Jika Anda berkunjung ke Surabaya, lapangan di Ciputra Golf, Club & Hotel menjadi lapangan yang mesti Anda singgahi. Sebagai lapangan terbesar di Jawa Timur, lapangan garapan Andy Dye III ini dibangun di atas lahan seluas 125 hektar dan sengaja didesain untuk menjadi tempat penyelenggaraan ajang regional maupun internasional. Andy Dye III, keponakan dari Pete Dye, yang juga merupakan desainer lapangan kenamaan, menghadirkan lapangan golf dengan tiga atmosfer berbeda yang dijamin menguji kemampuan bermain,  terlepas dari tingkat kemampuan yang Anda miliki: Lembah, Danau, dan Bukit.

Memenuhi kebutuhan para pegolf, pihak manajemen pun melakukan perubahan di lapangan yang kini berusia 17 tahun ini. Pada awal 2011 lalu, pihak Ciputra Golf, Club & Hotel sengaja mendatangkan Tristan Frashnre untuk menggarap renovasi pada Bukit Course sehingga menjadi lebih menantang. Putra dari desainer kenamaan Andy Dye III—yang berperan dalam desain awal seluruh lapangan golf—ini menunjukkan dirinya sebagai salah satu desainer muda yang punya kapasitas tersendiri.

Renovasi menyeluruh yang dilakukan pada Bukit Course pada 2011 lalu tidak hanya membuatnya makin menantang, tapi juga menempatkan lapangan Ciputra Golf, Club & Hotel sebagai pemegang rekor MURI dengan hole 25 par 3 sebagai hole dengan bunker terbanyak, yaitu 11 bunker; dan green di hole 26 sebagai bunker terluas, seluas 1.398m2.

Kami berbincang dengan salah seorang pegolf lokal, Emy Andrianto, salah seorang langganan di lapangan golf ini. Ia mengungkapkan, kunci bermain di lapangan ini ialah penempatan bola. Dan mengingat lapangan ini pada dasarnya bukanlah lapangan yang terlalu panjang, bermain dengan santai dan tidak ngotot juga menjadi strategi untuk menaklukkan lapangan ini.

  • Teks Raka S. Kurnia dan Emy Andrianto
  • Foto Taufik Dwilesmana