Jelang putaran final ajang Major pertama tahun ini, The Masters, fokus dunia jelas mengarah kepada siapa yang bakal mengenakan Jaket Hijau. Akan tetapi, harapan untuk mencatatkan finis terbaik bagi pemain Asia juga menjadi hal yang menarik untuk disimak, terutama setelah pada putaran ketiga kemarin (7/4) putaran solid Kim Siwoo menempatkannya di peringkat T21 untuk sementara bersama duo Jepang Satoshi Kodaira dan Hideki Matsuyama.

Kim, yang melambungkan namanya berkat kemenangannya pada THE PLAYERS Championship—ajang yang disebut-sebut sebagai Major kelima golf pria—bermain solid dengan menorehkan 4-under 68. Skor ini sekaligus menjadi skor terendah yang ia bukukan dalam tiga putaran yang ia mainkan pekan ini. Sebelumnya, ia bermain 75 dan 73 sehingga mengumpulkan total skor 216.

Catatan tersebut terbilang istimewa lantaran kali ini ia bermain nyaris sempurna. Empat birdie yang ia bukukan di hole 7, 9, 13, dan 15 tidak dinodai oleh satu bogey pun.

Satoshi Kodaira juga bermain lebih baik daripada putaran keduanya setelah kemarin kembali bermain dengan 1-under 71. Meski sempat mengawali permainannya dengan bogey, pegolf yang lebih sering aktif pada sirkuit Japan Golf Tour ini membukukan dua birdie berturut-turut di hole 2 dan 3 sebelum mendapat bogey di hole 8, 11, dan 12. Ia kemudian membukukan tiga birdie berturut-turut di tiga hole terakhirnya untuk membukukan total skor 216.

Pegolf Jepang lainnya, Hideki Matsuyama juga membukukan total skor 216 setelah pada putaran ketiga kemarin ia bermain even par dengan 3 birdie dan 3 bogey.

Adapun pemain debutan lainnya, bintang baru asal China Li Haotong sempat terus-menerus mendapat par hingga delapan hole pertama sebelum mendapat bogey di hole 9. Ia sempat mencatatkan birdie di hole 10 dan 13, sayangnya mendapat bogey di hole 16 sehingga ia harus puas berada di tempat ke-29 dengan perolehan skor 1-over 217.

Pemenang Order of Merit Asian Tour Kiradech Aphibarnrat asal Thailand kemarin kembali menunjukkan perjuangan yang luar biasa untuk menyudahi putaran ketiganya dengan even par 72. Dengan total skor 5-over 221, ia berada di posisi T43 menuju putaran final. Ia hanya terpaut satu stroke dari pemegang 14 Major Tiger Woods.

Sementara itu, satu-satunya pegolf amatir yang tersisa Doug Ghim kemarin mencatatkan skor 74 dan skor total 222.

Putaran final kali ini juga dipastikan berlangsung seru, mengingat pimpinan klasemen sementara saat ini, Patrick Reed hanya terpaut tiga stroke dari Rory McIlroy. Jika Reed mengincar gelar Major pertamanya, McIlroy berhasrat untuk bisa melengkapi karier grand slam setelah sebelumnya telah menjuarai tiga Major yang lain.

Hal menarik lainnya ialah kemungkinan hadirnya pegolf nomor satu dunia seusai The Masters Tournament  kali ini. Setidaknya, ada enam skenario yang bisa mengubah peringkat pertama tersebut sekaligus mengakhiri periode Dustin Johnson di puncak Official World Golf Ranking, dengan tiga nama berpeluang menjadi nomor satu dunia: Justin Thomas, Jordan Spieth, dan Jon Rahm.

Justin Thomas bisa menjadi No.1 dunia jika ia memenangkan Jaket Hijau. Jika Thomas melakukannya, ia tak hanya menambah gelar Majornya menjadi dua—setelah memenangkan US PGA Championship tahun lalu—tapi juga akan memecahkan rekor Jack Burke yang berhasil melakukan comeback. Burke mencatatkan comeback 9 stroke dari Ken Venturi ketika memenangkan The Masters 1956.

Thomas masih bisa menjadi No.1 dunia jika finis di peringkat 2 sendirian dan apabila Dustin Johnson finis setidaknya di posisi T3 dengan satu pemain. Jika Thomas finis sendirian di peringkat 3, ia juga bisa menjadi No.1 dunia jika Johnson finis setidaknya di posisi T8 dengan satu pemain.

Skenario keempat bagi Thomas untuk menjadi No.1 dunia ialah jika ia bisa finis di peringkat 4 sendirian, dan Johnson finis di posisi T20 dengan satu pemain dan Jordan Spieth ataupun Jon Rahm tidak menang.

Jon Rahm sendiri bisa menjadi No.1 dunia jika ia menang dan Johnson finis T8 dengan satu pemain dan Thomas finis di peringkat 3 sendirian.

Namun, Jordan Spieth bisa menjadi No.1 dunia jika ia menang dan Johnson finis tidak lebih baik dari peringkat T10 dengan satu pemain dan Thomas finis tidak lebih baik daripada sendirian di peringkat 3.