Lima pemain amatir terbaik Indonesia, Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Jonathan Wijono, Almay Rayhan Yaqutah, Kevin Caesario Akbar, dan Tirto Tamardi dipastikan mendapat pengalaman berharga selama mengikuti salah satu turnamen amatir paling bergengsi di dunia, Asia-Pacific Amateur Championship yang berakhir Minggu (29/10).

Kelima pemain ini mendapat hasil yang beragam setelah menunjukkan determinasi yang patut dipuji, meskipun pada putaran kedua, Tirto harus gugur lebih awal lantaran hanya bermain 79-70.

Bermain selama empat putaran di Royal Wellington Golf Club, Wellington, Selandia Baru, prestasi terbaik ditorehkan oleh Jonathan Wijono. Pegolf asal Jawa Timur ini bermain 1-over 285 setelah pada putaran final bermain even par 71. Ia finis di peringkat T19, bersama empat pegolf lainnya, termasuk putra peraih tiga gelar PGA TOUR Shigeki Maruyama, Sean Maruyama.

Adapun Naraajie finis di peringkat T35 dengan catatan empat stroke di belakang Jonathan. Performa Naraajie sempat menurun pada putaran final dengan bermain 6-over 77. Total skornya selama empat hari di Selandia Baru itu ialah 289.

Almay yang sempat menunjukkan permainan yang menjanjikan pada putaran pertama, membukukan skor 2-over 73 pada hari terakhir. Total skor 9-over 293 menempatkan Almay di peringkat T48.

Sementara Kevin berada satu stroke di belakang Almay setelah mencatatkan skor terbaiknya pekan tersebut dengan skor 72.  Kevin finis di peringkat T52 dengan catatan total skor 294.

Lin Yuxin meraih tiket Major

Pegolf asal China berusia 17 tahun, Lin Yuxin akhirnya berhasil menjadi juara setelah pada putaran final pada hari Minggu itu mencatatkan skor terendahnya, 6-under 65, yang sekaligus merupakan rekor lapangan–skor ini kemudian disamai oleh Jin Cheng. Ia bahkan mengakhiri turnamen ini dengan membukukan eagle di hole penutup, setelah sebelumnya mencatatkan enam birdie dan dua bogey.

Lin berhasil mengungguli rekan senegaranya, Andy Zhang, Yuan Yechun, dan Jin Cheng, serta pegolf asal Australia Lee Min Woo. Kemenangannya ini memberinya tiket untuk berlaga pada ajang The Masters dan The Open Championship tahun depan.

”Saya sangat, sangat gembira bisa berkesempatan memenangkan turnamen ini dan bermain pada dua Major,” ujar Lin. ”Saya merasa sangat bangga pada diri saya. Bisa bermain pada The Masters dan The Open tahun depan jelas sangat berarti buat saya. Ini bakal jadi pengalaman yang luar biasa.”

Lin memang menunjukkan permainan yang agresif dan memainkan driver sesering mungkin.

”Meskipun saya tidak bermain bagus dalam 12 hole, saya tetap menjalankan rencana tersebut. Andy (Zhang) pemain yang sangat mantap, tapi saya mesti bermain agresif dan mendapatkan birdie,” tutur Lin.

Meskipun harus mengakui keunggulan Lin, Andy yang mendapat tiket bermain pada The Open 2018 lantaran finis di peringkat kedua meyakini keberhasilan para pemain China mendominasi ajang Asia-Pacific Amateur Championship ini menunjukkan betapa kuatnya generasi baru di China.

”China bakal menjadi negara besar di golf,” tuturnya.