C.T. Pan membukukan finis terbaiknya pada musim 2020-2021, sementara Im Sungjae ikut mencapai finis di sepuluh besar.

Pegolf China Taipei C.T. Pan berhasil membukukan finis terbaiknya pada musim ini. Pada The Honda Classic yang baru berakhir kemarin (21/3), ia berada di peringkat T3, enam stroke dari sang juara asal Australia, Matt Jones.

Memulai putaran final dengan tertinggal empat stroke dari Jones, Pan menampilkan usaha yang luar biasa untuk mencuri birdie setelah mendapat bogey di hole 2, 14, dan 17. Ia mencatatkan birdie di hole 2, 15, dan 18 untuk meraih sepuluh besar keduanya setelah T7 pada Masters Tournament bulan November 2020 lalu.

Dengan skor total 6-under 274, ia tak hanya meraih tiga besar pertamanya musim ini, tapi juga mendapat 125 poin FedExCup, yang kini membawanya ke peringkat 80. Baginya, prestasi kali ini menjadi sangat penting lantaran membawanya ke jajaran elite 125 besar untuk bisa mengikuti FedExCup Playoff bulan Agustus mendatang.

”Performa saya sejauh ini memang naik-turun bahkan pada awal tahun ini. Rasanya ada peningkatan setiap harinya, setiap pekannya. Tinggal masalah waktu saja sampai saya bisa memaksimalkan semuanya sekaligus dan mencatatkan skor empat putaran yang bagus. Dan sudah jelas pekan ini saya bisa mewujudkannya dan saya sangat bangga akan hasil kali ini,” tutur Pan.

Bermain dalam kondisi yang berangin, Pan tampil prima di atas green dan menampilkan performa iron yang tajam. Hal ini terlihat dari statistik Strokes Gained: Putting dan Green in Regulation Pan, yang masing-masing berada di posisi 9 dan T6.

 

 

Ia juga berhasil melewati Bear Trap yang terkenal sebagai rangkaian tiga hole tersulit PGA TOUR itu. Sepanjang pekan itu, ia bisa bermain 1-over. ”Rasanya saya memang siap. Lapangan ini memang sulit, terutama dalam kondisi saat ini. Angin bisa berembus hingga 48 km/jam dan hole-hole terakhirnya, bisa main even par sepanjang pekan berarti sudah sangat bagus. Dan saya yakin telah melakukannya dan hasil kali ini menjadi bekal untuk di bawa ke depan,” tuturnya lagi.

Jelas Pan berharap bisa menciptakan tren positif.

”COVID-19 jelas mengacaukan jadwal kami. Saya selalu main lebih baik pada paruh kedua musim berjalan dan jelas kami tak memiliki cukup pemanasan pada paruh pertama (tahun lalu), jadi saya telat panas, dan tidak bisa main bagus, dan tahun lalu kesehatan saya juga kurang prima. Memang tidak terkait dengan COVID, namun pada umumnya, segala aspek kesehatan saya kurang maksimal. Dan sekarang saya senang kondisi saya bisa lebih sehat dan permainan saya terasa lebih baik,” tandasnya lagi.

Sementara itu, Im Sungjae harus melepas gelarnya kali ini setelah Jones bermain jauh lebih baik daripada seluruh peserta. Meski demikian, Im masih bisa finis di jajaran sepuluh besar. Skor total 5-under 275 miliknya menempatkannya di peringkat T8, menyusul skor even par pada hari terakhir.

Adapun Kiradech Aphibarnrat harus puas dengan skor 74 dan finis di posisi T67, sementara Satoshi Kodaira mencatatkan skor terbaiknya sepanjang pekan dengan bermain 69 dan finis di peringkat T36.