Satu-satunya wakil Asia Tenggara asal Thailand pada ajang World Golf Championships-FedEx St Jude Invitational, Poom Saksansin, mengakhiri perjalanannya di Memphis dengan finis di peringkat T58 di antara 63 pegolf elite dunia. Hasil ini memberinya pengalaman berharga yang penting bagi perkembangan karier profesionalnya.

Pegolf berusia 26 tahun ini bermain dengan skor 4-over 74 pada putaran final di TPC Southwind hari Minggu (28/7) kemarin. Skor total 10-over 290 miliknya sudah cukup bagus untuk menempatkan pemegang tiga gelar Asian Tour ini di posisi yang lebih baik daripada empat juara PGA TOUR, seperti Kang Sung dari Korea, dan trio Amerika Keegan Bradley, Max Homa, dan Kevin Tway.

“Sangat bagus, ini pengalaman yang positif dari sebuah turnamen besar. Saya kesulitan bermain dengan driver sebelum saya tiba di sini, tapi berhasil melatihnya dan memukul jauh lebih baik ketimbang beberapa pekan terakhir. Semoga saja hasil ini bisa membangun rasa percaya diri buat saya,” ujarnya.

Pegolf No.1 Dunia, yang juga saat ini berada di posisi teratas FedExCup Brooks Koepka meraih kemenangan PGA TOUR ketiganya musim ini setelah bermain dengan skor 65. Prestasi istimewa Koepka itu juga menyadarkan Poom bahwa ia benar-benar mesti meningkatkan permainannya untuk bisa lebih bersaing lagi dengan para pemain terbaik dunia.

Salah satu hal yang ia sadari ialah bahwa ia harus menghasilkan tenaga yang lebih eksplosif lagi. Jarak rata-rata driving Poom sepanjang pekan kemarin menunjukkan, pukulannya 40 yard di belakang Keopka. Dengan rata-rata pukulan sejauh 267,4 yard dari tee, pukulan Poom jauh di belakang Koepka yang mencatatkan rata-rata 308,4 yard.

“Melihat Brooks memukul driver ibarat melihat level berikutnya dari bermain golf.” – Poom Saksansin

“Melihat Brooks memukul driver ibarat melihat level berikutnya dari bermain golf. Dia punya otot yang dibutuhkan,” ujar Poom. “Saya tahu saya mesti meningkatkan jarak pukul saya dan harus memiliki rasa percaya diri yang lebih baik juga. Hasil yang saya raih pekan ini tidak begitu bagus buat saya, tapi jika melihat problem utama saya, hasil itu hanya salah satunya.”

Sepekan berada di Memphis ini jelas memberikan sesuatu yang menyenangkan baginya. Berada di kota bersejarah, yang juga menjadi tempat kelahiran musik blues, soul, dan rock’n roll, Poom juga menikmati BBQ terkenal di kota ini.

“Ada teman saya yang sekolah di sini dan dia memberi banyak rekomendasi makanan. Saya juga sempat menikmati BBW,” ujar Poom.

Jelas satu hal lain yang tercapai dalam hidupnya ialah bahwa ia akhirnya berhasil mendapatkan tanda tangan salah satu pegolf favoritnya, Tommy Fleetwood. Ia akhirnya mendapat suvenir berupa sarung tangan yang ditandatangani oleh pahlawan Ryder Cup Eropa itu setelah memainkan putaran pertama di TPC Southwind.

Kini Poom akan kembali berfokus untuk tampil maksimal pada level Japan Golf Tour dan Asian Tour.

Leave a comment