Jeda kompetisi yang cukup lama itu akhirnya akan segera berakhir ketika OB Golf Invitational kembali digelar. Ajang berskala Asian Development Tour (ADT) ini dipastikan kembali bergulir pada 7-10 Mei 2019 mendatang.

Dengan memperebutkan total hadiah sebesar US$65.000 atau sekitar Rp920 juta, turnamen ini bakal memberikan ujian sekelas Asian Tour, mengingat kali ini ajang ini bakal dimainkan di Royale Jakarta Golf Club, yang juga merupakan tuan rumah Indonesian Masters selama tujuh tahun terakhir.

Pada tahun-tahun awal penyelenggaraannya, Indonesian Masters selalu digelar di Royale Jakarta Golf Club pada periode antara April dan Mei. Hal ini menjadikan OB Golf Invitational ini menyerupai Indonesian Masters dan akan memberikan panggung yang lebih istimewa pada penyelenggaraan kedua kalinya ini.

Sebanyak 144 pegolf dijadwalkan akan berpartisipasi dengan komposisi 86 pegolf ADT, 50 pegolf tuan rumah, dan 8 undangan. Turnamen ini sekaligus menjadi turnamen pertama ADT yang diadakan di Indonesia pada tahun ini.

“Penyelenggaraan ajang ini akan sekali lagi memberikan kesempatan yang sangat bagus bagi para pemain tuan rumah untuk menguji kemampuan mereka menghadapi para pemain terbaik di wilayah Asia.” – Jimmy Masrin

Tahun lalu, Shohei Hasegawa sukses menjuarai gelaran perdana turnamen ini. Sayangnya, kala itu turnamen tidak dapat dimainkan hingga 72 hole lantaran curah hujan yang tinggi membuat kondisi tidak memungkinkan untuk memainkan putaran final. Pegolf Jepang tersebut pun dinyatakan sebagai pemenang dengan keunggulan satu stroke.

Pada edisi perdana itu, George Gandranata sukses meraih peringkat terbaik, finis di peringkat keempat setelah menorehkan skor 7-under 206.

OB Golf Invitational ini sendiri menjadi langkah awal dari upaya menempatkan wakil Indonesia pada ajang Olimpiade 2020 yang akan digelar di Tokyo tahun depan. Jimmy Masrin, pemilik OB Golf, menilai turnamen seperti ini menjadi sangat penting bagi para pegolf Indonesia untuk memperbaiki peringkat mereka pada Official World Golf Rankings (OWGR) agar bisa mewakili negara pada ajang olahraga empat tahunan tersebut.

“Kami sangat gembira bisa kembali ke dalam jadwal ADT. ADT sendiri merupakan wadah yang sangat berhasil untuk menginspirasi para pegolf dalam menimba pengalaman golf yang kompetitif. Kami yakin, penyelenggaraan ajang ini akan sekali lagi memberikan kesempatan yang sangat bagus bagi para pemain tuan rumah untuk menguji kemampuan mereka menghadapi para pemain terbaik di wilayah Asia dan meningkatkan peringkat mereka dengan poin OWGR,” ujar Masrin.

Shohei Hasegawa menjuarai edisi perdana OB Golf Invitational di Gunung Geulis Golf & Country Club. Foto: Yulius Martinus/OB Golf.

Sementara Chief Operating Officer Asian Tour Cho Minn Thant turut memuji kembalinya ajang ini ke jadwal ADT musim ini.

“Kami turut gembira bisa kembali ke Indonesia untuk menikmati gelaran sukses berikutnya dari OB Golf Invitational. Indonesia telah melahirkan sejumlah pegolf top, seperti Danny Masrin, yang kini memegang peringkat tertinggi pada OWGR (peringkat 1028 saat berita ini diturunkan), termasuk juga George Gandranata yang telah menjuarai satu ajang ADT.

“Mewakili Tour dan para pemain kami, kami mengapresiasi OB Golf yang mempromosikan ajang ini dan PGA Tour of Indonesia yang membagikan mmisi ADT dengan mendukung pertumbuhan olahraga ini di wilayah Asia,” ujar Cho.

Tujuh pegolf berperingkat terbaik pada Order of Merit ADT akan mendapatkan kartu Asian Tour untuk musim 2020 mendatang. Dengan seluruh ajang ADT mendapat poin OWGR, dan sang juara meraih 6 poin, ADT menjadi sirkuit yang ideal dalam memperbaiki peringkat pada OWGR. Malaysia sendiri akhirnya sukses menempatkan dua wakilnya, Danny Chia dan Gavin Green, pada ajang Olimpiade 2016 lalu.

Leave a comment