Publik golf Indonesia patut berduka akhir Juni lalu setelah pegolf legendaris Sukamdi berpulang, persis pada 30 Juni 2016 lalu. Almarhum harus mengakhiri pertarungannya dengan kanker usus yang telah ia derita selama beberapa waktu.

Kabar berpulangnya pegolf amatir tersukses Indonesia ini diterima redaksi melalui salah seorang wartawan senior yang mendapat kabar langsung dari kakak almarhum, Suparman. Sukamdi meninggal dunia persis pukul 04:47 di Medan, Sumatra Utara.

Sepanjang sejarah golf Indonesia, nama Sukamdi pantas disandingkan dengan nama Kasiadi sebagai pegolf tersukses Indonesia. Semasa amatirnya, Sukamdi telah menorehkan prestasi yang belum pernah sanggup diulangi oleh pegolf Indonesia mana pun hingga saat ini, yaitu menjuarai kelas individu Putra Cup sebanyak empat kali.

Prestasinya itu ia torehkan dalam rentang waktu sewindu. Prestasi individunya pada 1988 sekaligus menjadi prestasi pertama yang pernah diraih pemain Indonesia—sebelumnya Indonesia pernah menjuarai Putra Cup dalam kategori beregu, yaitu pada 1977 dan 1978.

Empat tahun kemudian, Sukamdi kembali memenangkan kategori individu. Dan dua tahun setelah itu, secara berturut-turut ia kembali mengharumkan nama bangsa dengan menjuarai kategori individu pada 1994 dan 1995.

Sepanjang sejarah Putra Cup, Sukamdi berada di tempat kedua sebagai pegolf yang mencatatkan kemenangan individual terbanyak, yaitu empat kali. Pemain yang mencapai prestasi serupa ialah Prom Meesawat (1999-2002). Prestasi terbaik ditorehkan oleh Luis Siverio dari Filipina yang 7 kali menjuarai gelar individu.

Karier amatir almarhum tak hanya dihiasi dengan keberhasilan pada ajang Putra Cup. Sejumlah prestasi amatir lainnya termasuk ketika ia menjuarai Singapore Amateur Open 1977. Ia juga berhasil meraih medali emas SEA Games 1991 di Manila, Filipina.

Bintang gemilang Sukamdi memang telah bersinar bahkan ketika ia masih junior. Kala itu, ia sempat menjuarai Piala Presiden Republik Indonesia sebanyak 3 kali berturut-turut, 2 kali menjuarai Ali Said Cup, dan menjuarai Jakarta Circuit dan Indonesia Amateur Open. Ia juga terbukti menjadi lawan yang tangguh bagi pegolf tersukses Thailand, Thongchai Jaidee dan pernah beberapa kali menaklukkan Thongchai.

Sempat bekerja pada Bank Indonesia di Medan, Sumatra Utara, Sukamdi sempat berniat pensiun dini untuk melangkah sebagai pegolf profesional. Sayangnya, setelah beralih pro pada 2000, kariernya tak secemerlang tatkala ia masih berstatus amatir.