Wakil Asia meraih hasil meyakinkan pada akhir pekan dengan Anirban Lahiri dan Jazz Janewattananond menikmati hasil positif pada PGA TOUR dan European Tour.

Ada hal yang kontras yang tercipta di dua sirkuit golf papan atas dunia pada hari Minggu (27/9) kemarin. Meskipun wakil Asia harus menunda menikmati kemenangan yang didambakan para penggemarnya, beberapa nama berhasil mengetuk pintu juara tersebut, yang menunjukkan arah positif dalam karier masing-masing.

Zhang Xinjun memulai putaran final Corales Puntacana Resort & Club Championship dengan berjarak hanya empat stroke dari puncak klasemen. Setelah membukukan skor yang cemerlang dalam tiga putaran pertama, 66, 69, dan 68, pegolf asal Shanxi ini harus mendapat bogey dan double bogey secara berturut-turut di hole 5 dan 6. Meski kemudian mendapat birdie di hole 9, dua bogey di hole 10 dan 11 memperberat langkahnya. Dan hingga akhir putaran final itu, ia hanya bisa menambah dua birdie lagi, yang hanya cukup membuatnya harus puas bermain dengan skor 2-over 74.

Dua tahun silam, Corales Puntacana Resort & Club Championship memberinya finis lima besar pertama dalam karier PGA TOUR Zhang. Namun, dengan skor total 11-under 277, ia harus menuntaskan pekan di Republik Dominika ini di peringkat T11. Bukan hasil yang buruk memang, mengingat skor total kali ini sebenarnya sama dengan yang ia raih pada 2018 lalu.

Selain itu, dari sisi jumlah hadiah yang ia peroleh, Zhang juga kali ini membawa pulang cek senilai US$93.000 atau lebih besar US$1.312 ketimbang dua tahun silam. Semua ini berkat sponsor yang meningkatkan hadiah total dari US$3 juta menjadi US$4 juta untuk tahun 2020 ini.

Ketika Zhang harus turun peringkat lantaran bermain over, Anirban Lahiri berhasil menikmati sepuluh besar pertamanya sejak Mayakoba Golf Classic di Meksiko pada tahun 2018. Jika kala itu ia finis di peringkat T10, kali ini Juara Indonesian Masters 2014 ini mencatatkan hasil terbaiknya untuk musim 2020-2021 dengan finis di peringkat T6.

”Target saya ialah bisa berada di beberapa grup terakhir atau kalau bisa malah menjadi pemimpin klasemen.” — Anirban Lahiri.

Ketika memulai turnamen ini, Lahiri tidak memesan penerbangan pulang ke rumahnya di Florida. Ia malah memesan tempat pada penerbangan carteran menuju Sanderson Farms Championship, meskipun kala itu ia hanya menjadi pemain cadangan urutan ke-9. Namun, dengan finis sepuluh besar kali ini, ia dipastikan berhak bermain di Country Club of Jackson.

”Saya merasa permainan saya sedang bagus setelah turnamen pertama di Napa. Saya mendapatkan skor yang bagus untuk mengakhiri turnamen tersebut sehingga bisa bermain di sini (Punta Cana). Jelas saya ingin terus membangun momentum dan semoga hasil kali ini bisa saya bawa ke depan dan berharap bisa bermain sedikit lebih baik lagi,” ujar Lahiri, yang finis T36 pada Safeway Open.

”Saya merasa sangat kecewa dengan hasil permainan dalam beberapa musim terakhir, apalagi dengan peluang mengikuti turnamen yang saya dapatkan. Jadi, saya mesti mengikuti beberapa turnamen yang ingin saya ikuti. Pada musim gugur ini saya bisa mendapat lebih banyak kesempatan dan saya perlu memanfaatkannya. Semoga saya bisa makin dekat untuk lebih bersaing memperebutkan gelar pada hari Minggu. Saya memang mendapat peluang, tapi targetnya ialah bisa berada di beberapa grup terakhir atau kalau bisa malah menjadi pemimpin klasemen.”

Pada putaran final kemarin, Lahiri membukukan empat birdie dengan dua bogey yang memberinya skor 2-under 70. Ia menuntaskan petualangan di Domikia kali ini dengan berbagi peringkat keenam dengan pegolf Amerika, James Hahn dengan skor total 13-under 275.

Wakil Asia lainnya, Bae Sangmoon finis di peringkat T28 setelah membukukan skor 6-under 66 pada putaran final dengan skor total 8-under 280. Rekan senegaranya, Kim Joohyung finis di posisi T33 setelah bermain dengan skor total 7-under 281. Bagi Kim, hasil pada pekan ini merupakan finis terbaiknya selama bermain pada ajang PGA TOUR setelah sebelumnya finis di peringkat T67 pada turnamen awal musim 2020-2021, Safeway Open.

Skor 71 pada hari terakhir ikut memperbaiki peringkat C.T. Pan sehingga menuntaskan turnamen ini di posisi T61 dengan 3-under 285. Sementara Kiradech Aphibarnrat dan Arjun Atwal sama-sama mencatatkan skor total 1-under 287 dan berbagi peringkat ke-70 bersama Zac Blair.

 

 

Hudson Swafford akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang setelah membukukan skor total 18-under 270 setelah bermain dengan skor 69. Permainan buruk Adam Long ikut membantunya kembali meraih kemenangan. Ini merupakan gelar kedua bagi Swafford setelah pada tahun 2017 menjuarai ajang CareerBuilder Challenge.

Jazz Finis T3 di Irlandia
Sementara di ranah Eropa, Jazz Janewattananond sempat mencuri perhatian setelah menjadi salah satu pesaing kuat untuk memenangkan ajang Dubai Duty Free Irish Open, yang dimainkan di Galgorm Spa & Golf Resort. Ia sempat mempertahankan performanya dengan bermain 3-under hingga hole 10, sebelum kemudian mendapat bogey di hole 12, double bogey di hole 14, dan satu bogey lagi di hole 16. Dengan hanya dua birdie tambahan di enam hole terakhirnya, ia harus puas finis di peringkat ketiga, bersama pegolf Australia Maveric Antcliff dengan skor total 7-under 273.

Bagi Jazz, ini merupakan hasil terbaiknya selama bermain pada ajang European Tour. Pengalaman bersaing seperti ini akan meningkatkan keyakinannya untuk mengukuhkan statusnya di Benua Biru ini, terutama setelah merajai kancah Asian Tour pada musim 2019 lalu.

Dari Irlandia, Jazz akan bertolak ke Skotlandia untuk mengikuti ajang Aberdeen Standard Investments Scottish Open di The Renaissance Club, sebelum kemudian menuju Wentworth untuk ajang flagship European Tour, BMW PGA Championship.

Untuk kedua kalinya dalam tiga turnamen terakhir yang ia mainkan, John Catlin meraih kemenangan. Catlin memastikan keunggulan dua stroke atas pegolf Inggris Aaron Rai setelah mencatatkan tujuh birdie dengan satu bogey pada putaran final kemarin. Gelar di Irlandia ini menjadi yang kedua bagi Catlin setelah sebelumnya menjuarai Estrella Damm N.A. Andalucía Masters.