Kelima Pandawa yang mengusung bendera Indonesia akhirnya menyudahi kampanye mereka pada ajang Combiphar Players Championship sore tadi (9/11) dengan hasil beragam. Dan petualangan di Bali pekan ini pun menjadi pelajaran berharga bagi masing-masing pemain; bagi mereka yang lolos cut maupun yang tidak melaju ke dua putaran final.

Elki Kow berhasil finis di peringkat terbaik di antara kelima wakil Indonesia ini. Pada putaran final tadi, Elki berhasil finis di peringkat T28 setelah mengumpulkan skor total 1-over 289. Setelah pada hari ketiga bermain 3-over 75, kali ini ia berhasil kembali bermain under dengan menorehkan 1-under 71, sekaligus menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang membukukan skor under.

Elki sempat mengawali permainannya dengan kembali membukukan bogey di hole 1. Namun, ia langsung bangkit dan mendapat birdie pertama di hole 3.

Bermain even par di sembilan hole pertama, Elki mencatatkan dua birdie berturut-turut di hole 9 dan 10, yang membuatnya bermain 2-under untuk putaran final tersebut. Meski kembali mendapat bogey di hole 15 dan 17, Elki akhirnya menutup putaran final dengan birdie di hole terakhirnya untuk menorehkan skor 71.

“Performa saya hari ini cukup baik. Sebenarnya ada banyak potensi untuk mendapat birdie, tapi bagaimanapun juga hasilnya harus tetap disyukuri,” tutur Elki seusai menuntaskan putaran finalnya.

Danny Masrin kembali bermain even par 72 untuk kedua kalinya dan menuntaskan turnamen ini dengan finis di posisi T34. Foto: Yulius Martinus/OB Golf.

Hasil yang ia dapatkan pekan ini pada prinsipnya memang jauh lebih baik ketimbang tahun lalu ketika ia gagal melaju ke dua putaran final. Meski demikian, Elki menyadari bahwa ia sebenarnya berpeluang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik pada hari ini dan menyayangkan sejumlah kesalahan yang tidak perlu.

“Dibilang puas sebenarnya tidak juga sih, tapi senang saja bisa bermain selama empat putaran,” sambung Elki yang belum lama meraih gelar Indonesian Golf Tour kedua dengan menjuarai Seri 7. “Target saya ke depan adalah bisa memenangkan turnamen ini dan turnamen-turnamen Asian Development Tour lainnya.”

Sementara Danny Masrin finis satu stroke di belakang Elki dan menuntaskan turnamen ini dengan berada di peringkat T34. Berbeda dari Elki, Danny malah mengawali putaran finalnya dengan membukukan birdie di dua hole pertamanya. Setelah bogey di hole berikutnya, ia meraih birdie kedua di hole 4, lalu bogey di hole berikutnya. Birdie di hole 9 membuatnya bermain 1-under, sampai akhirnya harus kembali bermain even par 72 untuk kedua kalinya lantaran mendapat bogey di hole 17.

“Sebenarnya, saya merasa permainan saya sedang bagus ketika berlatih di Jakarta pada minggu lalu,” ungkap Danny. “Sayangnya performa putting saya pekan ini malah mengecewakan. Seharusnya saya bisa main under tiap hari.”

Meski demikian, Danny masih memetik sesuatu yang positif pada pekan ini. Ia menyebut selama pekan ini, long game menjadi aspek permainan yang menonjol baginya. Hal positif inilah yang akan ia bawa untuk persiapan memainkan Indonesian Golf Tour Grand Final yang akan digelar dua pekan mendatang.

Skor even par yang diperoleh Danny itu juga didapatkan oleh Fajar Win Nuryanto. Ia membuktikan komitmennya untuk bermain lebih baik ketimbang putaran ketiga kemarin (8/11) ketiak ia menorehkan 2-over 74. Fajar berhasil mencatatkan tiga birdie dengan tiga bogey untuk menutup pekan ini dengan skor total 292.

