Olimpiade Tokyo 2020 dipastikan ditunda dengan penyelenggaraan selambatnya dilakukan pada musim panas 2021.

Keraguan publik internasional terhadap penyelenggaraan Olimpiade akhirnya terjawab. Dalam pernyataan resmi per tanggal 24 Maret 2020 kemarin, Presiden International Olympics Committee (IOC) Thomas Bach telah mencapai kesepakatan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk menunda penyelenggaraan Olimpiade.

Suksesnya penyelenggaraan golf di Rio de Janeiro pada tahun 2016 lalu memunculkan harapan bahwa dampak yang diberikan bagi golf dalam skala global juga bisa diperoleh ketika Olimpiade kembali digelar pada tahun ini di Tokyo. Golf semula dijadwalkan mulai dipertandingkan pada 30 Juli 2020. Akan tetapi, perkembangan kesehatan yang kian mencemaskan lantaran pandemik COVID-19 menimbulkan keraguan bahwa pesta olahraga empat tahunan ini dapat digelar sesuai jadwal semula.

Menarik Diri dan Boikot Peserta
Baru-baru ini, melalui situs resminya, Komite Olimpiade Kanada (Canadian Olympic Committee, COC) dan Komite Paralympic Kanada (Canadian Paralympic Committee, CPC) mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengirimkan atlet pada musim panas ini. Mereka “telah mengambil keputusan sulit untuk tidak mengirim Tim Kanada ke Olimpiade dan Paralympic Games pada musim panas tahun 2020 ini”.

Mereka menilai keputusan ini tidak semata terkait kesehatan para atletnya, tapi juga kesehatan publik. Dan mereka tidak ingin menimbulkan risiko lebih jauh terutama dengan ancaman COVID-19.

 

Justin Rose meraih medali emas golf pria dengan mengalahkan Henrik Stenson pada putaran final Olimpiade Rio 2016. Foto: Stan Badz/PGA TOUR/IGF.

Sementara itu, Selandia Baru juga mengancam untuk memboikot Olimpiade jika IOC tetap melangsungkan sesuai jadwal semula. Tetangga mereka, Australia, juga mempertimbangkan untuk tidak mengirimkan atletnya.

Menyiapkan Sejumlah Skenario
Sebelumnya, IOC menyatakan bahwa mereka membutuhkan waktu setidaknya empat pekan ke depan untuk membahas berbagai skenario terkait penyelenggaraan Olimpiade pada tahun ini.

Skenario yang dimaksud termasuk memodifikasi rencana penyelenggaraan yang sudah ada, termasuk mengubah tanggal penyelenggaraan. Sambutan hangat terhadap api Olimpiade yang tiba di Jepang pada tanggal 20 Maret 2020 lalu menjadi sesuatu yang meyakinkan IOC dan tuan rumah untuk tetap dapat menyelenggarakan Olimpiade di Jepang dengan pengawasana ketat sambil memperhatikan prinsip yang menjaga kesehatan semua pihak yang terlibat.

Lebih jauh, IOC menyampaikan bahwa saat ini mereka akan melakukan koordinasi dan kerja sama penuh dengan Tokyo 2020 Organising Committee, pihak berwenang di Jepang, dan Pemerintah Metropolitan Tokyo untuk memulai diskusi dalam menilai perkembangan situasi kesehatan di seluruh dunia dan dampaknya bagi Olimpiade. Hal ini termasuk skenario pemunduran tanggal pelaksanaan.

“Jadi, seperti halnya Anda sekalian, kami juga mengalami dilema: penundaan Olimpiade akan menghancurkan impian Olimpiade 11.000 atlte dari seluruh 206 National Olympics Committee, dari IOC Refugee Olympic Team, dan hampir pasti para atlet Paralympic, dan semua orang yang mendukung Anda, seperti para pelatih, para dokter, official, mitra berlatih, sahabat, dan keluarga. Pembatalan tidak akan memecahkan masalah dan tidak akan membantu siapa pun. Oleh karena itu, pembatalan tidak ada dalam agenda kami,” tulis Bach per tanggal 22 Maret 2020 lalu.

 

Park Inbee turut menciptakan sejarah ketika meraih medali emas di Rio de Janeiro tahun 2016 lalu. Foto: Stan Badz/PGA TOUR/IGF.

 

Ia melanjutkan pentingnya studi lebih lanjut terhadap beragam skenario, mengingat ada banyak tempat penyelenggaraan yang dibutuhkan untuk menggelar pertandingan tiap cabang olahraga, termasuk golf yang rencananya dimainkan di Kasumigaseki Country Club.

Salah satu skenario yang dibahas adalah penundaan penyelenggaraan Olimpiade. “Kami akan bekerja keras, dan sangat yakin bahwa kami bisa menyelesaikan diskusi ini dalam tempo empat pekan ke depan,” sambungnya, sambil berharap bahwa seluruh atlet bisa memahami kondisi yang ada.

Penyelenggaraan Resmi Ditunda
Kemarin (24/3) Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dilaporkan telah mendesak Bach untuk mengundurkan Olimpiade setidaknya hingga 2021 mendatang. Abe menilai kondisi saat ini tidak lagi memungkinkan ajang olahraga terbesar di dunia ini dilangsungkan sesuai jadwal semula.

Dalam telekonferensi dengan Abe, Bach akhirnya mencapai kesepakatan untuk menjadwalkan ulang Olimpiade dengan penyelenggaraan tidak melewati musim panas tahun 2012. Kedua pemimpin ini sepakat, meskipun pesta olahraga ini ditunda, api Olimpiade akan tetap dinyalakan di Jepang sebagai simbol harapan dalam krisis saat ini.

 

 

“Rekan-rekan Atlet sekalian, izinkan saya memulai dengan sebuah kabar baik. Kita semua akan bisa merayakan Olimpiade Tokyo 2020, meskipun pada tahun 2021. Tapi, akhirnya, Anda sekalian bisa yakin bahwa kalian bisa mewujudkan impian Olimpiade kalian,” ujar Bach dalam video yang ditujukan kepada para atlet di seluruh dunia.

“Kami merasa ada banyak orang yang hidupnya terpengaruh dan mengkhawatirkan keberadaan mereka, dan untuk menjaga kesehatan para atlet dan seluruh pihak terkait dan ikut berkontribusi mencegah penyebaran virus corona, kami sepakat untuk menunda Olimpiade Tokyo 2020 hingga setidaknya pada musim panas 2021.”

Keberhasilan penyelenggaraan golf pada Olimpiade Rio de Janeiro 2020 membuat bintang-bintang golf dunia berniat untuk bisa kembali mewakili negara mereka pada ajang empat tahunan ini.

“Olimpiade sangatlah penting untuk pertumbuhan golf dalam skala global,” ujar Henrik Stenson, peraih medali perak di Rio empat tahun lalu.

“Memenangkan Major adalah prestasi besar dalam olahraga kami, tapi Anda hanya bisa menjadi juara Olimpiade sekali dalam empat tahun.”

1 Comment

Comments are closed.