Amy Olson menyamai skor terendahnya dalam putaran Major dengan keunggulan tipis dari tiga wakil Asia.

Memimpin pada putaran pertama tak selalu membuat Anda menjadi juara. Statistik mendukung pernyataan ini. Setidaknya sejak 1990, hanya ada empat pemain yang tampil sebagai pimpinan klasemen hari pertama dan berhasil keluar sebagai juara. Patty Sheehan melakukannya tahun 1992, Juli Inkster tahun 2002, Annika Sorenstam pada 2006, dan Ariya Jutanugarn pada 2018.

Meskipun tak menjamin kemenangan, pencapaian Amy Olson pada hari pertama menjadi fenomena tersendiri. Pertama, dengan skor 67 yang ia bukukan, Olson menyamai skor terendah yang pernah ia bukukan pada putaran awal sebuah kejuaraan Major. Bermain dari hole 10 di Cypress Creek Course untuk putaran pertamanya, permainan Olson di hole-hole awal terlihat kurang berkesan. Terutama seusai membukukan bogey di hole 11.

Namun, secara mengejutkan ia membukukan hole-in-one di hole 16. Memainkan 8-iron di hole berjarak 127 meter itu, bolanya memantul dua kali sebelum akhirnya bergulir memasuki lubang. Hole-in-one ini menjadi yang ke-29 dalam sejarah penyelenggaraan U.S. Women’s Open.

Bagi Olson yang sampai sejauh ini belum memenangkan satu gelar profesional pun sejak beralih profesional tahun 2013, bisa memimpin pada putaran pertama sebuah ajang Major jelas sangat berarti. Secara teknis, pencapaian kali ini menjadi yang kedua kalinya bagi Olson. Pada tahun 2011, ia sempat menjadi pimpinan klasemen putaran pertama ajang Women’s Open lantaran kondisi cuaca membuat tak semua pemain bisa menuntaskan putaran pertama mereka.

 

 

”Namun, pengalaman tersebut terjadi dalam momen yang berbeda dalam kehidupan saya, meskipun menyenangkan juga kalau mengingatnya,” tutur Olson yang kala itu membukukan skor 2-under.

Permainan solidnya pada hari pertama ini juga ia raih di lapangan yang ternyata menjadi yang paling sulit dari dua lapangan yang dimainkan. Statistik menunjukkan Cypress Creek Course dimainkan dengan rata-rata 1,1 stroke lebih banyak daripada lapangan tetangganya, Jackrabbit Course. Sebanyak 15 dari 23 putaran di bawah par yang ditorehkan pada hari Kamis tercipta di Jackrabbit Course. Dengan persentase green in regulation yang lebih tinggi dan jumlah putt yang lebih sedikit di green, Jackrabbit memberi 37 birdie lebih banyak ketimbang Cypress Creek. Hal ini menunjukkan bahwa lapangan dengan fairway yang lebar dan green yang luas tak melulu menjadi lebih mudah dimainkan.

Namun, apakah Olson bakal dapat membukukan skor yang lebih rendah lagi ketika memainkan Jackrabbit Course? Tentu saja kita masih harus menantikan bagaimana ia memaksimalkan kapasitasnya membentuk pukulan untuk menavigasi fairway yang sempit dan green yang kecil di sana.

Juara AIG Women’s Open 2018 Hinako Shibuno menjadi salah satu pemain yang menempel Olson di tempat kedua. Pegolf Jepang ini mencatatkan empat birdie dengan sebuah bogey untuk skor 68. Baginya, pencapaian pada hari pertama merupakan sebuah hasil yang positif dengan hasil yang bahkan melampaui perkiraannya semula.

Seperti halnya Olson, penampilan Shibuno kali ini juga terbilang sangat apik, mengingat ia tak banyak bermain di lapangan-lapangan Amerika. Sebelum U.S. Women’s Open ia hanya bermain dalam empat turnamen, diawali dengan ajang Major ANA Inspiration (finis T51) dan diakhiri dengan ajang Major lainnya, KPMG Women’s PGA Championship (T58). Pencapaian terbaiknya selama bertualang di Amerika pada periode tersebut ialah T24 saat bermain pada Cambia Portland Classic.

 

Hinako Shibuno menjadi salah satu dari tiga pemain yang menempel Amy Olson dengan skor 3-under 68. Foto: Tristan Jones/LET.

 

”Ini pertama kalinya saya bermain di dua lapangan berbeda (dalam sebuah kejuaraan). Itu sebabnya, saya banyak memainkan putaran latihan,” tutur Shibuno. ”Dalam hal teknis, saya memang harus bermain di Amerika Serikat dan memainkan lapangan-lapangan di sini. Itu sebabnya saya ke Amerika dua bulan lebih awal, mengikuti beberapa turnamen untuk berusaha mendapat pengalaman aktual bermain di Amerika. Saya merasa bermain di sini lebih menantang ketimbang ketika bermain di Jepang.”

Selain Shibuno, pegolf Thailand Moriya Jutanugarn dan pegolf Korea Kim A-lim sama-sama terpaut satu stroke dari Olson.

Adapun tujuh pemain lainnya membukukan skor 2-under 69 dan menempati peringkat kelima. Di antaranya ialah Sophia Popov yang menciptakan sensasi ketika memenangkan AIG Women’s Open tahun ini, pegolf amatir asal Swedia Linn Grant, pegolf Thailand lainnya Patty Tavatanakit, dan bintang asal Filipina Yuka Saso.

Saso sempat menempati peringkat teratas setelah membukukan empat birdie di sembilan hole pertamanya di Cypress Creek. Sayangnya, ia kemudian mendapat dua bogey di sembilan hole terakhir dan harus puas membukukan skor 69.

Juara bertahan Lee Jeong-eun harus berjibaku untuk mengakhiri putaran pertamanya dengan skor 2-over 73. Ia hanya mencatatkan satu birdie dengan tiga bogey.

Jadwal tayang untuk tiga putaran terakhir tersedia di sini.