Poom Saksansin dari Thailand bermain luar biasa pada putaran ketiga BNI Indonesian Masters presented by Zurich hari ini (8/10). Pegolf berwajah baby face ini mencatatkan total skor 13-under 203 dan memimpin turnamen yang dilangsungkan di Royale Jakarta Golf Club ini.

Untuk kedua kalinya dalam kariernya, pegolf berusia 23 tahun ini akan memasuki putaran akhir sebagai pimpinan klasemen. Sebelumnya, ia sempat memimpin di Thailand dalam gelaran Queen’s Cup 2014 silam.

”Saya ingin bermain di bawah par dan tak melakukan kesalahan. Di hole pertama saya sempat kesulitan, tapi masih bisa mengamankan par dari jarak 15 kaki. Saya merasa beruntung setelah itu. Saya hanya berusaha untuk bermain par, tapi jika ada peluang birdie, saya berusaha dan ternyata berhasil,” ujar Poom.

”Ini kali kedua saya berada di grup terakhir pada ajang Asian Tour. Saya akan berusaha agar tidak gugup pada hari terakhir. Saya hanya ingin bisa berpeluang juara pada hari terakhir,” imbuhnya.

Poom memang jauh dari aman lantaran di tempat kedua, pegolf asal Jepang Masahiro Kawamura dan pegolf Australia Kalem Richardson hanya berselisih 2 stroke darinya. Sementara itu, Thongchai Jaidee dan Marcus Fraser juga masih berpeluang memenangkan turnamen ini setelah hari ini keduanya mencatatkan total skor 10-under 206.

Richardson berniat untuk memperbaiki prestasinya tahun lalu ketika ia finis di peringkat ketiga.

”Bakal sangat bermakna kalau saya bisa menang. Besok bakal jadi hari yang besar. Saya cukup fokus pada tiap pukulan dan berusaha tidak terbawa suasana,” ujar Richardson.

Sama seperti Richardson, Kawamura juga menargetkan kemenangan pada hari terakhir besok untuk menambah koleksi gelar Asian Tour yang ia menangkan pada 2013 silam.

”Saya gembira dengan posisi saya saat ini. Jelas saya menargetkan menang besok. Saya tak sabar untuk bisa bermain di grup terakhir lagi. Saya akan berusaha mempertahankan hal yang sama besok. Tak ada yang bakal berubah,” ujar Kawamura.

Siapa pun yang menjuarai turnamen ini besok jelas akan menciptakan sejarah kedua. Sejarah pertama sudah terjadi ketika empat pegolf Indonesia, Rory Hie (2-under 214), Kurnia Herisiandy Santoso (1-over 217), Danny Masrin (3-over 219), dan Nasin Surachman (5-over 221) berhasil bermain hingga putaran keempat.