Arjun Prasad berhasil mengikuti jejak dan pencapaian dua seniornya, Rashid Khan dan Abhijit Chadha. Remaja berusia 17 tahun ini berhasil memenangkan Faldo Series Asia Grand Final awal Maret lalu. Publik golf dunia pun perlu mulai mengenal namanya.

Prasad yang mengawali putaran terakhir itu dengan ketertinggalan 4 stroke menyuguhkan performa yang nyaris sempurna pada putaran final.

”Benar-benar pekan yang luar biasa, pekan yang akan terus saya ingat seumur hidup,” ujar Prasad yang bermain total 10-under 206 dalam turnamen 54 hole yang dihitung pada World Amateur Golf Ranking.

Total skornya tersebut cukup untuk menyingkirkan satu-satunya pesaing ketatnya, Atiruj Winaicharoenchai asal Thailand yang pada hari terakhir harus puas bermain dengan skor even par, 72.

”Saya berterima kasih kepada Nick Faldo berkat semua dukungan dan dorongannya. Saya sangat kagum bisa bertemu beliau dan melihatnya melakukan pukulan saat klinik. Sangat menginspirasi saya,” imbuh Prasad yang menjadi pegolf India ketiga yang menjuarai Faldo Series Asia Grand Final.

Dua birdie dan satu eagle membuatnya bermain 4-under di sembilan hole pertama dan mengungguli Atiruj dengan satu stroke. Dan ketika mencapai hole 16 par 3, Prasad telah unggul dua stroke. Sayang di hole tersebut ia harus kena double bogey dan skornya kini diimbangi oleh Atiruj.

Namun, justru dalam kondisi demikian ia menunjukkan kualitasnya bersaing. Pukulan approach dengan 5-iron miliknya memudahkan ia meraih birdie di hole 17 untuk kembali unggul dari pesaingnya asal Thailand itu. Meski kemudian mengakhiri dengan par di hole 18, keunggulan dua stroke membuatnya mencatatkan sejarah.

Sir Nick Faldo turut menyaksikan kapasitas Prasad tersebut dari pinggir lapangan. Pegolf tersukses asal Inggris ini mengakui, ”Kemenangan Prasad sangatlah cocok sebagai hasil akhir yang menghias ulang tahun ke-10 Faldo Series Asia Grand Final ini.

”Sepanjang pekan ini kita menyaksikan lebih dari 70 pegolf muda dari 20 negara di seluruh dunia dan dari apa yang saya lihat, saya sangat berharap banyak dari mereka bakal menjadi pemain top dalam beberapa tahun ke depan. Standard permainan terus meningkat dan saya sangat bersemangat untuk melihat masa depan seiring upaya kami untuk terus mengembangkan golf secara global melalui Faldo Series.”

Pada kategori Girls’ Under-21, pegolf Amerika Kaitlyn Papp, peraih Rolex Junior All-American sebanyak tiga kali bakal mengikuti Faldo Series Grand Final di Sporting Club Berlin pada bulan September nanti. Dari Boys’ Under-21, pegolf Inggris Jack Yule juga meraih tiket ke Berlin. Adapun pada Boys’ Under-18, Leon D’Souza yang bertanding di bawah bendera Hong Kong juga keluar sebagai juara.

Nasa Hataoka asal Jepang, yang brtanding di kategori Girls’ Under-16 tak hanya finis di peringkat ketiga dari keseluruhan peserta, namun juga menjadi juara untuk kategorinya. Keberhasilannya ini turut memberinya kesempatan bermain pada Ladies European Tour. Sementara Atiruj mendapat slot untuk bermain pada ajang Asian Tour.

Sementara itu, pencapaian terbaik tim Indonesia dibukukan oleh Inez Beatrice Wanamarta. Pegolf putri yang turun di kategori Girls’ Under-16 ini bermain dengan skor 74-74-74 dan finis di posisi 13 dari seluruh peserta. Adapun pegolf amatir putra nomor satu Indonesia, Tirto Tamardi harus puas berada di peringkat T18 dengan catatan 9-over 225. Sedangkan M. Seandy Alfarabi bermain dengan total skor 13-over 229 dan Stevanus Daniel Wirawan bermain dengan skor 14-over 230.