Pegolf Swedia, Alex Noren, akhirnya kembali merengkuh gelar Omega European Masters setelah kemarin (4/9) mengalahkan Scott Hend melalui babak play-off. Suksesnya ini pun menyejajarkan dirinya dengan pegolf legendaris asal Spanyol, Seve Ballesteros dan pegolf Denmark Thomas Bjorn, yang dua kali menjuarai turnamen ini.

Noren, yang sebelumnya menjuarai Omega European Masters 2009, berhasil mencatatkan skor 5-under 65 dan mencatatkan total skor 17-under 263. Pimpinan klasemen pada akhir putaran ketiga, Scott Hend, juga meraih total skor yang sama sehingga keduanya mesti memainkan babak play-off.

Noren mengawali putaran final dengan birdie dan berhasil unggul dua angka dari Hend setelah mendapat empat birdie berturut-turut di akhir sembilan hole pertama. Namun, Hend menambah birdie di hole 15 dan menyamakan skor lantaran Noren akhirnya mendapat satu-satunya bogey di hole 17 gara-gara tiga putt.

Noren dan Hend pun harus menjalani babak play-off dan kembali ke hole 18. Dan secara dramatis, Noren berhasil memasukkan putt dari jarak 30 kaki untuk mendapatkan birdie, yang memastikan dirinya menjuarai turnamen kerja sama Asian Tour dan European Tour berhadiah total 2,7 juta Euro ini.

”Sulit dipercaya. Saya baru saja selesai liburan selama tiga pekan dan berusaha mengembalikan bentuk permainan saya, dan permainan saya bisa kembali secepat ini, sungguh fantastis. Ada banyak pemain tangguh yang memburu saya hari ini, tapi saya senang bisa menang,” ujar Noren, yang kini memegang enam gelar di Eropa.

”Saya belum pernah menang dengan mengejar dari belakang atau menang lewat play-off di European Tour sebelumnya, jadi kemenangan kali ini menjadi lebih istimewa lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Hend yang bertekad menambah gelarnya musim ini harus puas berada di peringkat kedua.

”Ia (Alex) bermain golf dengan fantastis hari ini, tapi saya tak bermain cukup baik. Begitulah golf. Anda tak boleh mengeluh ketika Anda ada dalam posisi menjadi juara, tapi orang lain mendapatkan birdie di babak play-off untuk menang,” ujar Hend.

”Saya pikir Alex memainkan hole ke-18 jauh lebih baik daripada saya dan mendapat birdie yang membuatnya pantas untuk menang. Pukulan tee di hole terakhir itu bukan pukulan yang menakutkan. Pukulan di sana sama dengan pukulan tee lainnya. Anda hanya perlu berdiri di sana dan memukul bola. Saya tak bisa melakukan pukulan yang saya inginkan kemarin dan hari ini, dua kali.”

Kali ini, prestasi tertinggi yang diraih pemain Asia ditorehkan oleh pegolf China Li Haotong. Li kemarin mendapat skor 1-under 69 dan finis di peringkat T18.