Jazz Janewattananond mendapatkan pelajaran berharga dari penampilannya di Meksiko pada WGC-Mexico Championship.

Pekan lalu Jazz Janewattananond gagal meraih hasil maksimal dalam debutnya pada World Golf Championships-Mexico Championship. Kalaupun ada hal yang menghibur baginya, hal tersebut tentulah skor 3-under 68 yang berhasil ia peroleh pada hari terakhir.

Pegolf berusia 24 tahun ini membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa menyesuaikan diri bermain di Club de Golf Chapultepec, yang berada di ketinggian. Akibatnya, dalam tiga putaran pertama, ia selalu bermain dengan skor 73. Ia baru bisa bermain lebih baik pada hari terakhir dan membukukan enam birdie dengan tiga bogey.

Skor total 3-over 287 yang ia kumpulkan pada pekan lalu menempatkan Jazz 21 stroke di belakang Patrick Reed, yang akhirnya keluar sebagai juara. Dan bagi pegolf No.1 Asian Tour ini, hasil tersebut menunjukkan bahwa ia harus benar-benar meningkatkan permainannya dengan lebih baik lagi untuk bisa lebih bersaing dengan para pegolf papan atas dunia. Terlebih lagi ia juga bakal tampil pada tiga turnamen PGA TOUR lainnya, yaitu Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard, THE PLAYERS Championship, dan WGC-Dell Technologies Match Play.

“Saya belum pernah bermain di ketinggian, jadi butuh waktu untuk menyesuaikan diri dan secara keseluruhan, saya belajar banyak dari pekan tersebut.”

“Saya mendapatkan pengalaman yang sangat bagus. Memang saya belum pernah bermain di ketinggian, jadi butuh waktu untuk menyesuaikan diri dan secara keseluruhan, saya belajar banyak dari pekan tersebut,” ujar Jazz, yang tahun lalu memenangkan empat turnamen.

“Kami akan memanfaatkan pengalaman ini untuk meningkatkan diri saya. Saya akan melakukan apa pun yang saya anggap baik, jadi saya harus melatih segalanya.”

Dalam jeda pada pekan ini, Jazz akan memanfaatkan waktunya untuk bersiap dalam tiga turnamen berikutnya, sebelum kemudian melakoni debut pada Masters Tournament bulan April. Ia sendiri masih bermimpi untuk meraih kartu PGA TOUR melalui kategori Non-Member, dan ia benar-benar sadar akan kebutuhan meningkatkan kualitas permainannya untuk membuat peluang tersebut menjadi realistis.

“Saya akan menghabiskan waktu beberapa lama di Amerika. Kesempatan ini menjadi kesempatan yang sangat bagus karena saya suka bermain di sini. Saya pun bisa melihat apa saja yang mesti saya tingkatkan dan saya jelas akan berusaha meningkatkan permainan saya,” ujar Jazz.

“Arnold Palmer banyak memengaruhi para pemain yang kemudian memengaruhi saya sehingga saya akhirnya bermain golf.”

Ia sendiri kini bergabung dengan rekan senegaranya, Kiradech Aphibarnrat di Bay Hill. Kiradech kini bermain pada musim keduanya pada PGA TOUR. Pekan lalu ia finis T27 pada ajang Puerto Rico Open, yang sekaligus mengakhiri rangkaian tiga kali gagal lolos cut, dan bakal berusaha untuk bangkit ketika bermain pada The Honda Classic pekan ini.

Jazz kini berharap bisa segera berada di Bay Hill untuk bermain pada turnamen yang sangat erat dengan mendiang Arnold Palmer. “Mungkin ia berada pada masa jayanya sedikit sebelum saya lahir, tapi jelas ia banyak memengaruhi para pemain yang kemudian memengaruhi saya sehingga saya akhirnya bermain golf. Dia juga menjadi jagoan bagi ayah saya,” ujar Jazz.

Ia mungkin tak lagi berada di Meksiko, tapi jelas Jazz sangat berharap bisa kembali ke turnamen yang menyediakan total hadiah senilai US$10,5 juta itu. Selain motivasi untuk kembali bermain bersama para pegolf terbaik di dunia, ia juga menyukai makanan Meksiko.

“Saya sangat suka makanan Meksiko. Selain makanan Thailand, makanan Meksiko menjadi satu dari tiga makanan favorit saya di dunia dan saya banyak makan makanan Meksiko di sana. Ruangan pemain di sana menurut saya merupakan ruangan terbaik yang pernah saya kunjungi. Mungkin berat badan saya sekarang bertambah (gara-gara makanan Meksiko,” tandasnya.