Pegolf asal Australia Wade Ormsby berhasil meraih kemenangan mengagumkan pada UBS Hong Kong Open setelah mengatasi defisit satu stroke setelah bermain dengan skor 2-under 68 pada putaran final Minggu kemarin (26/11).

Meskipun membukukan bogey di hole terakhir, pegolf berusia 37 tahun tersebut masih memiliki deposit yang cukup untuk menjuarai ajang co-sanction Asian Tour dan European Tour ini dengan selisih satu stroke dari para pesaing terdekatnya.

Kemenangan ini bak melepas dahaga setelah selama empat tahun terakhir Ormsby tak kunjung meraih gelar setelah terakhir menjuarai gelar Asian Tour pada tahun 2013. Kemenangannya di Hong Kong Golf Club ini sekaligus menjadi gelar European Tour pertama baginya setelah mengikuti 263 turamen.

”Rasanya sungguh luar biasa, Kawan! Saya hanya berusaha untuk mempertahankan peluang. Saya bermain solid sepanjang hari dan berupaya untuk terus menjaga peluang. Memukul banyak bola ke green. Putter saya tak cukup memuaskan, tapi saya masih bermain solid,” tutur Ormsby.

Ormsby mengakui bogey di hole terakhir memang tidak memuaskan.

”Mengecewakan memang mesti tiga putt di hole terakhir, tapi memang posisi pinnya sulit. Anda jelas tak ingin menang seperti itu, bukan sesuatu yang ingin Anda lakukan, tapi pada saat yang sama, Anda mesti menerimanya,” ujarnya.

Ormsby sendiri meraih statusnya pada Asian Tour melalui Qualifying School tahun 2012. Setahun kemudian ia menang di India untuk meraih gelar Asian Tour pertamanya.

Pegolf Amerika Serikat Paul Peterson sebenarnya berpeluang untuk memaksakan play-off dengan Ormsby 3-under 67 pada putaran akhir hanya membuatnya membukukan total skor 10-under 270. Ia harus puas finis di peringkat kedua bersama rekan senegaranya Julian Suri, pegolf Spanyol Rafa Cabrera Bello—untuk kedua kalinya ia meraih posisi runner-up setelah tahun lalu—dan Alexander Bjork dari Swedia.

”Sungguh menyenangkan, saya sangat menikmatinya. Sedikit berbeda ketimbang beberapa hari pertama; agak mendung dan berawan, kondisi yang belum pernah saya lihat. Saya mendapati putaran yang solid, tanpa bogey lagi, yang rasanya memuaskan. Saya cukup puas melihat jumlah putt berkualitas untuk bersaing. Salah satu dari beberapa putt itu bisa saja masuk. Dan saya kira itulah perbedaan dalam beberapa pekan ini, entah Anda mencapai lima besar atau menjadi juara. Sayangnya, saya belum bisa mengakhirinya dengan gelar, tapi saya melakukan putt berkualitas dan Anda tak bisa berharap lebih daripada itu,” papar Peterson yang meraih gelar European Tour pertamanya tahun lalu dengan menjuarai D+D REAL Czech Masters.

Adapun S.S.P. Chawrasia yang sebenarnya berpeluan mencatatkan sejarah, akhirnya terlempar dari persaingan lantaran bermain 2-over 72. Meskipun harus kecewa gagal meraih kemenangan kedua di luar India, toh ia masih berpikiran positif soal peluangnya menjuarai Order of Merit Asian Tour musim ini.

”Masih ada tiga (empat) turnamen lagi dan masih ada peluang buat saya menjuarai Order of Merit Asian Tour. Setidaknya perburuan gelar Order of Merit masih belum selesai,” ujar Chawrasia.

Meskipun finis di peringkat T62, Gavin Green masih memimpin perburuan gelar Order of Merit.