Ajang Asian Development Tour (ADT) PGM Port Dickson Championship 25-28 Mei akhirnya dijuarai Panuwat Muenlek pegolf asal Thailand. Kemenangaannya ini sekaligus menguhkuhkan gelar ketiga ADT miliknya dengan total skor 14-under 270 dan memenangkan gelaran yang berhadiah 200.000RM atau sekitar 663 juta rupiah.

Di putaran terakhir Sabtu lalu (28/5) Panuwat bermain cemerlang dengan 6-birdie yang dikumpulkan sejak hole ke-5. Walau Ia sempat kehilangan momentum mengumpulkan birdie di hole 15 dan 16, namun pegolf 31 tahun ini bertekad menambah di dua hole terakhirnya.

”Saya sempat melewatkan 3-footer dan 6-footer untuk birdie di hole 15 dan 16 berturut-turut, tapi saya berkata pada caddy saya, kami akan coba untuk birdie di dua hole terakhir dan kami melakukannya,” ujar Panuwat.

Benar saja, dua birdie-nya itu langsung membuatnya menyusul teman senegaranya Jakraphan Premsirigorn. Diakui oleh Panuwat pula Port Dickson Golf & Country Club bukanlah lapangan yang mudah, namun hal ini pula yang sekaligus menyesuaikan permainannya.

”Memang sempit, namun ini sangat cocok dengan permainan saya, saya memukul bola dengan baik dari tee box dan putting saya juga bagus,” tambah pegolf Thailand yang mendapat hadiah ulang tahun lebih dini dengan membawa gelar ADT ketiga. ”Ya, ini hadiah ulang tahun terbaik untuk diri saya, karena segala sesuatu berjalan baik hari ini hingga saya merasa sangat percaya diri.”

Sebelumnya, pegolf Tanah Air Danny Masrin yang menduduki puncak di putaran kedua juga sempat berkomentar soal lapangan. Ia pun harus merelakan putaran ketiganya dilalui dengan skor 7-over 78. ”Iya, putting saya banyak yang tidak masuk, begitupun pukulan saya juga kurang baik, hanya dapat satu birdie hari ini [putaran tiga],” jelasnya.

Diakui Danny, sembilan hole terakhir gangguan angin dan lapangan basah akibat hujan menghambat dirinya bermain prima. Benar saja, tabungan birdie di dua hari pertama harus dibayar dengan 4-bogey dan 2-double dan mengharuskannya turun jauh. Pada akhirnya, final PGM Port Dickson Championship Sabtu lalu direlakannya duduk diposisi T32.

Sementara George Gandranata dan Ian Andrew yang masih bermail stabil berhasil meraih posisi T15 dan T17 masing-masing. George yang kali ini menjadi pemain Indonesia yang menduduki posisi terbaik dalam leaderboard final pun bermain par dengan perolehan 3-birdie dan 3-bogey, total skor 6-under 278.