Ryuichi Oiwa menjadi jawara ketiga yang berbeda dari ajang Combiphar Players Championship.

Ryuichi Oiwa akhirnya bisa tersenyum paling belakangan setelah memastikan kemenangannya pada ajang Combiphar Players Championship. Kemenangan ini memberinya gelar Asian Development Tour yang pertama baginya.

Putaran final yang berlangsung di Parahyangan Golf, Bandung ini memang memberi antiklimaks yang sangat menarik. Trevor Simsby, yang memegang keunggulan dua stroke ketika memulai putaran final kemarin (27/9) dipaksa untuk mengakui keunggulan pegolf Jepang tersebut.

Oiwa sendiri menampilkan permainan yang luar biasa dalam 72 hole reguler yang dimainkan. Pada putaran keempat ini, ia menorehkan skor terbaik dengan 6-under 66. Skor total yang ia bukukan, 12-under 276 kemudian memperpanjang drama di salah satu lapangan terbaru di Indonesia tersebut.

Simsby, yang juga tengah mengincar kemenangan pertamanya setelah hampir menang dalam dua ajang Asian Development Tour lainnya, ternyata juga mencatatkan skor yang sama. Partai play-off pun terpaksa dimainkan. Setelah sama-sama menorehkan par di hole play-off pertama, Oiwa akhirnya memastikan kemenangan setelah hanya cukup bermain par lantaran Simsby justru mendapat bogey.

“Situasi seperti itu memang menciptakan tekanan. Tapi saya tahu pada akhirnya putting-lah yang menentukan, dan saya hanya perlu berkonsentrasi. Secara keseluruhan, pukulan saya hanya meleset di satu fairway dan berhasil mendapat enam birdie. Saya memang punya percaya diri dengan pukulan tee dan pukulan kedua saya,” ujar Oiwa.

Elki Kow finis sebagai pegolf Indonesia terbaik pada ajang Combiphar Players Championship. Skor total 4-over 292 menempatkannya di peringkat 23. Foto: GolfinSTyle.

Kemenangan ini jelas memberinya percaya diri yang berlimpah. Tak heran jika kemudian ia berharap untuk bisa bermain dalam dua turnamen lainnya pada tahun ini guna mengamankan kartu Asian Tour.

“Saya akan bermain pada ajang Taifong Open bulan Desember nanti, dan mungkin satu turnamen lainnya di Malaysia,” ujar Oiwa.

Bagi Simsby, ini menjadi kesempatan ketiga yang berakhir kurang lebih sama dengan dua turnamen lainnya.

“Secara keseluruhan putting saya tidak begitu bagus dan ada banyak kesempatan yang terbuang sia-sia. Tapi ini masih pertarungan yang bagus, dan saya bisa menikmati turname ini,” ujar pegolf berusia 26 tahun tersebut.

ELki Kow akhirnya berhasil menjadi pegolf Indonesia terbaik pada turnamen ini. Ia bahkan melakukannya dengan membukukan skor terbaiknya sepanjang pekan ini. Pada putaran final, ia bermain dengan skor 1-under 71 untuk melengkapi . Skor total 4-over 292 sudah cukup menempatkannya sendirian di peringkat 23.

Combiphar Players Championship kali ini menjadi edisi ketiga sejak pertama kali digelar pada tahun 2017. Meski demikian, partisipasi Combiphar untuk golf profesional sudah terwujud sejak tahun 2016. Kala itu, panitia menggunakan nama Combiphar Invitational, yang kemudian menjadi batu loncatan bagi pegolf Amerika John Catlin.

Leave a comment