Kiradech Aphibarnrat berhasil mempertahankan permainannya dan kembali bermain dengan skor 3-under 69 pada putaran kedua THE CJ CUP @ NINE BRIDGES.

Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, Kiradech Aphibarnrat bermain dengan skor 3-under 69 pada THE CJ CUP @ NINE BRIDGES. Skor total 6-under 138 masih memberinya peluang untuk bersaing pada satu-satunya ajang PGA TOUR yang dimainkan di Korea Selatan ini.

Pegolf berusia 30 tahun tersebut menorehkan lima birdie dengan dua bogey, yang kini menempatkannya di peringkat T12. Untuk sementara, ia berjarak tujuh stroke di belakang pimpinan klasemen yang baru, Justin Thomas.

Sebagai satu-satunya pegolf Thailand yang bermain penuh pada PGA TOUR, Kiradech mengakhiri sembilan hole terakhirnya dengan skor 34, berkat tiga birdie dan dua bogey.

“Bisa mendapatkan birdie (di hole 18) sebelum meninggalkan lapangan adalah hal yang bagus,” ujar Kiradech.

“Membuka dengan birdie dan mengakhiri dengan birdie jelas menjadi hal yang positif. Saya sedikit terhambat di tengah putaran kedua ini, benar-benar kesulitan memasukkan putt, tapi akhirnya bisa menuntaskan hari ini dengan 3-under. Jelang hole-hole terakhir, angin mulai berembus di lapangan. Di beberapa hole kami memainkan 9-iron ke green, tapi hari ini kami harus memainkan 4-iron. Kondisinya benar-benar berbeda. Tapi bisa main under tiap putaran menjadi target saya pada pekan ini.”

“Saya pikir ada banyak pukulan bagus yang menyisakan jarak di bawah 20 kaki ke lubang. Itu jarak-jarak terbaik saya untuk memasukkan.” – Kiradech Aphibarnrat

Usai finis di posisi 83 pada FedExCup musim 2018-2019 yang baru berlalu, bintang asal Thailand ini berharap bisa meraih hasil yang memuaskan, meskipun saat ini cedera di lutut kanannya belum sepenuhnya pulih.

Kondisi lapangan Nine Bridges Golf Club pada pekan ini berbukit-bukit sehingga membuatnya sulit untuk berjalan dengan mudah.

“Saya pikir swing saya baik-baik saja. Saya pikir pekan ini tergantung bagaimana saya bisa mengelola energi dan kondisi tubuh saya. Saya mesti membatasi diri sendiri. Hanya saja, saya rasa saya berhasil mengendalikan diri saya dengan lebih baik. Masih ada peluang untuk mencapai jajaran atas klasemen. Swing saya pekan ini sangat bagus, rasanya nyaman, dan ada banyak hal positif di lapangan,” tutur Kiradech lagi.

“Tiap kali berada di lapangan, lutut saya terasa sakit … saya berusaha untuk sekadar menuntaskan putaran dan menampilkan permainan terbaik. Rasanya target permainan saya ialah mempertahankan bola agar tetap di fairway, memasukkan lebih banyak putt lagi dan melihat bagaimana hasilnya.”

Posisi Jazz Janewattananond terlempar ke peringkat T69 usai kembali bermain dengan skor 74. Foto: Asian Tour.

Pada putaran kedua kali ini, Kiradech harus melakukan 32 kali putt. Untuk bisa mencatatkan skor yang lebih baik lagi, ia jelas perlu menajamkan permainan putter-nya.

“Saya pikir ada banyak pukulan bagus yang menyisakan jarak di bawah 20 kaki ke lubang. Itu jarak-jarak terbaik saya untuk memasukkan putt, antara 10-15 atau 20 kaki. Rasanya green di sini cukup sulit. Ada beberapa jalur putt yang sulit saya imbangi kecepatannya,” sambung Kiradech.

Dalam enam bulan terakhir, mantan pegolf No.1 Asian Tour ini memang mengalami perjuangan berat di lapangan. Cedera lutut kanan yang ia peroleh di Augusta National Golf Club pada Masters Tournament bulan April 2019 lalu benar-benar menyiksanya.

“Tapi sekarang saya sudah kembali dan saya senang dengan swing saya,” tandasnya.

Jika Kiradech kembali bermain dengan skor 69, rekan senegaranya, Jazz Janewattananond harus kembali bermain dengan skor 74. Meskipun hari ini ia tak mendapatkan triple bogey, seperti halnya putaran pertama, Jazz hanya mampu membukukan dua birdie dan mendapatkan enam bogey. Skor 148 kini menempatkannya di posisi T69.

Leave a comment