Malaysia menjadi salah satu tim yang mewakili Asia Tenggara dalam ajang ISPS Handa Melbourne World Cup of Golf yang mulai berlangsung kemarin (22/11). Tim yang beranggotakan duet Gavin Green dan Ben Leong ini pun menunjukkan bahwa Malaysia memiliki potensi bersaing menghadapi para wakil negara lain. Hal ini terbukti ketika mereka berhasil membukukan skor 9-under 63 pada hari pertama.

Skor 63 tersebut menempatkan mereka hanya satu stroke di belakang Tim Australia, Tim Inggris, dan Tim Korea, yang sama-sama membukukan skor 10-under 62. Malaysia sendiri menempati tempat keempat bersama Belgia dan Denmark.

Pegolf No.1 Asian Tour 2017 Gavin Green benar-benar memaksimalkan kemampuannya memukul jauh untuk menorehkan eagle di hole 7 par 5, sebelum kemudian mencatatkan birdie di hole 10, 13, dan 18 di The Metropolitan Golf Club.

Sementara rekannya, Leong, yang juga mengoleksi satu gelar Asian Tour, berhasil memberi kontribusi yang tak kalah pentingnya setelah mencatatkan eagle di hole 9 par 5. Eagle tersebut menutup double bogey dan bogey yang ia lakukan pada awal permainan, di mana Green berhasil menutupi skor tersebut.

“Ada Gavin bersama saya benar-benar membuat saya lebih tenang. Ini kombinasi yang bagus. Saya pikir kami bermain dengan baik. Di hole-hole di mana ia mendapat par, saya berhasil mendapat birdie. Lalu di hole-hole saya dapat bogey, ia justru mendapat par,” ujar Leong. “Kami berusaha agar permainan terasa mudah di lapangan.”

 

Pemegang satu gelar Asian Tour Ben Leong mengakui kombinasinya dengan Gavin Green sangat ideal. Foto: Asian Tour.

Green mengamini pendapat Leong tersebut dengan menyebut keduanya sebagai tim yang hebat.

“Pukulannya agak lebih pendek, sedangkan saya agak lebih jauh, jadi sungguh menyenangkan bisa memiliki kombinasi seperti ini di sejumlah hole. Saya memukul dengan 2-iron, driver, atau 3-wood dan saya pikir ini kombinasi yang bagus. Kami ingin bisa menikmati pertandingan dan bermain sebaik mungkin,” jelas Green.

“Par benar-benar skor yang sangat bagus, mengingat kondisi yang berangin.” – Ben Leong

Pengalaman Leong bermain di Perth tampaknya cukup membantu Tim Malaysia untuk mengawali hari pertama dengan positif. Hal ini menjadi poin penting bagi keduanya, lantaran Green sendiri baru kali ini bermain di Australia.

“Awal tahun ini saya sempat bermain di Perth. Kondisinya cukup mirip, meskipun memang tidak benar-benar sama. Jadi, menyenangkan bisa kembali ke Australia,” ujar Leong.

“Par benar-benar skor yang sangat bagus, mengingat kondisi yang berangin.” – Ben Leong

Salah satu sorotan dalam permainan duo Malaysia ini ialah di hole 8. Di sana Gavin berhasil memasukkan putt dari jarak 25 kaki untuk par.

“Par tersebut berhasil melanjutkan momentum. Par benar-benar skor yang sangat bagus, mengingat kondisi yang berangin,” imbuh Leong lagi.

Prestasi terbaik Malaysia pada ajang ISPS Handa Melbourne World Cup of Golf ini dibukukan oleh pasangan M. Ramayah dan almarhum P. Gunasegaran. Keduanya berhasil membawa Malaysia finis di peringkat ke-9 pada World Cup 1994 yang kala itu dimainkan di Puerto Rico. Dua tahun silam, pasangan Danny Chia dan Nicholas Fung membawa Malaysia menduduki peringkat T22.

Adapun Tim Korea yang digawangi oleh Kim Siwoo dan An Byeonghun membawa nama Asia dan menjadi salah satu tim yang mencatatkan skor terendah pada akhir putaran pertama. Kombinasi keduanya membukukan skor 10-under 62 dan membawa Tim Korea bersaing ketat dengan Tim Inggris yang beranggotakan Tyrell Hatton dan Ian Poulter, dan Tim Australia yang diwakili oleh Marc Leishman dan Cameron Smith.

Selain Tim Malaysia dan Tim Korea, Asia sendiri diwakili oleh empat negara lain yang bersaing untuk memenangkan trofi terkenal dan hadiah uang senilai US$7 juta. Negara Asia lainnya ialah India, Thailand, China, dan Jepang.

Leave a comment