Para pemain debutan menuai hasil prima dengan memberikan kontribusi poin yang sangat penting bagi Tim Asia pada perhelatan dua tahunan EurAsia Cup presented by DRB-HICOM yang dimulai Jumat (12/1) ini.

Pegolf asal China Li Haotong, misalnya, melakoni debut yang sangat penting ketika mencatatkan birdie yang sangat penting di hole terakhir untuk membawa Tim Asia mengungguli Tim Eropa pada partai Fourball.

Duet pegolf berusia 22 tahun tersebut bersama pegolf Malaysia Nicholas Fung terbukti sukses membuat frustrasi Tim Eropa yang diwakili oleh pegolf Austria Bernd Wiesberger dan pegolf Spanyol Rafa Cabrera Bello. Mereka memaksa duet Eropa tersebut berbagi setengah poin yang membawa Tim Asia unggul 3½-2½ di Glenmarie Golf and Country Club, Kuala Lumpur, Malaysia.

”Saya sangat gembira bisa membantu Tim Asia menciptakan rekor baru ini,” tutur Li seusai partai Fourball ini. ”Saya pikir saya mendapat banyak birdie hari ini. Saya main bagus sepanjang hari ini, padahal saya merasa berada di bawah tekanan di hole pertama. Tapi saya benar-benar tak ingin kalah jadi, ini perasaan yang sangat, sangat bagus.”

Namun, duet dua pemain debutan lainnya, yaitu pegolf Korea Kang Sunghoon dan pegolf Thailand Poom Saksansin bahkan berhasil menambah frustrasi Tim Eropa. Meski baru pertama kali bermain bersama, Kang dan Poom seolah sudah menjadi rekan sejiwa ketika berhasil menaklukkan pemenang Major asal Swedia Henrik Stenson yang berpasangan dengan pegolf Perancis Alexander Levy dengan skor meyakinkan 5&4.

”Kami mengawalinya dengan sangat meyakinkan dan menciptakan delapan birdie di delapan hole pertama,” tutur Kang terkait duetnya dengan Poom. ”Kami berusaha agar tidak kehilangan fokus dan setelah berhasil menuntaskan partai ini dengan meyakinkan, jelas hari ini terasa sangat indah.”

Kang mengakui kondisi green di Glenmarie Golf and Country Club terbilang sulit dibaca. ”Jadi, tiap kali hendak melakukan putting, saya selalu bertanya pada Poom, ke mana bola bakal bergulir dan saya mendengar nasihatnya tanpa ragu, dan bola pun masuk,” sambungnya.

Peluang Tim Asia untuk menambah keunggulan masih terbuka. Menurut Kang, jika matahari bersinar terik besok (13/1), cuaca tersebut akan lebih memberi peluang bagi Tim Asia untuk bermain lebih baik.

Poin penting lain dipersembahkan oleh juara Order of Merit Asian Tour asal Malaysia Gavin Green yang berkolaborasi dengan pegolf berperingkat 36 dunia asal Jepang, Yuta Ikeda. Bermain menghadapi pasangan kuat lainnya, yaitu Thomas Pieters asal Belgia dan Matthew Fitzpatrick asal Inggris, Green dan Ikeda unggul 2&1.

Gavin mengaku puas dengan duetnya bersama Ikeda. Ia menyebut kombinasi keduanya ini merupakan kombinasi yang tak hanya nyaman, tapi juga sukses memberi poin penting bagi Tim Asia.

”Awalnya kami agak gugup juga, tapi kami berhasil bertahan dan memukul balik. Ikeda sukses melakukan eagle yang hebat di hole 11, lalu beberapa kali melakukan pukulan yang menyelamatkan poin, lalu birdie di hole 15 dan birdie lagi di hole 17. Jadi, ini hasil yang meyakinkan buat kami,” tutur Gavin.

Pemain paling muda dalam Tim Asia, Phachara Khongwatmai asal Thailand juga terbukti menjadi salah satu kekuatan penting Tim Asia ketika berduet dengan pemain berpengalaman asal Jepang Hideto Tanihara. Keduanya menaklukkan duet Alex Noren dan Paul Dunne dengan 2-up.

Bermain dalam ajang EurAsia Cup pertamanya, Phachara benar-benar mendapat bantuan dari Tanihara.

”Saya barus merasa lega setelah empat atau lima hole lantaran Tanihara banyak mengajari saya. Saya merasa gugup di hole 18, tapi saya yakin teman satu tim saya bisa melakukan birdie dan ia benar-benar melakukannya,” tutur Phachara.

Tim Eropa berhasi mencuri poin berkat duet Inggris Tommy Fleetwood dan Paul Casey yang mengalahkan pasangan Kiradech Aphibarnrat dan An Byeonghun dengan 4&3. Poin lainnya berhasil diamankan oleh Ross Fisher dan Tyrrell Hatton yang menaklukkan duo asal India Anirban Lahiri dan S.S.P. Chawrasia dengan 5&4.

Kapten Arjun Atwal akan kembali menurunkan duet yang sama untuk Tim Asia ketika memainkan partai Foursome besok (13/1).