Peranan sponsor dalam perkembangan olahraga golf di Tanah Air ini sangatlah vital. Dan salah satu sosok penting di balik bergulirnya Indonesian Golf Tour presented by LINC Group (IGT) ialah Jimmy Masrin. Kami menyurati beliau untuk mengetahui bagaimana pandangannya terhadap perkembangan sirkuit ini.

Beliau mengakui puas pada fakta bahwa IGT telah menjadi platform bagi para pegolf di Indonesia, tak hanya profesional, tapi juga amatir. ”Kelihatan bahwa tingkat permainan dan daya saing pemain kita meningkat dari tahun ke tahun,” tulis beliau.

Namun, pentingnya partisipasi dari pihak-pihak lain terhadap keberlangsungan IGT juga menjadi salah satu perhatian beliau. Menurutnya, partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak mutlak dibutuhkan agar sirkuit ini bisa terus bergulir.

”Kami sangat berharap ada perusahaan atau individu lain yang mau ikut menjadi sponsor. Jika hal ini bisa terwujud tentu akan sangat bagus,” sambung beliau. Ini sekaligus menegaskan bahwa meskipun LINC Group merupakan sponsor utama rangkaian IGT, pihaknya tidak pernah berniat menutup peluang bagi individu maupun perusahaan lain yang memang ingin membangun dan mengembangkan golf di Indonesia.

Partisipasi dari media non-golf pun mutlak dibutuhkan, mengingat media non-golf bisa memperkenalkan IGT kepada publik yang lebih luas. ”Dibandingkan dengan Indonesia Open dan Indonesian Masters, coverage dan exposure IGT memang masih jauh. Tapi selangkah demi selangkahlah. Kita harus meningkatkan pretasi IGT dulu,” tambahnya.

Sebagai sirkuit yang tak hanya difokuskan bagi pemain profesional turut menempatkan IGT di posisi yang penting. Bukan karena Jimmy Masrin sendiri merupakan pemain yang mahir, melainkan karena beliau mengimpikan IGT sebagai platform yang bisa digunakan oleh para pemain pria maupun wanita untuk mempertajam permainan masing-masing. Harapannya tentu kualitas mereka bisa meningkat dan pada akhirnya bisa bersaing di kancah regional dan internasional.

  • Teks Raka S. Kurnia
  • Foto Taufik Dwilesmana