Terry Pilkadaris menembus persaingan ketat pada ajang ISPS HANDA New Zealand Open setelah membukukan skor 8-under 64 pada putara kedua hari ini. Catatan skor tersebut membantunya mengambil alih pimpinan klasemen sementara, meskipun dengan keunggulan satu stroke.

Pegolf Australia yang telah memenangkan tiga gelar Asian Tour ini bermain di The Hills dengan upaya yang kurang lebih sama dengan ketika ia bermain di Millbrook Resort. Untuk sementara, ia berhasil mengumpulkan total 15-under 128.

Menarik melihat Pilkadaris kembali berada di jajaran atas terutama ketika ia harus berhadapan dengan kondisi yang berbeda ketimbang putaran pertama.

”Kemarin kondisinya cukup dingin dan gerimis pada pagi hari, juga tidak ada angin. Setelah mulai sedikit hagat saya bisa finis dengan lima birdie. Hari ini saya bermain di The Hills dan lapangannya jelas berbeda. Green-nya lebih bergelombang dan saya bermain siang hari, jadi bola bisa melayang dengan jarak pukul yang normal,” papar Pilkadaris yang meraih dua gelar pertamanya secara berturut-turut pada Crowne Plaza Open dan Sanya Open tahun 2004.

Meskipun berbeda, Pilkadaris menunjukkan kalau ia bisa melakukan manajemen permainan yang sangat baik. Baginya, ia benar-benar harus bermain dengan skor rendah jika ingin memenangkan turnamen ini.

”Tapi tergantung cuaca pada akhir pekan. Jika cuacanya sama seperti dalam dua hari terakhir, Anda mesti bermain dengan 5, 6-under untuk tetap ada dalam persaingan. Kalau kondisinya berubah dan mulai berangin, dingin, dan hujan, skornya bakal berubah signifikan,” ujar Pilkadaris.

Sejak kemenangan terakhirnya pada 2005, Pilkadaris mengaku kalau ia membayangkan bisa kembali menang. ”Terutama setelah ia meraih runner-up beberapa kali setelah kemenangan terakhirnya. Untuk bisa menjuarai sebuah turnamen, Anda membutuhkan sedikit keberuntugan dan terkadang Anda mendapatkannya, tapi terkadang juga tidak mendapatkannya. Ada terlalu banyak faktor,” ujarnya.

Para pegolf Australia memang menjadi kekuatan dominan pada ajang kali ini. Tak hanya Pilkadaris yang tampil di jajaran atas klasemen. Daniel Nisbet dan Callan O’Reilly sama-sama berada di peringkat kedua dengan total skor 129.

Tahun lalu O’Reilly finis T15 pada ajang ini dan kali ini ia berpeluang mengubah peruntungannya tersebut. Terutama setelah ia berhasil membukukan rekor lapangan di The Hills dengan bermain 61.

”Saya dan rekan main saya main bagus, juga mendapat beberapa kesempatan dan bisa memanfaatkannya. Sembilan hole pertama saya berlangsung solid dengan 3-under. Jujur saja, saya berpikir dengan 10-under saya bakal menorehkan rekor lapangan, tapi saya tak benar-benar memikirkannya. Kaget saja 3-wood saya bisa begitu jauh. Saya tahu saya mesti melakukan swing yang bagus dan meraih birdie,” tutur O’Reilly.

Satu-satunya wakil Indonesia pada turnamen kali ini, Danny Masrin berhasil main lebih baik. Setelah pada putaran pertama kemarin membukukan skor 74, kali ini ia berhasil main dengan skor 68. Namun, dengan cut off pada 7-under, yang merupakan cut off terendah pada Asian Tour musim ini, Danny harus pulang lebih awal.