakal memberinya motivasi yang sangat baik untuk bisa memperbaiki catatannya di Taifong Golf Club kali ini.

“Putting saya hari ini memang bagus. Saya pikir itulah yang memberi perbedaan hari ini. Ini skor terbaik yang pernah saya bukukan di lapangan ini, jadi saya merasa sangat senang,” ujar Donlaphatchai, yang hanya membutuhkan 25 putt dalam 18 hole pertamanya ini.

Pegolf berusia 29 tahun itu kini memegang keunggulan satu stroke dari dua pegolf lainnya. Pemain tuan rumah David Shen, dan debutan turnamen asal Venezuela Wolmer Murillo sama-sama menorehkan skor 68 dan menduduki peringkat kedua.

“Awalnya saya berpikir hendak bermain konservatif mengingat kondisi di lapangan cukup berangin. Tapi saya mengubah strategi di beberapa hole dan memutuskan memainkan driver dari tee….” – David Shen

Shen jelas mendapatkan keunggulan bermain di lapangan yang menjadi rumahnya ini. Ia bahkan menutup putaran pertama dengan eagle dari jarak 89 yard di hole 18 untuk memastikan skor 68.

“Saya berhasil memukul bola mendekati lubang pada hari ini. Permainan iron saya sedang bagus. Saya hanya kurang beruntung di tiga hole pertama, tapi kemudian mulai bisa memasukkan putting untuk birdie di hole 4 dan 5. Senang bisa mengakhiri putaran ini dengan eagle di hole terakhir,” ujar Shen, yang telah bermain enam kali pada turnamen ini dan finis T13 pada edisi tahun 2018 lalu.

“Awalnya saya berpikir hendak bermain konservatif mengingat kondisi di lapangan cukup berangin. Tapi saya mengubah strategi di beberapa hole dan memutuskan memainkan driver dari tee dan ternyata keputusan ini membuahkan hasil.”

Sementara itu, Murillo, yang tak sempat melakukan putaran latihan pekan ini harus bermain dengan kondisi cedera di betis yang ia dapatkan akibat latihan di pusat kebugaran. Meski demikian, enam birdie dan dua bogey untuk putaran pertama jelas bukan skor yang buruk.

“Ini pertama kalinya saya main di sini. Agak sulit berjalan, tapi rasanya kondisi saya sudah agak membaik. Secara keseluruhan, putaran kali ini meyakinkan, meskipun saya masih melakukan beberapa kesalahan. Yang jelas, lapangan ini sangat menarik,” ujar pegolf berusia 38 tahun ini.

Pemain tuan rumah David Shen memulai Taifong Open kali ini dengan meyakinkan, mengakhiri putaran pertama dengan eagle dari jarak 89 yard, dan berbagi peringkat kedua dengan Wolmer Murillo dari Venezuela dengan skor 68. Foto: Chung 500.

Murillo kini berada di peringkat 30 Order of Merit. Untuk mendapatkan kartu Asian Tour musim depan, ia mesti finis dengan meyakinkan pekan ini dan menembus tujuh besar.

Sementara itu, satu-satunya wakil Indonesia pekan ini, Elki Kow, terpaksa memulai turnamen ini dengan catatan 5-over 77. Pada putaran pertama ini, Elki hanya mencatatkan satu birdie dengan empat bogey dan satu double bogey.

Putaran pertama terpaksa tidak dapat sepenuhnya diselesaikan. Pukul 17:45 waktu setempat, turnamen terpaksa dihentikan lantaran kondisi sudah mulai gelap. Tiga pemain terpaksa menuntaskan putaran pertamanya pada pukul 07:30. Putaran kedua rencananya akan dimainkan pukul 06:55, sesuai rencana semula.

Taifong Open menjadi penentu tujuh pemain teratas yang bakal mendapatkan kartu Asian Tour untuk musim 2020. Dengan total hadiah yang ditawarkan sebesar US$160.000, komposisi tujuh pemain masih sangat mungkin berganti. Untuk sementara Naoki Sekito dari Jepang memimpin dengan koleksi US$50.278.