Para pegolf Indonesia yang diwakili oleh George Gandranata dan Danny Masrin siap bersaing dan berharap dapat meraih kemenangan di negara sendiri pada turnamen Bank BRI-JCB Indonesia Open yang dimulai Kamis (17/11) ini. Prestasi tersebut dipastikan bakal meningkatkan eksposur olahraga golf di negara ini.

Gandranata, yang merupakan pegolf terkemuka di Indonesia, bersama jajaran pegolf berkualitas lainnya seperti Masrin, Ian Andrew dan Jordan Irawan berada di antara 20 pegolf lokal yang bersaing di ajang bertotal hadiah US$ 300.000 yang akhirnya kembali ke jadwal Asian Tour setelah absen satu tahun.

Sebagai pegolf Indonesia pertama yang memenangkan ajang Asian Development Tour (ADT), sirkuit sekunder Asian Tour, George bertekad untuk bermain sebaik mungkin untuk menjadi pegolf Indonesia kedua yang menjuarai Indonesia Open setelah Kasiadi pada tahun 1989.

“Saya bangga dapat bermain di BANK BRI-JCB Indonesia Open. Merupakan mimpi setiap pegolf untuk bermain di turnamen Nasional Terbuka negaranya sendiri dan berusaha untuk memenangkannya. Terasa berbeda saat Anda bermain di negara Anda sendiri, tekanan itu pasti ada, namun saya suka berada di bawah tekanan. Tekanan memotivasi saya untuk bermain lebih baik,” ujarnya.

George, yang memenangkan medali perak dan perunggu di kategori tim dan individu di Southeast Asian (SEA) Games 2011, membidik Golden Trophy yang diberikan kepada pemenang BANK BRI-JCB Indonesia Open.

“Saya bermain untuk menang, namun hal tersebut tentunya tidak mudah,” kata pegolf berusia 30 tahun tersebut, yang tahun 2014 finis di posisi T15. “Saya punya harapan yang tinggi dalam ajang ini dan sama seperti semua peserta lainnya, saya ingin memenangkannya untuk negara saya. Golf telah berkembang secara perlahan di Indonesia namun seorang juara lokal akan semakin meningkatkan popularitas olahraga ini.

Masrin, yang berusia 24 tahun, berharap dapat menggunakan pengalamannya saat bermain di ADT dengan baik. Ia termasuk empat pegolf lokal yang mencapai titik tengah Indonesian Masters pada bulan Oktober yang merupakan sebuah rekor dalam ajang tersebut.

“Standar olahraga golf di Indonesia telah berkembang. Saat ini kita memiliki lebih banyak turnamen lokal dan para pemain juga mendapatkan pengalaman dengan bermain di ajang Asian Tour. BANK BRI-JCB Indonesia Open akan menjadi tambahan yang baik untuk memperkenalkan para pegolf kepada turnamen golf internasional,” kata Masrin.

“Saya telah bermain baik akhir-akhir ini dan saya berharap dapat membangun momentum ini. Saya merasa sangat bangga dapat bermain di Indonesia Open. Tentunya ini akan menjadi pekan yang menantang dengan banyaknya pemain hebat Asian Tour yang ikut serta namun saya akan fokus pada permainan saya dan mudah-mudahan saya memiliki kesempatan untuk menang di akhir pekan,” tambahnya.

Sementara itu, Ian Andrew yang rutin bertanding pada ADT, percaya bahwa BANK BRI-JCB Indonesia Open adalah turnamen yang tepat bagi dirinya untuk belajar dari para pegolf terbaik Asia.

“Saya telah belajar banyak dengan bermain di ADT namun tingkat permainannya sangat berbeda saat Anda bermain di Asian Tour. Bermain di ADT sangat menantang sehingga pengalaman saya bermain di sana akan membantu saya saat bermain di turnamen Terbuka Nasional. Saya benar-benar tak sabar ingin bermain pekan depan,” kata pegolf berusia 24 tahun tersebut.

Sebanyak 38 pegolf Indonesia, 13 di antaranya pemain amatir akan bersaing dengan para pegolf terbaik Asian Tour, di antaranya juara Indonesia Open 2013 Gaganjeet Bhullar dari India, para jawara baru Asian Tour, seperti Pavit Tangkamolprasert dan Thitiphun Chuayprakong dari Thailand dan Carlos Pigem dari Spanyol. Jeev Milkha Singh yang dua kali menjadi pegolf nomor satu Asian Tour juga akan ikut bersaing di Pondok Indah Golf Course.