Pegolf tuan rumah Prom Meesawat dan pegolf India Shiv Kapur sama-sama membukukan total skor 7-under 135 untuk berbagi puncak klasemen pada ajang spesial Royal Cup yang dilangsungkan di Phoenix Gold Golf and Country Club.

Prom yang pada putaran pertama bermain dengan skor 68, pada putaran kedua kemarin (29/12) membukukan skor 4-under 67. Pegolf berpengalaman ini mendapatkan momentumnya sejak hole pertama. Hal ini terbukti sepanjang putaran kedua kemarin. Meskipun mendapatkan bogey di hole dua, ia mencatatkan tiga birdie dengan sebuah eagle.

”Ini hari bagus lainnya buat saya karena saya tak banyak melakukan kesalahan. Bogey itu saya dapat hanya karena kurang beruntung. Pukulan saya bagus dan saya kira saya berpeluang mendapat birdie di hole tersebut, sayangnya angin malah berembus dan membuat bola meleset dari target,” tutur Prom.

Tapi di hole 6, angin justru membantu Prom. Hole yang benar-benar ideal bagi para pemukul jauh ini dimainkan dengan sangat baik oleh Prom. ”Saya melakukan approach dengan 7-iron dan bola mendarat persis melewati bunker dan bergulir ke green. Putting saya dari jarak 25 kaki masuk di sana dan saya mendapatkan eagle,” imbuhnya.

Phoenix Gold Golf and Country Club memang bukan lapangan yang panjang. Mungkin itulah salah satu alasan mengapa persaingan menjadi cukup ketat. Jika para pemain bisa membaca green dengan baik, skor yang rendah sangat mungkin tercipta. Meski demikian, Prom mengaku hanya akan fokus untuk bermain dan menikmati putaran akhir pekan.

Adapun Shiv Kapur yang tahun 2017 ini telah memenangkan dua gelar Asian Tour, mempertahankan peluang untuk mencatatkan kemenangan ketiganya pada turnamen khusus ini. Ia mengimbangi perolehan skor Prom setelah bermain 3-under 68.

Seperti halnya putaran pertama, Shiv butuh beberapa hole sebelum akhirnya bisa memaksimalkan permainannya. Ia benar-benar bermain tanpa melakukan kesalahan sama sekali sehingga pada putarna kedua bisa bermain tanpa bogey. Setelah dua birdie berturut-turut di hole 6 dan 7, permainannya mulai lebih solid.

”Saya pikir kondisinya sedikit lebih berat hari ini. Angin berembus dan green-nya menjadi keras. Green-nya juga cukup licin. Sepanjang sembilan hole terakhir saya berusaha mempertahankan permainan dan menghindari melakukan kesalahan,” tutur Kapur.

Ia mengakui kalau ia mengawali putaran kedua dengan lambat. ”Saya tak mendapat peluang birdie sama sekali di lima hole pertama. Saya dapat beberapa par, lalu baru mendapat birdie di hole 6 dan birdie yang bagus lagi di hole 7. Barulah saya merasa performa saya mulai bagus,” ujarnya lagi.

Pegolf asal China Taipei Lu Wei-chih membuntuti kedua pegolf tersebut di tempat ketiga. Bermain 2-under 69 pada hari kedua itu, ia berjarak hanya dua stroke dari para pimpinan klasemen tersebut.

Seperti halnya Prom, Lu juga menorehkan eagle pada hari kedua itu. Pukulan tee-nya melayang ke sisi kanan fairway di hole 6 sehingga ia mendapat jalur pukulan yang bagus ke green.

”Pukulan kedua saya juga bagus. Tapi putting saya mesti melewati slope sebelum akhirnya bergulir datar masuk ke lubang. Saya sendiri kaget bisa memasukkan putt tersebut. Tapi yang jelas saya sangat gembira dengan eagle tersebut,” tuturnya.

Lu Wei-chih yang sempat menjalani operasi tumor pada pertengahan 2012 ini telah mengumpulkan empat gelar Asian Tour. Tapi semua kemenangannya itu ia dapatkan di China Taipei. Dengan posisinya saat ini, tentu ia berpeluang untuk meraih kemenangan pertama di luar negeri.

Royal Cup sendiri menjadi ajang terakhir Asian Tour musim ini. Memperebutkan total hadiah US$500.000, pemenang turnamen ini akan mendapat kartu Asian Tour untuk musim 2018.