C.T. Pan berniat untuk mempertahankan resepnya untuk meraih sukses Masters Tournament keduanya pada pekan ini.

Ketika melakoni debutnya pada bulan November 2020 lalu, C.T. Pan memastikan ia sepenuhnya menikmati pengalaman di Augusta National. Pengalaman ini termasuk mencicipi semua sandwich terkenal di sana, mengagumi pemandangan di sekitar lapangan ternama itu, dan yang terpenting ialah mengelola ekspektasinya sendiri.

Hasilnya pun mengesankan. Ia finis di posisi T7. Itulah prestasi terbaik yang pernah dibukukan oleh seorang wakil China Taipei dalam turnamen yang sangat bersejarah ini. Menjelang penampilan keduanya besok (8/4), Pan berniat mengulangi rencana yang sama.

”Saya tak sabar untuk kembali ke sana dan menikmati makanannya,” ujar Pan. ”Kami menikmati steak fillet mignon yang lezat untuk makan malam dan saya menyukai sandwich keju pimento dan sandwich telurnya. Saya pikir saya mencicipi semua sandwich yang mereka sediakan bagi kami.

”Sebagai pemain debutan, saya tak punya banyak ekspektasi dan pola pikir ini membantu saya untuk bisa lebih menikmati diri sendiri di lapangan.”

”Sebagai pemain debutan, saya tak punya banyak ekspektasi dan pola pikir ini membantu saya untuk bisa lebih menikmati diri sendiri di lapangan. Saya melihat-lihat sekitar, menikmati pemandangannya, dan menikmati semua kenangan berada pada The Masters, ajang yang saya tonton bersama ayah dan kakak ketika masih kecil dulu. Ini pengalaman yang sulit dipercaya karenab isa berada di tee pertama untuk pertama kalinya. Sangat keren buat saya.”

Pan membukukan skor 70, 66, 74, dan 68 untuk skor total 10-under 278. Hasil tersebut memberinya jaminan untuk kembali bermain pada turnamen prestisius yang tak hanya memberi Jaket Hijau, tapi juga hak bermain seumur hidup kepada pemenangnya. Pekan itu terbukti menjadi pekan yang emosional juga bagi Pan, mengingat sosok mendiang sang ayah telah menjadi bagian yang sangat penting dalam karier golfnya.

Belum lama ini ia berhasil mencapai finis di tiga besar pada The Honda Classic. Inilah sepuluh besar pertamanya sejak November 2020 lalu. Hasil meyakinkan ini ikut memberikan kerangka pikir yang positif menuju ajang Major pria pertama tahun ini.

”Pekan itu sungguh luar biasa. Waktu kecil, The Masters menjadi ajang Major pertama yang saya tonton melalui TV. Dan Masters ini menjadi lebih berarti ketimbang ajang Major lainnya. Saya ingat semua hole-nya, terutama di sembilan hole terakhir. Sekarang, karena sudah pernah main di sini dan menikmati performa yang sangat bagus dan finis di sepuluh besar, ajang ini menjadi lebih berarti lagi. (Hasil positif itu) memberi dorongan percaya diri yang sangat baik,” jelasnya.

”Putting saya cukup bagus dan salah satu alasannya ialah kala itu saya menggunakan jasa kedi setempat (Derrick Redd) dan akan menggunakan jasanya lagi,”

”Bisa kembali lagi ke sini merupakan hadiah terbaik. Sebab Anda bermain dengan gigih selama empat hari dan tahu kalau Anda bakal main lagi dalam beberapa bulan, dan perasaan ini terasa sangat spesial. Waktu kecil saya bermimpi bisa berada di sini suatu hari kelak. Yang pasti saya berharap ayah saya masih di dunia ini dan melihat saya. Setelah menuntaskan seluruh empat putaran waktu itu, kakak saya mengirimi pesan kepada saya sebab pekan itu juga terasa emosional baginya karena kami kerap menonton ajang ini bersama-sama. Pekan itu menjadi pekan yang spesial bagi keluarga kami.”

Mantan pegolf No.1 amatir dunia ini memang telah meraih satu gelar PGA TOUR, RBC Heritage, sepekan setelah kemenangan bersejarah Tiger Woods pada tahun 2019. Meski demikian, Pan harus menanti 19 bulan lagi untuk memetik hadiah paling mengesankan dalam kariernya, persis di tengah pandemi COVID-19. Ia akhirnya bisa tampil pada The Masters dan penantian itu benar-benar penantian yang layak dilakukan.

”The Masters merupakan ajang yang sangat ikonik dalam kalender PGA TOUR. Ada banyak liputan yang dilakukan di negeri saya. Pencapaian waktu itu menjadi prestasi yang besar, performa terbaik yang pernah dilakukan seorang pegolf China Taipei. Semuanya kegirangan di negara saya,” kenang Pan.

”Hal yang paling saya nantikan ialah lapangannya. Sebab lapangan ini sangat spesial, meskipun sulit dimainkan. Putting saya cukup bagus dan salah satu alasannya ialah kala itu saya menggunakan jasa kedi setempat (Derrick Redd) dan akan menggunakan jasanya lagi. T7 pada tahun lalu benar-benar memberi dorongan besar. Saya mematok target 20 besar tahun ini. Saya tahu, pasti akan ada tekanan!”