Keberuntungan selalu menjadi bagian dari sebuah turnamen golf. Keberuntungan itu pulalah yang membantu Poom Saksansin untuk bermain luar biasa pada putaran kedua Bank BNI Indonesian Masters presented by Bank BTN, PT Lautan Luas Tbk, and Bank Mandiri. Ia memecahkan rekor pribadinya di Royale Jakarta Golf Club dengan bermain 9-under 63. Ia pun memimpin turnamen ini dengan skor total 14-under 130.

Mereka yang mengenal Poom sejak junior akan menyebut bahwa ia memang telah menunjukkan kapasitasnya untuk menjadi juara. Usai menjuarai turnamen ini pada tahun 2016, ia meraih gelar Asian Tour keduanya di India pada tahun 2017. Tahun ini ia juga beberapa kali bermain di Jepang, namun kembali ke Jakarta untuk berpeluang mencatat minimal satu kemenangan tiap tahun sejak 2016.

“Target saya sebenarnya berusaha untuk bermain under. Buat saya lapangan ini tidaklah mudah. Saya cuma beruntung hari ini (kemarin),” tutur Poom. “Putting saya sangat bagus, iron saya juga bagus, tapi permainan iron saya adalah yang terbaik. Saya melewatkan dua peluang birdie di hole 2 dan 9, tapi saya berhasil melakukan brdie di semua peluag yang saya dapatkan.”

Pegolf berusia 25 tahun ini mengaku bahwa putting menjadi kunci permainannya pada putaran kedua kemarin. Statistik mendukung pernyataannya, di mana ia hanya melakukan 25 putt untuk mencatatkan skor 63.

“Pada awal tahun ini target saya hanyalah mempertahankan kartu Asian Tour supaya tahun depan saya masih bisa mengikuti banyak turnamen,” ujarnya lagi.

Saat ini Poom berada di peringkat 29 Habitat for Humanity Standings, yang artinya ia sudah mengamankan statusnya untuk musim 2019. Meski tahun ini belum menikmati kemenangan, Poom telah empat kali finis di peringkat sepuluh besar dengan hasil terbaiknya ialah ketika menjadi runner-up pada Thailand Open.

 

“Ini merupakan kali pertama saya bermain di lapangan ini. Dan bisa bermain 65 hari ini jelas menjadi pencapaian yang sangat bagus.” – Jakraphan Premsirigorn

 

Putaran kedua itu tak hanya menjadi milik Poom. Dua pegolf Thailand lainnya, Jakraphan Premsirigorn dan Suradit Yongcharoenchai masing-masing berada di peringkat 2 dan 3.

Jakraphan kembali menemukan performa terbaik yang sempat membawanya finis T2 di Pakistan dua bulan silam. Ia menorehkan delapan bogey dengan hanya satu bogey untuk berada di peringkat kedua dengan skor total 11-under 133. Uniknya lagi, ini merupakan turnamen pertamanya di Royale Jakarta Golf Club.

“Ini merupakan kali pertama saya bermain di lapangan ini. Dan bisa bermain 65 hari ini jelas menjadi pencapaian yang sangat bagus. Rasanya sangat menyegarkan bisa bermain sebagus ini, terutama setelah sering gagal lolos cut,” ujarnya.

Jakraphan menyebut perubahan swing yang ia lakukan membuatnya lebih baik secara fisik. “Permainan bagus di Pakistan memang meningkatkan percaya diri saya. Mungkin karena itulah saya bisa main bagus pekan ini. Hari ini (kemarin) saya main 24 hole dan saya hanya mengingatkan diri saya untuk tetap relaks dan sering minum,” imbuhnya.

Sementara rekan senegaranya, Suradit, menorehkan skor 6-under 66 pada hari kedua kemarin. Suradit menyebutkan permainan driver dan iron-nya kemarin sangat bagus dan membantunya untuk memukul bola ke hampir semua fairway.

Sejauh ini Suradit telah menikmati performa yang positif di Jakarta. Tahun 2016, ia finis di peringkat kedua di belakang Poom. Tahun ini ia sudah tiga kali finis di peringkat lima besar dan berada di peringkat 34 pada Habitat for Humanity Standings.

 

Henrik Stenson menjaga peluangnya untuk menutup tahun 2018 dengan sebuah kemenangan. Foto: Golfin’STYLE.

 

“Saya berharap bisa finis lebih baik ketimbang tahun 2016. Tahun ini saya sudah menikmati musim yang positif. Meski belum menang, saya mendapat hasil yang bagus di India dan Pakistan tahun ini. Mungkin kali ini saya punya peluang untuk menang,” ujar Suradit.

Pada hari kedua, para pegolf yang mulai bermain pada siang hari memang sempat menikmati kondisi bermain yang ideal. Namun, cuaca mulai berubah ketika mereka memasuki sembilan hole terakhir. Meskipun tidak sampai memaksa turnamen dihentikan, pada akhirnya sejumlah pemain harus kembali ke lapangan pagi tadi lantaran hari sudah gelap.

Bintang Ryder Cup Eropa Henrik Stenson kemarin harus puas hanya bermain 4-under 68. Skor total 9-under 135 miliknya memang hanya menempatkan Stenson di peringkat 4, namun ia masih memiliki peluang untuk meraih gelar pertamanya pada tahun 2018 ini.

“Kondisi cuaca awalnya bagus. Tapi ketika memasuki hole 10, angin mulai berembus dan kondisinya semakin buruk. Rasanya aneh melihat ada badai yang menggantung di sekitar kita dan angin yang berembus demikian kencang, namun semua itu tak benar-benar sampai ke sini, dan menurut saya, dari segi skor hasilnya tidaklah bagus,” ujar Stenson. “(Tapi) kami harus bermain dalam kondisi cuaca yang ada dan ini tidaklah mudah.”

Sementara sang juara bertahan yang juga merupakan pegolf No.2 dunia Justin Rose berada satu stroke di belakang Stenson setelah menorehkan skor yang sama. Rose juga menyebut kondisi yang berangin membuat permainan semakin berat.

Hingga akhir putaran kedua, Indonesia hanya berhasil meloloskan satu wakilnya. Danny Masrin mencatatkan skor even par 144 dan berhasil lolos ke putaran dua putaran final persis pada ambang cut-off. Wakil Indonesia lainnya, Rinadi Adiyandono, sempat menjaga peluang untuk mengulangi pencapaiannya tahun lalu, namun gagal lolos cut hanya dengan selisih satu stroke.

Leave a comment