Ketidakpastian seputar pandemi COVID-19 memaksa PGA TOUR Series-China Musim 2020 dibatalkan.

Tahun baru 2020 seakan menjadi awal baru yang memberikan semangat positif. Bagi PGA TOUR Series-China, tahun ini menjadi musim kompetisi keenam sejak pertama kali digulirkan tahun 2014. Sebagai kompetisi yang mengusung merek PGA TOUR ketiga setelah Mackenzie Tour PGA TOUR Canada dan PGA TOUR Latinoamerica, PGA TOUR Series-China menjadi kompetisi incaran para pegolf internasional untuk menuju jenjang Korn Ferry Tour dan mewujudkan impian Amerika mereka.

Tahun 2020 ini juga seharusnya menjadi musim pertama ketika para lulusan Tour Internasional, termasuk PGA TOUR Series-China mendapat kesempatan bertanding yang lebih baik pada kancah Korn Ferry Tour. Untuk pertama kalinya, para pegolf yang berhasil finis di jajaran lima besar akan mendapatkan kesempatan bermain lebih baik pada Korn Ferry Tour.

Tak hanya itu, untuk pertama kalinya, pemain yang berhasil meraih tiga kemenangan dalam satu musim kompetisi akan secara otomatis mendapat promosi dan keanggotaan pada Korn Ferry Tour.

Sementara itu, untuk pertama kalinya Indonesia masuk dalam peta kompetisi. Untuk pertama kalinya, International Qualifying Tournament akan dimainkan di Lagoi, Bintan. Tepatnya di Laguna Golf Bintan, lapangan karya Greg Norman.

 

Guan Tianlang termasuk salah satu yang berhasil mendapat status keanggotaan pada PGA TOUR Series-China setelah finis di posisi T10. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

 

Semuanya sempat berjalan dengan lancar. Mainland China Qualifying Tournament mulai bergulir pada 7 Januari. Sejumlah kisah menarik pun tersaji bagi publik. Dari partisipasi Guan Tianlang, pegolf amatir termuda yang pernah lolos cut pada Masters Tournament sampai Liu Siyun yang nyaris menjadi pegolf wanita pertama yang mendapat keanggotaan PGA TOUR Series-China—sampai cedera memaksanya mundur pada hari ketiga.

Pegolf amatir Jiang Zhijie sukses menjuarai kualifikasi ini. Selain Jiang, tujuh pemain amatir lain juga memastikan mendapat keanggotaan penuh pada musim 2020 ini, termasuk Ye Wocheng, yang pada 2013 menjadi pegolf termuda yang lolos kualifikasi mengikuti Volvo China Open, ajang European Tour.

Lalu sebanyak 14 turnamen diumumkan akan menghias jadwal kompetisi tahun ini. Bermula di Sanya, di Hainan lewat gelaran Sanya Championship, dan berakhir di Macau pada ajang Macau Championship.

Sementara itu, kualifikasi internasional yang semula dijadwalkan di Bintan terpaksa dibatalkan. Dalam keterangan yang diberikan kepada GolfinStyle kala itu, antusiasme peserta tidak sesuai harapan, meskipun PGA TOUR Series-China sudah sejak lama berniat untuk menggelar kualifikasi di Indonesia.

 

Liu Siyun nyaris mencatatkan sejarah setelah berpeluang menjadi pegolf wanita pertama yang meraih keanggotaan pada PGA TOUR Series-China. Sampai cedera memaksanya mengundurkan diri. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

 

Antusiasme Berganti Ketidakpastian
Tapi rencana menggelar kualifikasi di Indonesia sempat kembali hadir pada awal Februari. Menyusul pandemi yang makin merebak di dataran China, PGA TOUR Series-China kembali membidik Lagoi untuk menjadi tuan rumah Global Qualifying Touranment. Kali ini rencana itu dijadwalkan 25-28 Februari.

”Kami merasa perubahan ini menjadi langkah terbaik mengingat apa yang terjadi di China saat ini,” ujar Direktur Eksekutif PGA TOUR Series-China Greg Carlson kala itu. Dan sekali lagi Laguna Golf Bintan menyatakan kesiapan mereka menyambut para pegolf internasional.

Tapi situasi kemudian kian memburuk. PGA TOUR Series-China kemudian terpaksa menunda kualifikasi internasional di Bintan, untuk kedua kalinya, termasuk menunda kualifikasi lain di Phuket. Mereka juga menunda Sanya Championship (semestinya pada 23-29 Maret), Haikou Classic (30 Maret-5 April), Chongqing Championship (6-12 April), dan Guangzhou Open (13-19 April).

Lalu, seperti yang kita ketahui bersama, pandemi ini tak kunjung selesai dan memaksa berbagai turnamen besar, amatir maupun profesional, di seluruh dunia untuk melakukan pembatalan dan penundaan. Sampai akhirnya PGA TOUR Series-China terpaksa mengambil keputusan paling berat.

 

Mereka yang berhasil finis di posisi 15 besar pada Mainland China Qualifying Tournament 2020 akan mempertahankan keanggotaan mereka untuk musim 2021. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

 

Pembatalan Musim 2020
Setelah kondisi di China sempat mereda dan pemerintah mulai mencoba mengembalikan aktivitas seperti semula, jumlah kasus COVID-19 kembali melonjak. Dengan berbagai perkembangan yang terjadi sejauh ini, akses menuju China juga menjadi semakin terbatas. Hal ini kemudian memaksa PGA TOUR Series-China mengalami nasib yang sama dengan Mackenzie Tour-PGA TOUR Canada.

Pada 29 Mei lalu, Mackenzie Tour-PGA TOUR Canada mengumumkan pembatalan musim 2020 setelah mempertimbangkan persyaratan berat bagi mereka yang hendak masuk ke Kanada, termasuk kewajiban karantina 14 hari. Kali ini langkah serupa terpaksa diikuti oleh PGA TOUR Series-China.

”Keputusan ini jelas mengecewakan, tapi kami tahu para pemain dan penggemar pasti memahaminya, mengingat evolusi yang terus berlangsung terkait pandemi COVID-19 ini. Kesehatan dan keselamatan semua orang yang terkait dengan PGA TOUR Series-China menjadi hal yang paling utama, dan menggelar turnamen yang banyak dimainkan di China, dengan para pemain berasal dari lima benua berbeda, menjadi sangat sulit dilakukan pada saat ini,” Carlson menjelaskan.

”Seperti halnya Mackenzie Tour, ada banyak ketidakpastian yang terjadi di China terkait dengan perjalanan untuk masuk ke China, dan hal-hal lain terkait hal tersebut. Kami sudah berusaha melihat berbagai opsi dan model penjadwalan yang memungkinkan agar kami bisa memiliki jadwal yang lebih singkat, sayangnya semua opsi itu sulit untuk dilakukan.”

Dengan pembatalan kompetisi, para pemain yang meraih keanggotaan pada musim 2019 dengan finis di jajaran 50 besar Order of Merit akan mempertahankan status mereka pada tahun 2021. Adapun para pemain yang sudah mendapatkan kartu keanggotaan setelah menembus Mainland China Qualifying Tournament juga akan mempertahankan keanggotaan mereka ketika kompetisi bisa bergulir lagi tahun 2021.