“Saya masih harus berlatih keras lagi sebab permainan kali ini masih belum cukup baik,” ujarnya. Dengan skor 4-over 292, Fajar finis di peringkat T40.

“Saya baru saja mendaftar untuk mengikuti Qualification School Asian Tour dua pekan lalu dan sekarang saya mendapat kartu Asian Tour melalui “Asian Development Tour.” – Varanyu Rattanaphiboonkij

Jika Elki bermain under dan Danny dan Fajar membukukan even par, dua pegolf Indonesia lainnya harus menutup turnamen Asian Development Tour ini dengan bermain over. Jordan Surya Irawan tadi harus menerima skor 74 dan skor total 297 untuk finis di peringkat T47.

Sementara itu, Rinaldi Adiyandono harus bermain dengan skor 80 pada putaran final tadi. Efek dari permainan maraton pada hari kedua ternyata memengaruhi staminanya sehingga memengaruhi permainannya di lapangan. Rinaldi pun harus menuntaskan turnamen ini di peringkat T49, satu stroke di belakang Jordan.

Combiphar Players Championship tahun ini menjadi ajang dominasi bagi Varanyu Rattanaphiboonkij. Pegolf berusia 21 tahun ini berhasil menuntaskan turnamen dengan terus berada di tempat teratas selama empat hari berturut-turut. Kemenangan ini sekaligus menjadi kemenangan kedua baginya, dan menempatkannya sebagai satu-satunya pemain yang berhasil meraih dua gelar Asian Development Tour dalam satu musim.

Kemenangan di New Kuta Golf, Pecatu, Bali ini pun membuatnya berhak membawa pulang hadiah uang sebesar US$17.500. Pencapaian ini sekaligus menempatkan Varanyu ke peringkat kedua Order of Merit Asian Development Tour, yang secara otomatis akan memberinya kartu Asian Tour untuk musim 2019 mendatang.

“Sungguh sulit dipercaya. Saya baru saja mendaftar untuk mengikuti Qualification School Asian Tour dua pekan lalu dan sekarang saya mendapat kartu Asian Tour melalui Asian Development Tour. Saya pikir saya tidak punya peluang setelah sembilan hole pertama bermain 1-over, sementar Janne (Kaske) bermain 3-under,” ungkap Varanyu gembira.

Ia menyebut bermain di grup pamungkas salah satunya dengan rekan senegaranya, Donlapatchai Niyomchon membantunya untuk bisa bermain dengan lebih tenang.

Varanyu Rattanaphiboonkij dengan trofi juara kedua yang ia peroleh dalam satu musim kompetisi. Foto: Yulius Martinus/OB Golf.

“Bermain dengan Donlaphatchai membuat saya merasa lebih rileks. Dan saya pun bisa merasa lebih tenang,” imbuhnya.

Varanyu berhasil menorehkan tiga birdie lagi di sembilan hole terakhirnya untuk membukukan skor 2-under 70. Dengan Janne Kaske sebagai satu-satunya pesaing terkuatnya yang juga membukukan hasil serupa, pegolf berusia 21 tahun asal Thailand ini pun akhirnya memastikan kemenangan keduanya tahun ini dengan bermain par di hole terakhirnya.

Kaske sendiri, meski hanya finis di tempat kedua, berhasil mendongkrak posisinya ke peringkat 4 Order of Merit. Adapun Miguel Carballo dari Argentina masih memegang posisi teratas.

PGM Maybank Championship akan menjadi turnamen terakhir dari agenda Asian Development Tour, yang sekaligus akan memastikan tujuh besar yang berhak bermain pada Asian Tour musim depan.

Berakhirnya Combiphar Players Championship hari ini sekaligus menunjukkan keberhasilan ketiga peran serta Combiphar untuk mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat, di antaranya dengan olahraga golf, sekaligus mendorong para atlet Indonesia untuk mencatatkan prestasi di negeri sendiri.

Leave a comment