Komisioner PGA TOUR Jay Monahan memberi penjelasan mengenai keputusan membatalkan THE PLAYERS Championship hingga Valero Texas Open.

Keputusan PGA TOUR untuk membatalkan THE PLAYERS Championship dan serangkaian turnamen mereka, termasuk seluruh turnamen Tour afiliasi mereka di seluruh dunia telah membuat publik golf dunia kaget dan kecewa. Mewabahnya virus corona hingga mencapai status pandemik global, sebagaimana diumumkan World Health Organization pada 11 Maret 2020 lalu.

Dalam keterangan pers pada Jumat (13/3) pagi atau malam WIB, Komisioner PGA TOUR Jay Monahan menjelaskan bahwa keputusan ini mereka ambil setelah melakukan diskusi intens dengan otoritas kesehatan dan pemerintah setempat.

“Meskipun kami memiliki lingkungan yang aman dan kami sudah melakukan segala sesuatunya dengan benar, kami tidak bisa melanjutkan (turnamen), dan tidaklah bijak untuk tetap melanjutkannya,” jelas Monahan.

Keputusan ini juga turut diambil setelah mempertimbangkan sejumlah keraguan yang muncul dari para pegolf internasional yang turut berlaga di Stadium Course TPC Sawgrass.

Terkait dengan pembatalan THE PLAYERS Championship dengan sebagian besar pemain telah menuntaskan putaran pertama, Monahan menjelaskan, “Ketentuan kami menetapkan bahwa jika Anda menyelesaikan satu putaran sebuah kejuaraan, kami akan membayarkan 50% dari totak hadiah. Kami hampir sepenuhnya menuntaskan satu putaran, dan kami akan membayarkan 50% tersebut kepada para pemain dengan jumlah yang rata.”

Keputusan ini membuat para penggemar golf dunia harus bersabar setahun lagi untuk menyaksikan ajang flagship ini. Monahan menambahkan bahwa mengganti jadwal penyelenggaraan turnamen ini menjadi sesuatu yang mustahil dilakukan.

“Kami harus memastikan bahwa kami melindungi keselamatan dan keamanan seluruh konstituen kami ketika melakukan keputusan tersebut.” — Jay Monahan, Komisioner PGA TOUR

“Seperti yang Anda bisa lihat pada sepanjang sisa musim ini, kami memiliki berbagai turnamen di tiap pasar yang tengah merencanakan turnamen mereka, menggalang dana. Ada kegiatan-kegiatan amal, seperti yang ada pada ajang ini, yang sangat mengandalkan turnamen-turnamen tersebut. Kami sempat merasa ada peluang untuk bermain pada pekan ini. Sayangnya, hal ini tidak sepenuhnya terwujud. Jadi, kami akan terus melanjutkan dengan jadwal yang ada dan semoga kami bisa segera kembali bermain,” jelasnya.

Pembatalan jadwal turnamen hingga Valero Texas Open akan membuat jeda pada kompetisi PGA TOUR dalam lima pekan ini. Dan meskipun memberi batasan hingga awal April 2020 tersebut, Monahan menjelaskan bahwa keputusan untuk melanjutkan kompetisi akan dilakukan dengan sangat hati-hati.

“Kami perlu benar-benar mempertimbangkannya. Kalau Anda memikirkan DNA organisasi ini, memikirkan hajat hidup mereka yang terpengaruh dampak (pembatalan turnamen). Hajat hidup para pemain kami, hajat hidup staf kami, keberlangsungan berbagai kegiatan amal, dan dampak ekoonomi yang kami miliki pada tiap pasar di mana kami bermain, memikirkan semua vendor, semua organisasi jasa yang mendukung turnamen-turnamen ini, (keputusan) kami ini sangat berdampak pada mereka yang hidup,” jelas Monahan.

“Jadi, selagi mengambil jeda dan mempertimbangkan kapan kami bisa bermain lagi, kami perlu melakukan hal-hal yang mesti dilakukan untuk memberi keputusan tersebut. Kami harus terus memahami apa yang terjadi di seluruh market di mana kami akan kembali bermain, terus bekerja dengan mitra-mitra kami di pasar-pasar tersebut, terus memahami apa yang terjadi dengan CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan WHO, dan terutama itulah yang akan memandu keputusan kami. Kami harus memastikan bahwa kami melindungi keselamatan dan keamanan seluruh konstituen kami ketika melakukan keputusan tersebut.”

Malam sebelum putaran pertama dimainkan, Monahan mendapat kabar bahwa NBA membatalkan pertandingan mereka. Bahkan ketika pihaknya sudah merasa yakin dan nyaman untuk melanjutkan turnamen, fakta tersebut kemudian turut menjadi pertimbangan, terutama mengingat THE PLAYERS Championship menjadi ajang flagship mereka yang pasti memikat banyak penonton.

Popularitas ajang ini jelas membuat pembatalan THE PLAYERS menjadi sesuatu yang sulit dilakukan. Itulah sebabnya, PGA TOUR membutuhkan satu hari lagi untuk melakukan pembahasan sampai akhirnya sampai pada pembatalan kompetisi hingga Valero Texas Open.

“Saya memuji keputusan ini dan langkah yang diambil oleh seluruh organisasi olahraga dan badan berwenang, dan kami berharap mereka bisa memberi hasil yang dimaksud, yaitu memastikan keamanan semua orang dan tidak mengekspos mereka pada risiko kesehatan yang signifikan.” — Jack Nicklaus

Juara bertahan THE PLAYERS Rory McIlroy menyambut positif keputusan ini. “Langkah itu menjadi keputusan yang tepat. Meskipun dalam beberapa pekan ke depan wabah ini berakhir dan semuanya kembali pulih, keputusan ini tetap langkah yang tepat,” ujarnya.

Jack Nicklaus, yang juga menjadi tuan rumah ajang Memorial Tournament presented by Nationwide, yang rencananya digelar awal Juni, juga melayangkan pujian terhadap keputusan ini.

“Saya memuji keputusan ini dan langkah yang diambil oleh seluruh organisasi olahraga dan badan berwenang, dan kami berharap mereka bisa memberi hasil yang dimaksud, yaitu memastikan keamanan semua orang dan tidak mengekspos mereka pada risiko kesehatan yang signifikan,” tulis Nicklaus dalam pernyataannya.

Sebelumnya, pegolf China Taipei C.T. Pan memilih mengundurkan diri dari THE PLAYERS lantaran virus ini. Tapi pemain, seperti Jon Rahm, awalnya sempat berharap agar turnamen tetap dilanjutkan. Meski demikian, toh ia mengaku situasi yang terjadi saat ini sangat sulit diprediksi sehingga akhirnya mendukung pembatalan turnamen.

“Ada problem yang lebih besar lagi yang kita hadapi. Para pemain sudah terkena dampaknya, masyarakat luas juga menghadapi masalah sama. Saya sering berkata bahwa saya cukup takut karena ada banyak anggota keluarga saya yang memiliki asma, dan nenek saya yang kini berusia 85 tahun menjadi salah satunya, dan bisa menjadi sasaran (virus),” ujarnya.

Menyinggung kapan kompetisi bisa dilanjutkan, McIlroy menegaskan pentingnya mengikuti panduan dari badan berwenang. “Ketika pihak berwenang menegaskan bahwa situasinya sudah aman,” ujarnya, “yang bisa Anda lakukan ialah mengikuti panduan dari CDC dan mereka yang benar-benar memahami hal ini.”