Menjelang penyelenggaraan BNI Indonesian Masters presented by Zurich yang dimulai pada Kamis, 6 Oktober 2016 ini, para pemain lokal siap bersaing dengan para pegolf terbaik Asian Tour. Kesiapan ini diungkapkan beberapa di antaranya dalam kegiatan media gathering pada 30 September lalu.

Meskipun mengaku persiapannya tidak terlalu berbeda dengan ketika mengikuti BNI Indonesian Golf Tour presented by OB Golf & Ancora Sports, Rinaldi Adiyandono mengaku persiapannya ia rancang agar bisa mencapai puncak permainan pada turnamen pekan ini.

”Ini salah satu turnamen yang terbesar di Indonesia, jadi mungkin ini salah satu target saya bermain dengan baik karena mencari peak [performance] saat turnamen yang besar [seperti ini], yang saya targetkan bermain dengan bagus,” tutur Rinaldi.

Sempat mengalami cedera beberapa waktu lalu, Rinaldi kini mengaku kondisi fisiknya juga sudah lebih baik.

”Dari sisi mental, saya berpikir untuk main happy saja, maksudnya, enjoy saja, menikmati sekitarnya. Nanti kalau kita enjoy, tidak terlalu banyak ekspektasi, mudah-mudahan hasilnya lebih baik,” imbuh juara Indonesian Golf Tour Grand Final 2014 ini.

Jordan Irawan, yang saat ini berada di peringkat ketiga Order of Merit PGA Tour of Indonesia akan menjalani keikutsertaan yang kelima tahun ini, berharap tahun ini ia bisa memperbaiki prestasinya pada ajang ini. Sejak pertama kali berpartisipasi pada 2012, Jordan memang belum sekalipun lolos cut.

”Saya sih berharap, tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sekarang saya lebih dewasa, lebih bisa mengontrol emosi, semoga tahun ini bisa lebih bagus dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Jordan.

Seperti halnya Jordan dan Rinaldi, pegolf asal Jawa Timur, Joshua Andrew Wirawan, yang kini berada di peringkat 5 Order of Merit, akan menjalani BNI Indonesian Masters presented by Zurich yang kedua kalinya.

”Persiapan hampir sama seperti turnamen lain ya, cuma ini mainnya (berlatih di lapangan) lebih sering. Sebelumnya saya sudah dua kali main, lalu pada official practice round akan latihan lagi,” papar pemain yang akrab disapa Andrew ini. ”Dua kali bermain di sini, saya sudah tahu akan menempatkan bola di mana. Target saya bermain sebaik mungkin, tidak ada target lain.”

Selain para pemain muda tersebut, sejumlah pemain senior juga tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi turnamen pekan ini. Rudi Anto, pegolf yang berdomisili di Riau ini, sudah sejak pertengahan pekan lalu berlatih di Royale Jakarta Golf Club.

Pegolf yang sempat mengalami frustrasi sampai akhirnya mencapai titik balik dengan menjuarai IGT Seri II di Padang Golf Halim tahun lalu ini mengakui salah satu kelemahannya ialah pemetaan lapangan.

”Makanya saya sudah mulai datang sejak hari Rabu (28/9) lalu supaya bisa lebih mengenali lapangan,” tutur Rudi.

Adapun pegolf asal Medan, Kurnia Herisiandy Santoso saat ini berusaha menata kembali aspek mentalnya. Kurnia yang pada 19-27 September lalu mendampingi atlet Sumatra Utara (Sumut) dalam cabang olahraga golf pada Pekan Olahraga Nasional XIX Jawa Barat, mengaku kegagalan atlet Sumut itu cukup mengusik persiapannya.

”Dua hari ini saya masih terbawa emosi makanya mau latihan juga belum bisa maksimal. Mudah-mudahan dua-tiga hari ini saya bisa pulih kembali,” kata Kurnia. ” Kalau mereka (atlet Sumut) gagal, jangan sampai saya gagal. Ini menjadi spirit buat saya, mudah-mudahan saya bisa bangkit.”

BNI Indonesian Masters presented by Zurich akan mempertemukan bintang-bintang golf Indonesia dengan para jawara Asian Tour. Setidaknya, 30 juara Asian Tour akan berpartisipasi dalam gelaran yang memasuki tahun keenam ini. Selain Thongchai Jaidee, juara tahun 2014 Anirban Lahiri juga akan berusaha menemukan permainan terbaiknya di Jakarta. Bintang muda asal Korea, Wang Jeung-hun, pegolf India yang baru melakukan comeback di Korea, Gaganjeet Bhullar juga akan meramaikan ajang kali ini.