Sisa 18 hole terakhir menjadi penentu, bagaimana hasil akhir bagi Indonesia?

Ajang Asia-Pacific Amateur Championship memasuki putaran finalnya pada hari ini. Dengan 18 hole tersisa, baik Naraajie Emerald Ramadhan Putra maupun M. Rifqi Alam Ramadhan, masih memiliki kesempatan memperbaiki peringkat mereka pada ajang Major bagi para pegolf amatir di zona Asia Pasifik ini.

Pada putaran ketiga kemarin (28/9), kedua wakil Indonesia ini tampil dengan permainan yang agresif dan hal tersebut membuahkan hasil berupa raihan birdie yang lebih banyak. Naraajie, misalnya, berhasil membukukan lima birdie, setelah pada hari kedua hanya menorehkan tiga. Demikian juga Alam, panggilan M. Rifqi Alam Ramadhan, yang mencatatkan tiga birdie dengan hanya satu birdie ia hasilkan pada putaran kedua.

Permainan Alam pada hari ketiga jelas lebih baik daripada putaran kedua. Ia bahkan berhasil memperbaiki performanya di hole 9 dan 18. Sebelumnya, di kedua hole di Sheshan International Golf Club tersebut, ia mendapat double bogey dan triple bogey di masing-masing hole itu. Namun, kemarin ia justru berhasil mencatatkan birdie.

“Lapangan ini memang cocok dengan permainan saya, hanya saja saya mesti lebih percaya diri saja dengan rencana permainan yang sudah saya miliki,” ujar Alam.

“Putting saya juga lebih nyaman ketimbang sebelumnya setelah mendapat masukan dari David (Milne).”

M. Rifqi Alam Ramadhan memainkan putaran ketiganya dengan lebih baik daripada performa hari kedua. Kini ia berniat untuk mencatatkan hasil lebih baik, sekaligus memperbaiki peringkatnya. Foto: GolfinStyle.

Naraajie sendiri mengungkapkan catatan birdie yang lebih banyak pada hari ketiga tak lain karena keberhasilannya memanfaatkan banyak peluang.

“Putting saya lebih banyak yang bisa masuk dan saya juga bisa mendapat lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan birdie,” tuturnya.

Tampil dengan permainan agresif memang berhasil mendongkrak jumlah birdie bagi kedua pemain ini. Sayangnya, di sisi yang lain, permainan demikian juga memberi sejumlah skor besar di beberapa hole. Selain mendapat tiga bogey, Alam juga harus mendapat satu triple bogey di hole 8. Sementara Naraajie mendapat dua kali double bogey di hole 1 dan hole 15.

Dengan catatan skor total 219, Naraajie masih menjadi yang terbaik di antara keduanya dan berada di peringkat T31. Adapun Alam berada di posisi T56 dengan skor total 227.

“Keduanya mulai mengetahui cara memainkan lapangan Sheshan International Golf Club ini.” – David Milne

“Ini merupakan putaran kelima bagi mereka berdua dengan tiga putaran kompetitif dan dua putaran latihan. Jadi, keduanya mulai mengetahui cara memainkan lapangan ini,” ujar David Milne, pelatih Indonesia yang ikut mendampingi.

“Naraajie masih memiliki peluang untuk finis di jajaran 20 besar, sedangkan Alam, kalau dia bisa main under hari ini, dia berpeluang finis di 40 besar. Saya rasa itu hasil terbaik yang bisa mereka dapatkan.”

Jika berhasil finis, masing-masing, di 20 besar dan 40 besar, itu berarti Naraajie dan Alam memperbaiki catatan penampilan mereka selama bertanding pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship ini. Sebelumnya, prestasi terbaik Naraajie adalah finis di posisi T24, yaitu pada edisi 2018 lalu. Sementara pada tahun lalu Alam finis di peringkat T49.

George Gandranata masih menjadi pegolf Indonesia terbaik sepanjang keikutsertaan Indonesia pada ajang ini. Tahun 2011 ia finis di peringkat T17.

Putaran final pada hari ini (29/9) dapat disaksikan secara langsung melalui website resmi Asia-Pacific Amateur Championship, mulai pukul 09:00 WIB.

Leave a comment