C.T. Pan memanfaatkan jeda kompetisi musim dingin dengan sukses melakukan penggalangan dana di China Taipei.

Jeda kompetisi tak hanya menjadi periode persiapan menuju tahun baru atau menguji perangkat baru. Bagi C.T. Pan, jeda kompetisi pada libur musim dingin ini menjadi momen untuk melakukan penggalangan dana.

Sudah menjadi kegiatan rutin bagi Pan untuk pulang ke Taipei pada jeda musim dingin. Namun, jadwal pulang kampungnya kali ini benar-benar menjadi sangat istimewa.

Dengan bantuan sang istri, Michelle, bintang PGA TOUR ini berhasil menggalang dana hingga US$120.000 bagi First Social Welfare Foundation, yaitu organisasi yang mendukung anak-anak berkebutuhan khusus dan para tuna rungu dewasa. Penggalangan dana ini ia lakukan dengan menggelar C.T. Pan Charity Pro-Am pada pekan lalu.

”Jumlah sumbangan yang kami terima sungguh di luar harapan,” tutur pemegang satu gelar PGA TOUR ini.

Semula, Pan mendukung organisasi tersebut beberapa tahun lalu melalui sumbangan pribadinya dan dengan menyediakan makanan atau pakaian. Organisasi tersebut memiliki pusat pengembangan di seluruh China Taipei dan mendukung hampir 800 orang.

Sebagai anggota PGA TOUR, Pan lekas memahami betapa aktivitas sosial seperti ini sudah menjadi DNA dalam tubuh PGA TOUR. Ia pun langsung menyadari bahwa sebagai atlet ia bisa melakukan lebih bagi mereka yang membutuhkan. Setelah sempat memikirkan berbagai cara, ia akhirnya menggelar turnamen amal pro-am dan jamuan makan malam sebagai upaya meringankan beban organisasi.

 

C.T. Pan berfoto bersama para peserta kegiatan amal pro-am yang ia gelar di China Taipei. Foto: Dok. C.T. Pan.

 

”Mulanya kami mendukung First Social Welfare Foundation tahun 2015 dengan sumbangan dana yang kecil. Kami berkunjung ke yayasan ini bersama seorang teman dan setelah melihat kerja keras yang mereka lakukan untuk menolong anak-anak yang berkebutuhan khusus dan kaum tuna rungu dewasa ini, saya merasa tersentuh dan memutuskan untuk membantu sebisa mungkin,” jelas Pan.

”Kegiatan amal seperti ini sangatlah akrab buat saya karena saya tumbuh di keluarga miskin. Dalam karier saya, ada banyak orang yang membantu. Mereka tidak meminta pamrih dan mengingatkan kalau bisa sukes kelak, saya perlu membantu keluarga-keluarga miskin dan anak-anak berkebutuhan khusus. Saya sangat mengingat pesan mereka itu dengan jelas.”

Kegiatan amal ini berhasil mengajak 27 pegolf dan 55 tamu lainnya mendapat jamuan santap malam, yang disertai dengan kegiatan lelang. Dana hampir sebesar US$45.000 berhasil digalang melalui kompetisi golf, sedangkan US$75.000 lainnya diperoleh dari lelang barang-barang memorabilia yang ditandatangani oleh Pan.

”Kami berharap bisa mengumpulkan sekitar US$100.000 …. (Tapi ternyata) para tamu kami sangat tersentuh dan menyambut inisiatif ini. Kegiatan amal pro-am juga sangat berhasil dan saya merasa puas,” tutur Pan, yang ikut menjadi bagian dari Tim Internasional Presidents Cup 2019 ini.

”Saya sangat menikmati waktu berada di rumah seperti ini. Saya juga bisa menikmati waktu berkualitas dengan ibu, kakak dan abang saya. Sudah hampir setahun sejak terakhir saya pulang. Bisa melihat ibu saya dalam keadaan sehat sangatlah menenangkan dan kami bisa menikmati waktu bersama.”