Rory McIlroy menutup musim 2018-2019 PGA TOUR dengan menjuarai TOUR Championship, sekaligus memenangkan FedExCup untuk kedua kalinya.

Oleh Mike McAllister, PGATOUR.COM*

Rory McIlroy telah memukul bolanya dengan aman ke green di hole 18 pada hari Minggu (25/8) kemarin sebelum para penonton mulai menyesaki fairway di East Lake. Setahun yang lalu, dalam sebuah aksi spontan yang tak diarahkan siapa pun, para penonton mengerumuni Tiger Woods dalam upayanya memastikan kemenangan emosional pada TOUR Championship.

Kali ini, para penonton lebih terarah. Sedikit lebih rapi. Lebih teratur.

Kali ini para penonton tidak merayakan kembalinya seorang legenda, tapi kebesaran yang berkelanjutan dari seorang megabintang dalam kondisi terbaiknya.

Momen kali ini jauh lebih bisa dinikmati oleh McIlroy, yang tahun lalu mungkin menjadi orang terakhir yang meninggalkan East Lake tanpa mengumbar senyum. Ia bermain dengan Tiger saat itu, tapi menjadi terabaikan, bermain 4-over 74 dan, seperti yang ia katakan waktu itu, kalah karena “bertarung dengan Tiger”.

Kali ini, ia dipasangkan dengan pegolf papan atas dunia lainnya dalam diri Brooks Koepka, McIlroy memberikan perlawanan. Memulai putaran final itu dengan tertinggal satu stroke, McIlroy terus melakukan pukulan demi pukulan, memukul bola dengan driver ke fairway, dan memasukkan putt-putt penting, dan terus memberi tekanan. Pada akhirnya, justru Koepka yang harus tergelincir dengan tiga bogey berturut-turut di sembilan hole terakhir.

Dan kali ini, McIlroy dan kedinya, Harry Diamond, yang menikmati momen di green 18 itu. Kini mereka tak lagi menghindari demam Tiger seperti tahun lalu. “Kali ini tidak semengerikan tahun lalu,” ujar McIlroy kepada tean akrabnya ketika melangkah ke fairway.

McIlroy menuntaskan hari itu dengan dua birdie, mencatatkan 2-under 68 untuk menang dengan keunggulan empat stroke dari Xander Schauffele, dan lima stroke lebih baik daripada Koepka dan Justin Thomas. Sebagai hasilnya, McIlroy menjuarai FedExCup kedua dalam kariernya, menyamai rekor Tiger sebagai pemain yang berhasil menjuarai dua FedExCup.

Selain itu, McIlroy juga mencatatkan skor terendah pada pekan ini, terlepas dari format Starting Strokes yang baru ini. Ia memulai pekan ini dengan 5-under, menuntaskannya dengan 18-under. Itu berarti, ia mencatatkan 13-under tanpa keuntungan lima stroke. Skornya ini satu stroke lebih baik daripada total skor kemenangannya pada tahun 2016.

Oh, dan dia juga meraih bonus US$15 juta, US$5 juta lebih besar ketimbang tiga tahun lalu saat ia mengungguli Ryan Moore dan Kevin Kisner dalam play-off untuk menjuarai gelar FedExCup pertamanya. McIlroy menekankan, hadiah uang itu nomor dua baginya. “Sekalipun saya tak pernah memikirkannya,” ujarnya menyinggung hadiah uang itu. Ia hanya mengincar gelar, ingin mengungguli Schauffele sebagai pimpinan di kategori Strokes Gained, dan ingin berada di No.2 dunia di bawah Koepka.

“Keren sekali bisa menaruh nama saya ke trofi ini untuk kedua kalinya,” ujar McIlroy. “Kapan pun Anda melakukan sesuatu yang hanya Tiger yang telah melakukan sebelumnya, itu berarti Anda melakukan sesuatu yang tepat.”

“Saya pikir saya tak bakal bisa mengalahkan Rory hari ini, bahkan jika saya bisa main bagus.” – Brooks Koepka

Putaran final tahun lalu di East Lake jelas menyakitkan. Begitu juga putaran final World Golf Championships-FedEx St. Jude Invitational sebulan lalu. McIlroy memimpin satu stroke di depan Koepka ketika memasuki hari Sabtu, tapi skor 71 berbanding skor 65 Koepka menegaskan opinin bahwa Koepka mengungguli dirinya.

Hal itu malah menyulut semangat McIlroy. Setelah menuntaskan putaran ketiga mereka pada hari Minggu pagi lantaran permainan dihentikan sehari sebelumnya akibat ancaman petir yang sempat melukai enam penggemar, McIlroy mendapati dirinya tertinggal satu stroke lagi di belakang Koepka. Keduanya pun kembali bermain berpasangan pada putaran final.

“Begitu melihat saya ada dalam grup yang sama dengan Brooks, saya langsung ingat peristiwa di Memphis beberapa pekan lalu,” ujar McIlroy. “Saya rasa saya belajar beberapa hal waktu itu … Saya ingin memperbaiki beberapa hal yang saya lakukan pada hari Minggu di Memphis itu.”

Apa yang ia pelajari?

“Terkadang saya memperlakukan hari Minggu seperti halnya hari Kamis dan Jumat, padahal tidak demikian. Saya memainkan dua hari pertama itu sedikit terlalu rileks … Brooks bermain di Memphis dan menorehkan 65 dan pada dasarnya ia mendominasi turnamen itu, mendominasi saya. Dan saya sadar kalau ingin menjadi pemain yang mendominasi dunia lagi, saya mesti lebih bersikap demikian.

Bahkan dalam kondisi terbaik pun Brooks Koepka mengaku takkan dapat mengalahkan permainan Rory McIlroy pada putaran final TOUR Championship di East Lake Minggu (25/8) kemarin. Foto: Getty Images.

“Saya pikir pujian yang bisa saya berikan kepada Brooks ialah bahwa hari ini saya ingin sedikit lebih menyerupai dia.”

Hari Minggu kemarin ini merupakan putaran kedelapan McIlroy dan Koepka dipasangkan dalam lima pekan terakhir pada PGA TOUR. Dalam empat putaran McIlroy mencatatkan skor yang lebih rendah dan sekali mereka bermain imbang.

“Permainannya ada dalam bentuk yang tepat sekarang,” Koepka menimpali. “Sunguh mengesankan menyaksikannya. Seperti yang telah saya sampaikan berkali-kali, dia pemain yang paling menyenangkan untuk disaksikan ketika dia bermain dengan baik. Pukulannya bagus, putting-nya juga sangat bagus, dan ketika semua itu berjalan seiring, dia benar-benar sulit dikalahkan.”

Koepka memang tidak berada dalam kondisi terbaiknya pada putaran final itu. Pukulannya banyak meleset dari fairway (5 dari 14) dan putt jarak pendeknya (dua dari jarak lima kaki) banyak tak masuk. Begitupun …

“Saya pikir saya tak bakal bisa mengalahkan Rory hari ini, bahkan jika saya bisa main bagus,” aku Koepka.

Leave a comment