Bermain tanpa bogey dalam kondisi yang sulit jelas merupakan sesuatu yang istimewa. Lebih istimewa lagi jika hal tersebut membawa ke puncak klasemen. Itulah yang dilakukan oleh pegolf asal Amerika John Young Kim. Pegolf berdarah Korea ini menorehkan skor 6-under 64 dan kini berada di puncak klasemen Global Qualifying Tournament PGA TOUR Series-China yang kedua dengan keunggulan satu stroke dari pesaing terdekatnya Kim Taeho asal Korea.

Bermain 6-under 64 di Foison Golf Club jelas bukan sesuatu yang mudah. Tapi pegolf berusia 27 tahun tersebut malah membuat hal tersebut tampak mudah. Kini ia berpeluang untuk mengamankan status bermain penuh pada musim 2019 ini.

Kim sempat menikmati golf di dunia universitas ketika ia berkuliah di University of Tulsa. Namun, setelah dua tahun di sana, ia memutuskan untuk beralih profesional pada 2013. Sejak itu, ia telah menimba banyak pengalaman dengan bermain di China. Tahun 2015, ia finis di peringkat 25 pada Order of Merit, sebelum akhirnya mencoba peruntungannya di PGA TOUR Latinoamerica pada tahun 2016. Ia sempat menjuarai Guatemala Stella Artois Open pada bulan April 2016. Selain itu, ia juga sempat sekali masuk sepuluh besar untuk kemudian menempati peringkat 13 Order of Merit.

Empat tahun kemudian, Kim kembali ke China. Dan kini ia berada di jalur yang ideal untuk bermain penuh sebanyak 14 turnamen pada musim 2019 ini. Permainan bersihnya itu tak terlepas dari performa putting yang istimewa.

Pegolf Korea Kim Taeho membayangi John Young Kim di tempat kedua dengan skor total 205. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

“Saya jelas melakukan putting dengan lebih baik pada hari ini. Dalam dua hari pertama, putting saya banyak meleset, dan membuat saya merasa cukup tertekan, tapi kini kondisinya berbalik,” ujar Kim, yang sempat bermain pada Mackenzie Tour-PGA TOUR Canada pada musim 2017.

“Saya tak yakin apa yang membuat perbedaan. Saya tak banyak melatihnya, jadi saya pikir ini masalah mental. Semoga saya bisa melanjutkannya besok.”

Meski kini ia memiliki keunggulan satu stroke, namun Kim menilai masih banyak hal yang bisa terjadi.

“Masih ada satu putaran lagi yang tersisa, jadi saya tak ingin bicara terlalu banyak, tapi saya tak terlalu khawatir soal menembus kualifikasi ini dan meraih status tersebut. Saya lebih mengkhawatirkan soal berapa banyak turnamen yang bisa saya ikuti,” ujarnya lagi. “Besok ini hanyalah salah satu putaran golf, tapi saya berharap bisa bermain sebagus hari ini. Rencana saya tahun ini ialah bermain di Tour ini dan berusaha menembus Web.com Tour.”

Pegolf Italia Cristiano Terragni boleh jadi berjarak empat stroke dari pimpinan klasemen, namun dengan 18 hole tersisa, secara matematis ia masih berpeluang untuk menjuarai kualifikasi. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Selain Kim Taeho, dua pegolf asal Eripa Cristiano Terragni dari Italia dan Cyril Bouniol dari Perancis juga masih menjaga peluang untuk menyalip Kim, setelah masing-masing bermain dengan skor 65 dan 69. Meski jarak mereka mencapai empat stroke, secara matematis keduanya juga masih punya peluang.

Adapun pegolf China Taipei Hung Chunkang yang sempat memimpin pada hari pertama dan kedua harus puas dengan skor 73. Hal ini membuatnya tak hanya melepas posisi teratas, tapi juga berada di tempat ketiga dengan skor total 206.

“Saya tak merasa nyaman dengan swing saya hari ini, tapi saya masih bisa mempertahankan rutinitas yang sama yang telah saya lakukan dalam dua hari terakhir. Sayangnya, saya tidak melakukan banyak pukulan yang bagus. Saya berusaha mendapat lebih banyak birdie ketika memasuki sembilan hole terakhir untuk memperbaiki performa saya sebelumnya, dan akhirnya saya bisa main lebih baik. Meski swing saya tak terasa nyaman, tapi saya masih punya banyak peluang birdie,” papar Hung.

Putaran final besok jelas bakal menjadi lebih seru, mengingat terbukanya peluang untuk menjuarai kualifikasi dan mendapat hak bermain penuh sebanyak 14 turnamen PGA TOUR Series-China untuk musim 2019 ini. Peringkat 2-12 akan mendapat exemption pada enam turnamen pertama tahun ini. Sedangkan peringkat 13-35 akan mendapat status kondisional pada enam turnamen pertama musim ini.

Leave a comment