Performa solid menyusul finis di peringkat 3 pada 117th Malaysian Amateur Open.

Pegolf amatir No.1 di Indonesia, Naraajie Emerald Ramadhan Putra menampilkan permainan solid untuk memastikan menjuarai 32nd Saujana Amateur Championship dengan meyakinkan. Kemenangan ini memberi gelar pertama baginya untuk tahun ini.

Edisi ke-32 ini dimainkan di Palm Course di Saujana Golf and Country Club di Kuala Lumpur, Malaysia. Palm Course memiliki julukan Cobra Course yang terkenal sulit dan telah menjadi tuan rumah bagi gelara Asian Tour-European Tour, Maybank Championship. Di lapangan inilah Naraajie menorehkan skor total 211 untuk memastikan kemenangan lima stroke dari pegolf Australia Dylan Gardner, Taichi Kho dari Hong Kong, dan pegolf tuan rumah Muhd. Afif Fathi.

Naraajie membawa performa solidnya setelah sepekan sebelumnya bermain pada ajang Malayasian Amateur Open~finis di peringkat ketiga setelah bermain 77-69-68-70. Meski mengawali upayanya dengan torehan skor 70, pemegang dua gelar Indonesian Golf Tour ini menorehkan skor 6-under 66 pada hari kedua, yang kemudian memberinya keunggulan delapan stroke menuju putaran final.

“Ketika memulai turnamen ini saya tidak terlalu banyak berpikir. Jadi, kondisi mental saya memang sedang bagus sehingga bisa main solid pada dua putaran pertama,” ujar Naraajie.

Keunggulan tersebut merupakan keunggulan terbesar yang pernah ia raih selama ini. Hal ini pulalah yang ternyata membuatnya merasakan tekanan ketika memainkan putaran final pada hari ini (27/6).

“Mempertahankan keunggulan yang besar seperti ini tidaklah mudah buat saya.” – Naraajie Emerald Ramadhan Putra

“Mempertahankan keunggulan yang besar seperti ini tidaklah mudah buat saya. Saya malah lebih merasa nyaman kalau selisih skornya ketat, jadi buat saya tekanan pada putaran final hari ini sangat terasa,” ujarnya.

“Hari ini saya tidak mendapatkan banyak momentum karena akhirnya bermain aman saja, berusaha meraih par dan tidak banyak bermain agresif. Pukulan yang berkesan buat hari ini ialah ketika memainkan hole 16 par 3. Saya memainkan 7-iron dan berhasil memukul bola hingga berjarak 1 meter dari pin.”

Naraajie pun akhirnya menutup turnamen prestisius ini dengan membukukan skor 3-over 75. Beruntung catatannya pada dua putaran pertama sangat solid sehingga membuatnya tak lagi tergoyahkan dari puncak klasemen dan memenangkan turnamen.

Naraajie menilai keberhasilannya ini memberi kebanggaan tersendiri.

Almay Rayhan Yagutah berhasil menembus sepuluh besar setelah menorehkan skor total 221 selama tiga putaran di Saujana Golf and Country Club. Foto: Golfin’STYLE.

“Meskipun ketika menjuarai Indonesian Golf Tour saya bermain dengan para pegolf profesional, tapi saya bermain di dalam negeri. Hal itu membuat pertandingan jadi terasa lebih nyaman. Tapi turnamen ini dimainkan di luar negeri dan yang bertanding di sini juga pemain-pemain bagus dari luar negeri juga. Jadi, kemenangan ini terasa lebih spesial lagi,” ujar pegolf asal Bandung ini.

“Saya rasa ini merupakan permainan terbaik buat saya pada tahun ini. Semoga saja saya bisa menang di lebih banyak turnamen lagi tahun ini.”

Meskipun puas bisa meraih kemenangan ini, Naraajie harus segera memfokuskan perhatiannya untuk turnamen selanjutnya. Ia bakal mengikuti ajang Japan Amateur Golf Championship yang akan berlangsung pada tanggal 9-12 Juli 2019 mendatang di Ise Country Club.

Pekan ini, tak hanya Naraajie yang berjuang di Saujana Golf and Country Club. Satu pemain Indonesia lain yang ikut bertanding adalah Almay Rayhan Yagutah. Meskipun permainannya berbeda jauh dari Naraajie, Almay masih bisa finis di peringkat sepuluh besar.

Almay berhasil menjadi satu dari dua pemain yang finis di peringkat 10 setelah membukukan skor total 221 selama tiga putaran. Ia berbagi tempat tersebut bersama pegolf asal Filipina, Ryan Mosalve.

Leave a comment