Bagaimana jadinya jika seorang pemain remaja memimpin dalam sebuah turnamen? Bukan sembarang turnamen, melainkan dalam sebuah ajang Asian Tour? Meskipun kemenangan tidak diraih pada hari pertama, tapi bekal pada hari pertama jelas penting. Dan itulah yang dilakukan Suradit Yongcharoenchai ketika kemarin (25/10) ia berada di puncak klasemen Panasonic Open India.

Pegolf berusia 19 tahun itu mencatatkan skor 6-under 66 di lapangan legendaris, Delhi Golf Club. Ia bermain dengan tujuh birdie dan mendapat satu bogey untuk berada di posisi teratas.

Suradit seakan melanjutkan permainan bagusnya ketika berlaga di Pakistan dua pekan lalu. Kala itu ia finis di tempat kelima, dan kini berniat untuk mengikuti jejak rekan senegaranya, Tirawat Kaewsiribandit, yang melakukan terobosan besar dalam karier profesionalnya saat menjadi juara di Pakistan.

“Saya merasa sangat puas dengan permainan saya. Ada banyak fairway yang bisa saya pukul, dan pukulan tee saya juga sangat bagus hari ini (kemarin) dan itulah yang menjadi kunci supaya bisa main bagus di sini. Permainan iron saya juga sangat bagus sehingga saya mendapat banyak peluang birdie,” jelas Suradit.

Sadar bahwa fairway di Delhi Golf Club sempit, Suradit menambahkan bahwa dirinya tidak membawa driver sama sekali.

Tapy Ghai, salah satu pegolf tuan rumah yang membukukan skor 5-under 67 pada hari pertama. Foto: Asian Tour.

“Saya tahu fairway di sini sangat sempit. Saya meyakinkan diri saya untuk fokus pada tiap pukulan tee,” ujarnya lagi.

“Memang saya lagi dalam kondisi yang bagus. Saya finis T5 di Pakistan dua pekan lalu dan menjadi salah satu runner-up ketika terakhir bermain di India dua bulan lalu. Sejauh ini saya belum mengubah rutinitas saya dan masih berusaha melakukan apa yang sudah saya lakukan.”

Ia menambahkan kemenangan Tirawat dua pekan lalu turut memotivasinya untuk bisa main bagus. Mereka berteman dekat dan sering berbagi kamar ketika mengikuti turnamen di luar negeri. “Semoga saja saya bisa melanjutkan performa bagus saya dan berusaha menang pekan ini,” katanya.

Sempitnya fairway di Delhi Golf Club tergambar pula dari ketatnya persaingan pekan ini. Meski memimpin, Suradit hanya unggul satu stroke dari dua pemain tuan rumah Ajeetesh Sandhu dan Tapy Ghai, dan Siddikur Rahman asal Bangladesh. Ketiga pemain ini sama-sama membukukan skor 67 pada hari pertama.

Sandhu mendapati bahwa ia tidak menampilkan permainan terbaiknya, meskipun hal tersebut cukup memberinya modal pada hari pertama. Ia menyebut salah satu kunci pada hari pertama ialah kondisi cuaca yang bersahabat.

“Saya selalu memikirkan semua kenangan indah itu tiap kali saya bermain di sini. Semua itu selalu menginspirasi saya.” – Siddikur Rahman

“Cuaca cukup hangat, tidak ada angin, jadi cukup mudah bermain hari ini (kemarin),” ujarnya.

Siddikur, yang tengah membutuhkan kemenangan untuk mengamankan kartu Asian Tour pada musim 2019, berhasil bermain dengan skor 67 untuk berbagi tempat kedua. Dengan berbagai kekhawatiran, termasuk cedera yang kerap kambuh, Siddikur menikmati cuaca yang bagus pada hari pertama.

Terlebih ia memiliki banyak kenangan indah di Delhi Golf Club. Tahun 2013, ia meraih gelar Asian Tour keduanya di sini, dan berhasil enam kali masuk sepuluh besar dalam turnamen-turnamen Asian Tour lain yang dimainkan di lapangan yang sama.

“Saya selalu memikirkan semua kenangan indah itu tiap kali saya bermain di sini. Semua itu selalu menginspirasi saya. Saya kira saya takkan melakukan perubahan dalam permainan saya ke depannya,” ujarnya.

Permainannya kali ini sekaligus menandakan kembalinya Siddikur ke Delhi Golf Club, setelah absen dalam dua turnamen terakhir yang dimainkan di sini.

Siddikur Rahman memulai hari pertama Panasonic Open India dengan mengandalkan kenangan indah yang ia torehkan selama bermain di Delhi Golf Club. Foto: Asian Tour.

“Bisa kembali dan mendapat skor yang bagus itu membuat saya sangat bersemangat sekarang. Saya selalu senang bisa datang dan main di sini karena ini merupakan salah satu lapangan favorit saya di Tour.”

Juara bertahan Shiv Kapur kemarin bermain dengan skor 2-under 70 dan menjadi salah satu pemain yang berada di peringkat 16 pada akhir hari pertama.

Turnamen yang memperebutkan total hadiah sebesar US$400.000 ini menjadi bagian dari Panasonic Swing, rangkaian turnamen yang digelar di Thailand, India, Indonesia, Malaysia, dan Jepang. Seri ini telah dimulai pada Thailand Open 2018 lalu, dan menjadi rangkaian turnamen yang memberikan hadiah uang, masing-masing senilai US$70.000, US$50.000, dan US$30.000 bagi pemain yang berhasil finis di tempat pertama, kedua, dan ketiga dalam klasemen Panasonic Swing. Edisi pertama dimenangkan oleh Shiv Kapur, yang juga menjuarai Panasonic Open India.

Ikuti perkembangan Panasonic Open India pekan ini melalui situs resmi Asian Tour, atau unduhlah aplikasi Asian Tour pada ponsel Anda. Aplikasi tersedia dalam sistem operasi Android dan iOS.

Leave a comment