HSBC Women’s World Championship telah terbukti mendorong prestasinya, dan hal serupa juga menjadi harapan Park Sunghyun ketika memulai upayanya mempertahankan gelarnya pekan ini.

Dua tahun lalu, kemenangan HSBC Women’s World Championship, yang merupakan turnamen kedua dari musim 2019 LPGA terbukti menjadi pemicu bagi serangkaian prestasi bagi Park Sunghyun. Selain membukukan lima finis di sepuluh besar, dua di antaranya di tiga besar, Park meraih satu kemenangan lagi lewat ajang Walmart NW Arkansas Championship presented by P&G.

Sayangnya, pada penghujung musim, pegolf yang sempat menjadi No.1 Dunia usai kemenangannya di Singapura itu, harus mengalami cedera. Sejak saat itu, para penggemarnya harus menghadapi fakta bahwa pegolf idola mereka ini harus menjalani masa-masa yang berat.

”Saya harus absen untuk jangka waktu yang cukup panjang. Dan saya pikir, cedera ini juga telah banyak mengubah swing saya, dan saya yakin swing saya mesti ditingkatkan lagi,” tutur pegolf yang kini menempati peringkat 14 pada Rolex Rankings ini.

”Saya tidak bisa melakukan swing dan saya benar-benar kehilangan swing saya yang sebelumnya.”

Selama setidaknya tiga bulan ia sama sekali tidak bisa berlatih dan harus memendam kerinduannya untuk segera kembali berkompetisi. Ia menyebut periode rehabilitasi itu sebagai periode terberat dalam kariernya.

 

 

”Saya tidak bisa berlatih. Saya pikir hal yang paling sulit pada saat itu ialah saya harus menyaksikan para pemain lain melalui TV sementara saya tak bisa melakukan apa-apa. Namun, oleh karan itulah, saya yakin kalau saya adalah pemain sebagaimana adanya saya pada hari ini karena mencurahkan perhatian untuk pemulihan dan rehabilitasi, dan saya yakin permainan saya akan meningkat,” jelasnya.

Satu hal yang patut ia syukuri ialah bahwa kini bahunya tak lagi merasa sakit. Meskipun saat ini jarak pukulnya berkurang jauh ketimbang tahun 2019, ia masih mengusung percaya diri untuk kembali ke permainan terbaiknya. Baginya, jika ia bisa terus meningkatkan swing-nya, jarak pukul tersebut akan kembali bertambah dengan sendirinya.

”Kemenangan di sini (tahun 2019) benar-benar meningkatkan rasa percaya diri saya. Biasanya saya tidak bermain dengan baik pada awal musim, tapi kemenangan di Singapura waktu itu benar-benar membuat saya bisa bermain lebih nyaman sepanjang musim, yang kemudian memberi kemenangan pada ajang Walmart,” sambungnya.

Sepanjang pekan yang memberinya gelar LPGA ketujuh itu, Park benar-benar tampil dalam fokus yang sangat tinggi. Fokusnya itulah yang kemudian memberinya banyak birdie pada putaran final itu, yang turut membantunya mencatatkan skor 8-under 64, sekaligus kemenangan.

”Saya ingat, waktu itu saya tidak kehilangan fokus sampai akhir dan berusaha membuat banyak birdie. Saya malah tidak tahu kalau saya dalam persaingan juara dan dalam putaran final, tapi saya memang sangat fokus saat itu,” tuturnya.

”Kenangan manis di sini, menurut saya, akan memberi percaya diri yang lebih untuk bermain pekan ini.” — Park Sunghyun.

”Memang belakangan ini saya belum bermain dengan baik, tapi kenangan manis (ketika menang di Singapura) di sini, menurut saya, akan memberi percaya diri yang lebih untuk bermain pekan ini.”

Park, yang sempat memainkan putaran latihan pagi tadi, juga menyadari bahwa Sentosa Golf Club telah melakukan sejumlah perubahan di Tanjong Course.

”Saya hanya memainkan sembilan hole pertamam hari ini, dan menyadari kalau hole 3 telah berubah sepenuhnya. Hole ini menjadi lebih panjang, juga lebih sulit. Green-nya memiliki banyak gelombang. Jadi, saya mesti memikirkan ulang cara saya memainkan hole ini,” tuturnya.

Pandemi COVID-19 memang memaksa ajang ini tidak bisa dilangsungkan pada tahun 2020 lalu. Namun, bagi Park, kondisi tersebut jelas memberinya waktu untuk bisa memulihkan permainannya agar bisa lebih siap menghadapi para pegolf terbaik dunia lainnya pada pekan ini. Meskipun hasilnya pada beberapa turnamen terakhir jauh dari harapan dan standard permainannya, toh ia masih memiliki bekal berharga untuk bisa menjadi pegolf pertama yang mempertahankan gelar pada ajang ini.

”Saya sudah pernah menang di sini tahun 2019 dan saat ini cedera saya sudah tidak memberi efek apa-apa. Jadi, saya senang bisa kembali dan bermain di Singapura. Sayangnya, oleh karena kondisi saat ini, para penggemar tidak bisa menyaksikan langsung. Jadi, saya juga ingin berterima kasih kepada para penggemar di Singapura yang memberi semangat. Saya akan berusaha sebaik mungkin supaya bisa main bagus.”