Kombinasi lintas generasi dan sektor kepengurusan baru menjadi warna PGA Tour Indonesia (PGATI) periode 2020-2025.

Sejumlah angkatan muda terlihat ikut menjadi bagian dalam kepengurusan PGATI 2020-2025. Dalam susunan personil kepengurusan yang lebih besar daripada periode sebelumnya, PGATI seakan ingin menegaskan optimisme mereka membangun golf profesional di Indonesia ke arah yang lebih baik.

Keputusan melibatkan sejumlah generasi muda ini menjadi itikad PGATI untuk menyiapkan regenerasi dalam kepengurusan asosiasi pada masa yang akan datang. Ketua Umum PGATI Agus Triyono menegaskan hal ini.

”Dalam pembentukan struktur kali ini, kami ingin melibatkan teman-teman profesional yang lebih muda sehingga mereka bisa ikut di dalamnya. Dengan demikian, mereka bisa mendapat pengalaman sehingga kelak bisa menggantikan kami-kami ini. Itulah tujuan kami.

”Memang banyak yang menolak, mungkin karena merasa lebih baik berpartisipasi tanpa langsung terlibat dalam kepengurusan. Mungkin beberapa dari mereka merasa segan karena tidak yakin apakah bisa menjalankannya atau tidak. Tapi ada juga yang bersedia untuk terlibat dan itu kami syukuri. Pada periode sebelumnya, hal seperti ini belum terjadi. Dan memang kali ini kami merasa jumlah pengurusnya jadi membengkak, tapi tidak apa-apa.”

Beberapa generasi muda yang terlibat, misalnya, adalah Benita Yuniarto Kasiadi, putra pegolf legendaris Kasiadi, yang kini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PGATI. Sementara itu, Ian Andrew kini terlibat di Bidang Hubungan Kelembagaan, Kerja Sama, dan Kemitraan. Adapun Ditya Novianto akan bertanggung jawab bersama Zuhdi Arifin untuk Bidang Organisasi dan Keanggotaan.

 

Pelantikan kepengurusan PGA Tour of Indonesia masa bakti 2020-2025 dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan. Foto: GolfinStyle.

 

Mengusung Optimisme
Meski baru terbentuk dan dilantik, kepengurusan baru ini jelas menghadapi tantangan yang tidak mudah. Pandemi yang belum tuntas ini ikut menciptakan gelombang krisis ekonomi yang bakal ikut menjadi tantangan dalam mencari sponsor. Sebelumnya, Agus Triyono juga menyinggung bahwa keberadaan turnamen menjadi satu faktor yang ikut menumbuhkan minat munculnya generasi profesional baru. Namun, tanpa adanya sponsor penyelenggaraan turanmen jelas akan terhambat.

Meski demikian, Ketua Umum PGATI ini mengungkapkan optimismenya. Ia meyakini seiring dengan kenormalan baru yang kini mulai dijalani masyarakat Indonesia, peluang untuk melanjutkan kembali komunikasi dan pembahasan mengenai pendanaan kegiatan profesional juga dapat dilanjutkan kembali.

”Kerja sama sponsorship itu memang bisa dibilang terhenti untuk saat ini. Namun, hal itu lebih dikarenakan kondisi. Saya yakin kalau keadaan sudah mulai stabil, pembahasan ini dapat dilanjutkan kembali, sembari mencari terobosan-terobosan baru,” jelasnya.

Dalam periode 2020-2025 ini, PGATI juga turut memberi perhatian bagi perkembangan para pegolf profesional yang berusia 50 tahun ke atas dan juga pegolf profesional wanita. Komisi Senior saat ini dipercayakan kepada Maan Nasim, sedangkan Komisi Ladies diemban oleh Retnon Sudjasmin.

Agus Triyono menggarisbawahi peranan kedua komisi ini tak lain sebagai upaya untuk mengakomodasi kebutuhan para pegolf profesional dari dua kategori tersebut.

 

Ketua Umum Agus Triyono memberikan sambutan kepada para pengurus PGATI periode 2020-2025. Foto: GolfinStyle.

 

”Jumlah pegolf senior nantinya pasti akan bertambah. Jadi, untuk mengantisipasi hal itu kami juga menempatkan Komisi Senior sehingga masukan dan rencana serta kebutuhan mereka dapat dikomunikasikan,” sambung Agus Triyono lagi.

”Pegolf profesional wanita saat ini memang ada, tapi jumlahnya belum banyak. Dan saat ini mereka juga harus jauh-jauh bertanding ke luar negeri untuk bisa bertanding. Jadi, kami juga akan berusaha supaya kegiatan apa pun yang menyangkut para pegolf profesional wanita ini bisa diadakan di Indonesia. Kami berharap mereka juga bisa bergabung dengan PGATI dan kami bisa ikut menyiapkan turnamen sehingga mereka bisa menikmati kompetisi dan memanfaatkannya untuk melanjutkan jenjang karier profesionalnya.

Susunan Pengurus Nasional PGA Tour Indonesia Masa Bakti 2020-2025
Dewan Pembina: Ex Officio Ketua Umum BOPI, Ex Officio Ketua Presidium PGAI, Ex Officio Ketua Umum PGI, Ex Officio Ketua Umum APLGI
Dewan Kehormatan: Mulyadi Budiman, Agung Budiman, dan Rosihan Yacun
Dewan Pertimbangan: Japto S. Soerjosoemarno dan Indra Surya
Dewan Penasihat & Pakar: Nursalam Tabusalla, Johannes Dermawan dan Amiruddin Syam

Ketua Umum: Agus Triyono
Wakil Ketua Umum: Marcel R. Yacub
Sekretaris Jenderal: Zulharmen Tabusalla
Wakil Sekretaris Jenderal: Benita Yuniarto Kasiadi
Bendahara Umum: Reza Adi Renaldi
Bidang Hubungan Kelembagaan, Kerja Sama, dan Kemitraan: Pudio Pramudiyanto dan Ian Andrew
Bidang Organisasi & Keanggotaan: Ditya Novianto dan Zuhdi Arifin
Komisi Senior: Maan Nasim
Wakil: Josquin Tobing
Komisi Ladies: Retno Sudjasmin
Bidang Umum, Pengembangan Potensi & Peraturan: Anata Syahputra, Jonner Sitepu, Heri Abrianto
Komisioner Badan Pelaksana Turnamen: Eryk Armando Tala
Komite Turnamen: Avie K. Utomo