Belajar dari kegagalan tahun lalu, pegolf kidal asal Amerika Serikat Paul Peterson kemarin (1/9) berhasil bermain luar biasa pada ajang Omega European Masters di Crans-sur-Sierre Golf Club, Swiss dan berbagi tempat teratas dengan catatan 6-under 64.

Tahun lalu Peterson gagal lolos cut, tapi kali ini ia tampaknya tak berniat untuk mengulangi kesalahan dan berhasil mencatatkan 7 birdie dengan 1 bogey. Skor yang sama juga diperoleh pegolf asal Inggris Daniel Brooks dan duo Prancis, Michale Lorenzo-Vera dan Gregory Havret.

Performa Peterson yang merupakan anggota Asian Tour sejak 2014 ini merupakan lanjutan dari kemenangan perdana dalam kariernya pada Czech Masters beberapa hari sebelum turnamen ini digelar.

”Ini awal yang lebih baik daripada tahun lalu. Saya merasa sangat puas bisa mengawali dengan baik. Saya membaca green dengan sangat baik dan menempatkan bola dengan baik pula. Saya masih melanjutkan permainan wedge yang kuat, jadi saya sangat gembira,” tutur Peterson.

”Sungguh menyenangkan bisa bermain di lapangan ini lagi. Tahun lalu adalah yang pertama kalinya buat saya. Tapi hasilnya menunjukkan perubahan besar pada tahun ini. Beberapa hal memang membuat saya khawatir sebelumnya. Kini saya bisa melihat ke mana saya mesti memukul bola dan bisa melakukannya dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, sang juara bertahan, Danny Willet, yang berada satu stroke di belakang Peterson, menandai putaran pertamanya dengan eagle di hole terakhir dengan catatan 5-under 65. Raihan serupa juga diperoleh pegolf China, Li Haotong, pegolf Australia Marcus Fraser dan Scott Hend.

”Pemanasan saya kurang baik pagi ini (kemarin pagi). Saya bisa menempatkan bola dengan baik di beberapa hole dan merasa sedikit lebih baik. Setelah enam hole, saya mulai melakukan beberapa pukulan yang bagus. Lapangan ini cukup memuaskan saya untuk beberapa alasan. Saya menggulirkan bola dengan baik dan tak mengira bisa bermain dengan skor 65 pagi in,” kata Willett.

Berbeda dengan Willett, Li yang menjuarai Volvo China Open bulan Mei lalu, berhasil mengembalikan permainannya setelah sempat mendapat dua bogey.

”Awal yang berat buat saya, tapi saya masih bisa main bagus setelah kedua bogey tersebut. Ada banyak peluang birdie dan saya bisa memasukkan banyak putt. Saya lebih konsisten ketimbang beberapa pekan lalu. Sekarang saya berlatih dengan pelatih baru dan sepertinya mulai kelihatan hasilnya,” ujar Li.

Adapun Scott Hend, pemegang sembilan gelar Asian Tour yang saat ini memimpin Order of Merit, juga merasa puas bisa bermain dengan skor 65.

”Lapangan ini tidak cocok dengan permainan saya,” ujarnya. ”Ini jenis lapangan yang sangat presisi, kalau Anda lihat dari para juara sebelumnya. Ini bukan lapangan di mana Anda bisa sekadar memukul bola. Butuh banyak kesabaran di sini.”

”Kami main pukul 8:00 pagi dan pada sembilan hole pertama, bola tak bisa dipukul jauh, tapi seiring makin panas badan, Anda mulai bisa menambah 3 atau 5 yard pukulan iron. Bisa sangat sulit buat mereka yang baru pertama kali main di sini,” tutup Hend.

Omega European Masters merupakan satu-satunya gelaran kerja sama Asian Tour dan European Tour di Benua Eropa. Turnamen ini sudah menjadi turnamen bersama kedua Tour tersebut sejak 2009.