An Byeonghun kini berpeluang mencatatkan sejarah bagi karier profesionalnya dan bagi Korea.

Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, An Byeonghun membukukan enam birdie. Tapi par di hole terakhir memberinya posisi ideal sekaligus peluang terbaik untuk mencatat sejarah dalam karier profesionalnya. Dengan torehan skor 11-under 199, pegolf Korea ini berpeluang untuk meraih gelar pada ajang World Golf Championships-FedEx St. Jude Invitational.

Pegolf berusia 28 tahun ini sukses memasukkan putting dari jarak 10 kaki bernilai par di hole 18 TPC Southwind kemarin (1/8) untuk membukukan skor 4-under 66. Skor tersebut membawanya kini berada di peringkat kedua, di belakang Brendan Todd. An tak hanya berpeluang meraih gelar PGA TOUR pertama, tapi juga menjadi pegolf Korea pertama yang menjuarai sebuah ajang World Golf Championships.

”Up-and-down yang memuaskan di hole terakhir itu sehingga memberi momentum bagi saya untuk memainkan putaran final besok (hari ini, 2/8),” ujar An.

An memulai putaran ketiga itu dengan berada empat stroke di belakang Todd. Di hole kedua, ia sukses memasukkan putt dari jarak 4 kaki untuk birdie, sebelum kemudian meraih birdie lagi dari jarak lebih jauh, 29 kaki, di hole 8. Latihannya dengan pelatih putting Brad Faxon, yang juga pemegang 8 gelar PGA TOUR, tampaknya terus memberikan hasil.

Untuk pertama kalinya pada hari ketiga itu ia menemukan tantangan di hole 11 par 3. Bolanya harus masuk ke air setelah keliru memilih club. Akibatnya, ia terpaksa mendapat double bogey di hole tersebut. Namun, ia berhasil bangkit dengan membukukan empat birdie berturut-turut dari hole 13-16, yang ikut memberinya peluang meraih kemenangan yang ia idam-idamkan.

 

EMBED

 

”Di sembilan hole pertama, pukulan tee saya tidak begitu bagus dan pukulan approach ke green juga tidak cukup bagus, tapi saya masih bisa mengamankan skor. Permainan saya masih meyakinkan sampai hole 11 ketika bola saya masuk air. Tidak terlalu jelek sebenarnya, pukulan saya 30 yard melewati green, tapi memang saya salah menggunakan club. Pukulan saya terlalu bagus di sana. Tapi ketika hendak mengakhiri putaran ini, saya bisa mendapat empat birdie berturut-turut, yang sangat membantu,” jelasnya.

Sejauh ini An telah membukukan 18 birdie dan menjadi salah satu pimpinan dalam kategori tersebut. Dan ia tahu kunci pentingnya ialah menjalankan kaidah ”pukul ke fairway, pukul ke green” untuk memberinya peluang bersaing meraih gelar. Hari ini ia akan memainkan putaran final bersama Todd, yang dalam musim ini telah dua kali menang.

”Memukul bola ke fairway, green, dan berusaha memasukkan putt sebanyak mungkin. Sepertinya skor tidak akan terlalu jauh, tak ada pemain yang memimpin jauh dengan 16 atau 17 under. Saya pikir lapangannya tidak dimainkan semudah itu karena kondisinya lebih lembut sehingga harus dimainkan lebih jauh. Jadi, saya harus membuat bola tetap berada di fairway dan menciptakan peluang birdie sebanyak mungkin. Bagus juga kalau saya bisa memukul bola seperti kemarin, pukulan saya malah lebih bagus kemarin daripada hari ini dan ada peluang birdie yang lebih banyak. Kita lihat saja bagaimana hasilnya. Saya cenderung melakukan perubahan tiap harinya, jadi saya merasa positif kalau saya bakal memukul dengan baik. Putting saya juga bagus, jadi saya akan berusaha mempertahankan kedua aspek itu,” jelas An lagi.

Dalam 14 ajang WGC sebelumnya, An sempat sekali finis di sepuluh besar. Kala itu ia finis T9 pada WGC-Dell Technologies Match Play 2016. Dan sejauh ini prestasi terbaiknya pada ajang PGA TOUR ialah tiga kali meraih runner-up. Terakhir ia melakukannya pada RBC Canadian Open 2018.

Tak pelak lagi, hasil latihannya bersama Faxon telah memperbaiki kinerja putting An. Sebelum pekan ini, pegolf Korea ini hanya berada di peringkat 203 untuk kategori Strokes Gained: Putting. Tapi kini ia ada di posisi 14 setelah tiga putaran bermain di Memphis.

Rekan senegaranya, Im Sungjae, yang kini ada di peringkat ketiga klasemen FedExCup akan memainkan putaran final dari posisi T10 setelah kemarin bermain dengan skor 69. Adapun Kang Sung harus bermain dari peringkat 22 lantaran bermain 1-over 71.