Bernhard Langer mengikuti Masters Tournament pada 12-15 November 2020 ini sebagai pegolf paling senior.

Bernhard Langer telah dua kali menjuarai Masters Tournament. Yang pertama ia raih pada 1985, tiga tahun setelah melakoni debutnya. Terakhir ia menangkan pada 1993. Pekan ini ia melakoni Masters ke-37 dalam 49 tahun karier profesionalnya. Bagaimana persiapannya dalam ajang Major yang untuk pertama kalinya digelar pada bulan November ini?

Anda tampil untuk ke-37 kalinya pada Masters Tournament pekan ini, tapi dalam usia 63 tahun, sadarkah bahwa Anda merupakan pegolf paling senior kali ini? Saya tidak tahu, tapi saya bisa melihat alasannya. Usia saya memang makin bertambah. Bak koin dengan dua sisi. Pada satu sisi, sulit mempercayai kalau saya sekarang menjadi pemain tertua, tapi di sisi lain saya sangat bersyukur bisa berkompetisi pada usia segini, tidak banyak yang bisa melakukannya.

Anda melakoni debut Masters tahun 1982 dalam usia 24 tahun, dan Anda menjadi pegolf Jerman pertama yang bisa mencapai The Masters. Apakah Anda merasa seperti orang luar ataukah merasa bersemangat telah melakukan terobosan? Perpaduan keduanya. Sangat menyenangkan bisa berada di sana karena pada saat itu satu-satunya cara untuk menjamin undangan mereka ialah memenangkan Masters atau Order of Merit European Tour pada tahun sebelumnya. Saya bisa mengikuti Masters 1982 itu dengan menjuarai Order of Merit 1981. Sungguh luar biasa akhirnya bisa bermain di Augusta dan bersaing dengan seluruh nama besar yang namanya langsung kami dengar: Jack Nicklaus, Arnold Palmer, Lee Trevino, Gary Player, nama-nama inilah yang selalu kami kagumi.

Apa kesan pertama Anda tentang Augusta National pada tahun 1982 itu? Saya langsung menyukai Augusta. Alasan utamanya ialah fairway yang lebar dan tidak ada rough, hanya daun pinus, dan ini sangat bagus buat saya karena pukulan driver saya tak selalu lurus. Akurasi iron sangat diutamakan. Itu alasan mengapa saya tidak terlalu suka bermain pada U.S. Open, tapi saya cukup bagus untuk imajinasi di sekitar green dan saya selalu menjadi pemain iron yang tangguh.

 

Sejak debutnya tahun 1982, Bernhard Langer menjuarai Masters Tournament pada 1985 dan 1993. Foto: Stefan von Stengel.

 

Dari gagal lolos cut tahun 1982, Anda memenangkan Jaket Hijau pertama tahun 1985. Apakah Anda merasa karier Anda melambung seketika itu juga? Ya, sudah pasti. Saya sudah belajar dari pengalaman pertama tahun 1982 itu, ketika saya 11 kali melakukan tiga putt dalam 26 hole dan gagal lolos cut dengan selisih hanya satu stroke. Saya sangat menikmati tahun 1985 dan rasanya saya memang layak berada di sana, seolah-olah saya merupakan salah satu pemain terbaik di dunia dan saya mestinya berpeluang menjuarai The Masters. Saya menghabiskan banyak waktu mempelajari lapangan itu dan tahun 1985 itu saya pikir saya hanya sekali melakukan tiga putt dalam 72 hole.

Pada putaran final Masters 1985 Anda bermain dengan Seve Ballesteros. Apakah bermain dengannya membuat Anda merasa nyaman, terintimidasi, atau keduanya? Tidak mesti terasa nyaman, tapi kami sudah saling kenal. Kami merupakan dua pemain yang dominan dan sering bermain bersama pada akhir pekan, bersaing memperebutkan gelar. Baru pada 1984 Seve dan saya bermain bersama pada putaran final The Open di St Andrews, pada grup kedua terakhir, ketika Seve menang dengan luapan emosi meninju udaranya yang terkenal. Sembilan bulan kemudian kami mengulanginya, berpasangan bersama pada grup kedua terakhir pada hari Minggu dalam sebuah Major, dengan Ray Floyd dan Curtis Stranged di belakang kami.

