Park Inbee kembali ke HSBC Women’s World Championship pekan ini dan berniat memaksimalkan performa putting-nya.

Pemegang dua gelar HSBC Women’s World Championship Park Inbee kembali ke Sentosa Golf Club dengan bermodalkan serangkaian hasil yang solid dalam kompetisi pada musim 2021 ini. Sebuah kemenangan dan sekali runner-up menggambarkan performanya yang sedemikian solid.

Dari empat turnamen yang ia mainkan pada tahun ini, hasil terburuknya hanya ketika ia finis T15 pada ajang HUGEL-AIR PREMIA LA Open pekan lalu. Sebelumnya, ia mencatatkan finis T2 pada LOTTE Championship sepekan sebelumnya, dan finis T7 pada ajang Major pertama, ANA Inspiration. Dan kala mengikuti turnamen LPGA pertamanya tahun ini, ia mewujudkan kemenangan ke-21 dalam kariernya dengan menjuarai Kia Classic.

”Saya sangat menikmati pertandingan pekan lalu, dan sudah tentu lapangan di LA adalah lapangan yang sangat sulit. Saya pikir turnamen itu menjadi latihan yang sangat baik menuju pekan ini,” tutur Park.

”Singapura jelas menjadi tempat yang spesial buat saya dan saya sangat menyukai negara ini, dan saya merasa sangat senang bisa berada di sini. Meskipun kami harus berada di kamar sepanjang pekan, saya masih akan menikmati makanan yang sangat lezat dengan sistem pengantaran yang sangat baik”

 

Park Inbee meraih gelar kedua HSBC Women’s World Championship pada 2017, yang menjadikannya pegolf tersuses sepanjang sejarah ajang ini. Foto: Getty Images.

 

HSBC Women’s World Championship pekan ini memang menjadi turnamen besar pertama yang digelar di Asia Tenggara kondisi pandemi. Setelah menempuh perjalanan 17,5 jam dari LA ke Singapura, Park dan para pemain lainnya harus langsung ke hotel, menjalani proses pemeriksaan, dan kemudian harus menghabiskan 12-14 jam di ruang karantina. Itu berarti mereka harus berada di dalam ruangan sekitar 30-40 jam.

”Saya segera keluar sepagi mungkin karena ingin keluar dari kamar dan menikmati udara segar dan melihat lapangan. Kehidupan benar-benar berubah dalam beberapa tahun ini. Ada banyak prosedur yang harus kami ikuti, protokol keselamatan yang harus diikuri agar bisa mengikuti turnamen golf. Sulit memang, tapi saya sangat bersyukur untuk kesempatan ini.

”Jelas keputusan untuk menggelar turanmen ini merupakan sesuatu yang sulit, tapi saya sangat bersyukur mereka memutuskan mengadakan turnamen ini supaya kami bisa kembali ke sini dan bermain. Saya merasa sangat, sangat senang bisa kembali ke Singapura dengan begitu banyak kenangan berkesan di sini.

Park memang tidak pernah absen dari turnamen ini, sejak pertama kali mengikuti ajang ini pada edisi perdana, tahun 2008. Ia kemudian memenangkan ajang ini pada tahun 2015 dan dua tahun kemudian meraih kemenangan kedua, yang menjadikannya pegolf paling suskes sepanjang sejarah turnamen ini.

”Putting akan menjadi kunci yang penting pekan ini.” — Park Inbee.

Pekan ini Park akan bermain dengan ditemani sang suami, yang juga merupakan pelatihnya, Nam Gihyeob, sebagai kedi.

”Dia menjadi kedi saya sekali pada tahun lalu di Skotlandia. Dia menjalankan tugasnya dengan sangat baik dan kami sangat menikmati pengalaman tersebut. Namun, sudah ejlas kondisinya sangat berbeda di sana. Skotlandia memang basah, tapi tidak panas. Pekan ini kami akan berjuang menghadapi panas, jadi kami harus benar-benar istirahat dengan baik pekan ini,” ujarnya.

Kembali bermain di Tanjong Course, Sentosa Golf Club, Park menilai lapangan ini bisa memberi banyak peluang birdie selama bisa memaksimalkan putting. Itu sebabnya, ia berniat untuk membaca green dengan tepat dan mendapatkan kecepatan yang ideal di sekitar green.

”Putting akan menjadi kunci yang penting pekan ini. Sudah jelas saya juga harus melakukan pukulan kedua sedekat mungkin ke pin. Sudah pasti itulah yang harus kami lakukan pekan ini,” jelasnya.