Pemain tuan rumah, Justin Quiban, memberi kejutan pada putaran kedua Resorts World Manila Masters setelah membukukan 6-under 66. Total skornya 12-under 132 menempatkannya di puncak klasemen sementara bersama duo asal Thailand, Arnond Vongvanij dan Phachara Khongwatmai.

Quiban memberi kejutan dengan menjadi pesaing kuat untuk menjuarai turnamen yang memperebutkan total hadiah sebesar US$1 juta ini. Praktis ia menjadi sorotan pada putaran kedua tadi (10/11). Setelah birdie di hole 13, ia membukukan lima birdie berturut-turut dari hole 15 par 5.

Pegolf berusia 21 tahun ini kemudian memimpin dengan dua pukulan setelah menambahkan birdie lagi di hole 4 dan 6. Sayangnya, ia harus mendapat dua bogey di dua dua hole terakhirnya sehingga harus berbagi peringkat teratas dengan Arnond dan Phachara.

”Saya mengawali putaran kedua ini dengan lambat. Saya mulai main dari sembilan hole terakhir. Birdie pertama saya di hole 13 dan kemudian berhasil mendapat lima birdie berturut-turut dari hole 15. Sayangnya, saya malah kena bogey di dua hole terakhir, tapi secara keseluruhan, ini hasil yang bagus,” tutur Quiban.

Manila Southwood Golf and Country Club ini sendiri sebenarnya merupakan kandang bagi Quiban. Ia mengaku hal ini memberinya keuntungan lantaran ia sudah mengenal layout lapangan ini.

Prestasinya ini sekaligus menghapus kegagalannya lolos cut pada ajang ini tahun lalu.Dan kali ini ia tampaknya memang berniat untuk memaksimalkan kesempatan setelah mendapatkan hak memainkan turnamen dengan hadiah uang terbesar di Filipina ini melalui babak kualifikasi.

”Saya gembira bisa berbagi posisi teratas pada ajang besar ini. Saya sangat bersemangat untuk dua putaran berikutnya. Kita lihat saja bagaimana hasilnya,” tandas Quiban.

Adapun Vongvanij menyebut perubahan swing yang ia lakukan menjadi salah satu kunci permainannya bisa menjadi salah satu pimpinan klasemen turnamen ini. Perubahan tersebut jugalah yang membantunya untuk bermain lebih baik.

”Sekarang saya lebih memahami bagaimana mengayun untuk memukul bola setelah melakukan perubahan besar pada swing saya dalam beberapa tahun ini,” tutur Vongvanij. ”Saya hanya tinggal bermain melawan lapangan dan melakukan apa yang sudah saya lakukan. Dengan begitu, berapa pun skor yang didapatkan pemain lain, takkan penting lagi.”

Sementara itu, Phachara yang kini berada di peringkat 7 Order of Merit Asian Tour ikut meramaikan persaingan berkat short game yang tajam. Semua birdie yang ia bukukian ia peroleh dari jarak lima kaki.

”Sebenarnya, saya tak berharap bisa main sebagus ini lantaran pukulan saya melenceng ke mana-mana saat putaran latihan. Tapi begitu turnamen dimulai, semuanya jadi sangat berbeda. Tapi saya tak ingin berpikir terlalu jauh dulu,” tutur Phachara.

Adapun Jyoti Randhawa melakukan pergerakan yang luar biasa hari ini (10/11) setelah bermain dengan skor 64. Ia kini berbagi posisi keempat dengan lima pemain lain, termasuk juara bertahan, yang juga rekan senegaranya dari India, S.S.P. Chawrasia dan juara turnamen ini edisi 2015 Natipong Srithong.