Seve dan saya saling bertolak belakang dalam banyak hal. Ia kerap meluapkan emosinya, sementara saya cenderung menyimpannya. Namun, hasilnya sama-sama bagus bagi kami. Pada putaran final itu, saya tidak terlalu fokus kepada Seve. Saya belajar untuk memainknan permainan saya sendiri dan memaksimalkannya.

Ketika bermain pada The Masters, sadarkah Anda kalau saat itu Anda mewakili negara, mewakili Eropa? Sudah pasti. Seve dan saya saling memberi selamat di tee pertama, seperti yang biasa kami lakukan, dan kami mengobrol soal membawa Jaket Hijau kembali ke Eropa. Dengan Floyd dan Strange di belakang, kami menjadi dua pegolf Eropa dan dua pegolf Amerika. Kami semua telah bermain dalam beberapa ajang Ryder Cups dan akan selalu ada persaingan antara Eropa dan Amerika Serikat, dan seluruh dunia berpikir para pegolf Amerika lebih baik. Kami ingin membuktikan bahwa para pegolf Eropa sama bagusnya.

 

Bernhard Langer berpose di depan All-New Mercedes-Benz S-Class jelang Masters Tournament. Foto: Clint Davis/Mercedes-Benz USA.

 

Anda membukukan skor 64 pada putaran final di Phoenix (pada ajang Charles Schwab Cup Championship) di level PGA TOUR Champions. Apakah Anda merasa sangat percaya diri untuk tampil pada Masters ke-37 Anda ini? Saya hampir mencatatkan skor sesuai usia saya—lagi-lagi nyaris. Jelas ada perbedaan. Saya rasa permainan saya ada dalam kondisi yang bagus. Ada hari-hari ketika putting saya bagus dan kemudian pada hari-hari lainnya saya bisa meleset dan saya harap saya tidak meleset memasukkan bola dari jarak 1-1,5 meter. Bahkan satu atau dua kali meleset dari jarak itu sudah terlalu banyak. Namun, permainan saya sudah hampir mencapai titik yang saya harapkan. Saya perlu berfokus pada permainan iron dan putting dari jarak 3 meter ke bawah di Augusta.

Apakah Anda sudah melihat prakiraan cuaca untuk The Masters musim gugur ini? Sepertinya kami akan mendapatkah curah hujan sehingga membuat lapangan ini akan dimainkan lebih panjang dan membuat green menjadi lebih lambat. Saya lebih memilih bermain di lapangan yang keras karena membuat lapangan lebih sulit dimainkan, tapi juga dimainkan lebih pendek dan lebih melibatkan pengetahuan soal lapangan ini. Kalau lapangannya lebih lembut, para pegolf yang lebih muda bisa memukul bola langsung ke pin dan menjadikan lapangan ini menjadi lebih mudah bagi para pemukul jauh.

Ketika melintasi Magnolia Lane, adakah nuansa istimewa The Masters pada hari Senin lalu? Rasanya selalu istimiwa buat saya, pada hari apapun sepanjang pekan itu, atau kapan pun sepanjang tahun, untuk melintasi Magnolia Lane. Tidak hanya itu, tapi saya juga mengendari Mercedes-Benz yang mengagumkan. Saya selalu menyetir sendiri ke lapangan dan mengemudi melintasi Magnolia Lane dalam mobil Mercedes-Benz serasa Anda memiliki momen itu dan ada di puncak dunia. Momen ini selalu menjadi awal dari hari yang menyenangkan.

Anda menjadi salah seorang yang pertama kali merasakan All-New Mercedes-Benz S-Class. Bagaimana pengalaman tersebut? Seperti biasa, ketika Mercedes-Benz meluncurkan produk baru, terutama flagship mereka, dan S-Class jelas merupakan flagship, mereka mematok standard baru hampir dalam banyak hal. Selain desain interior dan eksterior, yang sangat saya sukai, saya sangat menghargai inovasi yang hadir dalam S-Class terbaru, mengingat semuanya benar-benar menjadi nilai tambah bagi saya. Peluang menggunakan mobil sebagai kedi pribadi dengan semua fiturnya, misalnya hanya dengan berkata ”Hei, Mercedes”, jelas sangat mengagumkan.