Panggung besar. Bintang-bintang dunia. Dan persaingan yang memanas di Kuala Lumpur. Tidak ada hal lain yang lebih menarik ketimbang menyaksikan perkembangan yang kian seru pada CIMB Classic pekan ini. Dinamika di jajaran atas kali ini pun menempatkan nama Gary Woodland dan Marc Leishman. Keduanya mencatatkan skor 14-under 130 dengan hanya unggul satu stroke dari pesaing terdekat mereka. Meskipun memiliki skor total yang sama, putaran kedua tadi (11/10) menjadi milik Gary Woodland. Pegolf Amerika ini memainkan putaran yang istimewa dengan membukukan skor 11-under 61. Skor ini sekaligus menyamai rekor skor terendah di West Course TPC Kuala Lumpur yang dibukukan oleh Justin Thomas pada tahun 2015 lalu. Kala itu Thomas juga mencatatkan skor 61 pada hari kedua, yang sekaligus membantunya memenangkan gelar CIMB Classic pertamanya. Setelah pada putaran pertama mencatatkan skor 3-under 69, Woodland melanjutkan permainannya dengan kembali bermain tanpa bogey. Ia langsung memulai putaran kedua dengan birdie di hole 10, yang merupakan hole pertamanya tadi. Usai mendapatkan tiga par berturut-turut, Woodland menorehkan empat birdie lagi di lima hole berikutnya dan menutup sembilan hole pertamanya dengan skor 31. Woodland tampak menikmati momentum tersebut dan melanjutkannya dengan mencatatkan enam birdie di sembilan hole terakhir. Skor fenomenal 61 ini merupakan skor terendah yang pernah ia bukukan sepanjang kariernya bermain pada PGA TOUR. “Hari ini saya bermain dengan solid lagi, seperti halnya kemarin, tapi kali ini saya memasukkan lebih banyak putt,” tutur Woodland. Pegolf berusia 34 tahun ini menilai lapangan West Course di TPC Kuala Lumpur memang di-setup untuk memberikan skor yang rendah. Secara khusus Woodland menyebut keempat hole par 5 di West Course ini sangat memungkinkan baginya untuk bermain agresif. Namun, ia juga tidak sembarang agresif dan memilih untuk memainkan sejumlah hole dengan lebih konservatif.  
Marc Leishman berbagi peringkat pertama dengan Gary Woodland setelah bermain 10-under 62. Foto: Azmi Othman/PGA TOUR.
 
“Lapangan ini fenomenal, mereka telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Sangat menyenangkan memukul bola di lapangan ini,” sambung peraih tiga gelar PGA TOUR ini. “Jelas lapangan ini di-setup sehingga Anda bisa tetap bermain agresif. Saya perlu melanjutkan permainan saya, memukul bola ke fairway dan memastikan beberapa putt masuk dan berharap semoga pekan ini menjadi pekan yang bagus (buat saya).” Ini merupakan ketiga kalinya bagi Woodland bisa menjadi pimpinan klasemen dalam 36 hole pertama yang ia mainkan. Namun, belum sekalipun ia mengakhirinya dengan kemenangan. Sebelumnya, ia mendapat kesempatan itu pada Farmers Insurance Open 2016 (finis T18) dan OHL Classic at Mayakoba 2016 (finis runner-up). Terakhir ia justru melakukannya pada US PGA Championship dan finis T6. Apakah kali ini ia bisa menuntaskan dengan kemenangan atau tidak, jelas kita mesti melihat hasilnya pada hari Minggu (14/10) mendatang. Meski membuka peluang, Woodland banyak pesaing. Persaingan hadir dari Australia dalam diri Marc Leishman, yang membukukan skor yang sama dengannya, meskipun permainannya tak sefenomenal Woodland. Leishman menampilkan performa putter yang luar biasa pada hari kedua ini, yang sekaligus membuatnya memimpin untuk kategori putting. Ia mencatatkan rata-rata 25 putt per putaran dalam dua hari ini. Jika Woodland mencatatkan penampilan ketiga pada CIMB Classic, Leishman tampil untuk keenam kalinya. Ia pun mengintai gelar PGA TOUR keempat dalam kariernya. Sama seperti Woodland, Leishman juga memainkan putaran kedua dengan tanpa membukukan bogey. Setelah membukukan empat birdie di sembilan hole pertamanya, yang diawali di hole 10, ia menorehkan empat birdie berturut-turut dar hole 2-6, sebelum kemudian mendapat dua birdie lagi di hole 8 dan 9. “Ya, saya sangat senang. Pukulan drive saya jauh lebih baik hari ini ketimbang kemarin. Saya melakukan sedikit sesi di driving range pagi ini dan menemukan apa yang mesti saya lakukan dan ternyata berhasil,” ujar Leishman. “Fokusnya ialah mempertahankan apa yang sudah saya kerjakan.
“Tahun lalu saya sudah main bagus, tapi tidak menang sama sekali, jadi mungkin target kali ini ialah untuk bisa menang lagi.” – Marc Leishman
Leishman memanfaatkan kondisi yang tidak berangin dan fairway yang keras sehingga ia bisa memanfaatkan pukulan drive yang jauh untuk menyisakan approach dengan short iron. “Tapi kalau bola Anda mampir ke rough, Anda bakal kesulitan memukul bola mendekati pin,” imbuh Leishman. Leishman sendiri berharap ia bisa kembali meraih kemenangan tahun ini. “Tahun lalu saya sudah main bagus, tapi tidak menang sama sekali, jadi mungkin target kali ini ialah untuk bisa menang lagi. Saya hanya harus melakukan segala sesuatunya dengan benar dan biasanya hasilnya akan datang sendiri. Itulah yang ingin saya lakukan,” tegas Leishman. Pegolf India Shubhankar Sharma dan pemenang Ryder Cup asal Inggris Paul Casey hanya berjarak satu stroke dari Woodland dan Leishman. Pada putaran kedua tadi, Sharma menorehkan skor 8-under 64 untuk berada di posisi ketiga. Sementara itu, Casey menorehkan skor 7-under 65 untuk sama-sama mengumpulkan skor total 13-under 131. Adapun pimpinan klasemen putaran pertama Bronson Burgoon hanya bermain 69 dan harus tergeser ke peringkat 5 bersama Austin Cook dan Scott Piercy. Mereka mengumpulkan skor total 132. Juara bertahan Justin Thomas untuk sementara berada di peringkat T15 setelah bermain dengan skor 3-under 69 dan mengumpulkan skor total 9-under 135.

Leave a comment