Permainan mengagumkan selama empat hari membawa bintang muda amatir Indonesia ini finis sendirian di peringkat empat pada Bank BRI Indonesia Open.

Publik golf Indonesia harus memperpanjang puasanya demi menyambut juara baru dari sebuah turnamen paling bersejarah di Indonesia, Bank BRI Indonesia Open. Harapan publik tuan rumah ini terpaksa pupus setelah bintang andalan bernama Naraajie Emerald Ramadhan Putra harus menuntaskan putaran final turnamen yang menjadi bagian dari jadwal Asian Tour ini dengan skor 78.

Setahun yang silam, Naraajie sempat berpeluang mencatatkan sejarah besar lainnya. Bertanding pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship, Naraajie sempat bersaing untuk memperebutkan tiket bermain pada Masters Tournament, ganjaran dari memenangkan turnamen Major bagi pegolf amatir ini. Ia menuntaskan putaran ketiga di Sentosa Golf Club New Tanjong Course itu di peringkat T8 dan hanya berjarak 3 stroke dari pimpinan klasemen. Sayangnya, pada putaran final, permainannya menurun dan akhirnya finis di peringkat T24.

Mereka yang mengingat peristiwa ini mungkin masih memiliki trauma ketika melihat Naraajie tak hanya berpeluang menjadi juara, namun memiliki keunggulan hingga 6 stroke. Permainan fenomenal hari ketiga dengan catatan delapan birdie, sebuah eagle, dan sebuah bogey membuat publik golf Indonesia sangat yakin bahwa inilah saatnya untuk bisa menyambut dan mengelu-elukan sang juara, persis ketika Kasiadi meraih prestasi fenomenal ini pada 1989 silam. Selisih skor yang demikian besar juga seakan menepis kenangan di Singapura tersebut.

“Saya melihat permainan anak ini, dan menurut saya dia sangat dingin. Mainnya rapi,” puji sang legenda, Kasiadi, yang hadir langsung melihat penampilan Naraajie.

Memulai putaran final di Pondok Indah Golf Course dengan bekal yang besar, Naraajie masih menampilkan sikap dan pembawaannya yang khas ketika memasuki tee box hole 1. Mendapat dukungan besar dari publik tuan rumah, ia masih bermain sebagaimana biasanya ia bermain. Tidak terlihat ketegangan dan tekanan berlebih dalam dirinya. Meskipun kemudian mendapatkan par di hole 2 setelah harus melakukan dua putt, Naraajie masih tetap Naraajie yang biasa, yang memainkan pukulan demi pukulan, dan berfokus untuk memainkan hole demi hole. Terbukti ia kemudian bangkit dan mendapat birdie di hole 4.

“Saya berusaha keras untuk bermain lebih sabar dan kembali fokus ke permainan hole demi hole, tapi ternyata sulit melakukan hal tersebut.” – Naraajie Emerald Ramadhan Putra

Selisih skornya memang kemudian terpangkas oleh permainan tenang pegolf Argentina, Miguel Angel Carballo. Juara Order of Merit Asian Development Tour 2018 ini telah bermain dengan sangat konsisten sepanjang pekan ini. Setelah main 69 dan 69 dalam dua putaran awal, skor 6-under 66 miliknya menempatkan Carballo sebagai satu-satunya pegolf dengan skor terdekat dari Naraajie.

Namun, sebagai pemain yang berpengalaman, yang di antaranya telah membawanya ke kancah PGA TOUR, Carballo memiliki mentalitas yang tegas pada putaran final: “Saya hanya berharap untuk bisa bermain under. Jadi, apapun yang dihasilkan pemain lainnya bukanlah sesuatu yang prioritas buat saya. Target saya hanyalah bermain under.”

Tiga birdie yang ia bukukan di hole 1, 4 dan 6 sukses memangkas selisih skornya dengan Naraajie. Namun, ketika Naraajie mencatatkan bogey keduanya di hole 9, Carballo memastikan telah memangkas skornya dari Naraajie menjadi hanya dua stroke. Birdie di hole 10 bahkan membuat Naraajie kini hanya memiliki keunggulan satu stroke.

Memasuki sembilan hole kedua, Naraajie tampaknya masih mempertahankan peluangnya dengan mencatatkan par berturut-turut di tiga hole pertamanya. Dan dengan tersisa enam hole, peluangnya untuk berbalik unggul dan menuntaskan penantian panjang tiga puluh tahun itu masih terbuka. Sampai akhirnya petaka terjadi di hole 13.

“Saya kehilangan konsentrasi di hole 13. (Mungkin) karena gagal mendapat birdie,” ujarnya. “Kalau main di sini, biasanya di hole 12 atau 13 saya sudah mulai merasa lelah, jadi performa saya biasanya agak menurun.”

Bogey tersebut kemudian terbawa hingga tiga hole berikutnya, yang bisa dibilang nyaris menghapus harapan. Apalagi dengan Carballo mencatatkan birdie di hole 13, posisi Naraajie kini berbalik menjadi pihak yang mengejar.

Miguel Angel Carballo memperkuat relasinya dengan Indonesia setelah untuk kedua kalinya meraih gelar profesionalnya di Indonesia, dengan hadiah dan gengsi terbesar ia menangkan di Pondok Indah Golf Course. Foto: Golfin’STYLE.

Sorak sorai penonton sempat membahana di hole 17 par 3, ketika Naraajie kemudian mencatatkan birdie. Meski demikian, untuk mempertahankan peluangnya Naraajie harus mencatatkan eagle dan Carballo bermain bogey di hole 18. Alih-alih mendapat eagle, Naraajie justru mendapatkan satu-satunya double bogey pada turnamen ini. Kemenangan pun akhirnya menjadi milik Carballo.

Hasil Positif Menatap Masa Depan
Hasil akhir ini jelas membuat publik golf patah hati. Tapi jelas Naraajielah yang menjadi pihak yang paling terpukul. Adakah tuntutan dari para penonton yang berekspektasi demikian besar menghadirkan beban baginya?

“Sebenarnya, beban dari penonton biasa saja. Saya paham mereka memiliki ekspektasi agar saya bisa main bagus,” jawab Naraajie. “Tapi memang bisa dibilang saya kehilangan konsentrasi di hole 13 itu. Saya berusaha keras untuk bermain lebih sabar dan kembali fokus ke permainan hole demi hole, tapi ternyata sulit melakukan hal tersebut.”

Ataukah tanpa ia sadari posisi pesaing yang terus mendapatkan birdie pada akhirnya mengubah permainannya sehingga ia kemudian luput dari rutinitas yang selama tiga putaran sebelumnya berhasil ia ikuti dengan tekun? Ataukah ada dorongan dari diri sendiri untuk menang, yang ternyata menghadirkan tekanan?

Apapun jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, pencapaian Naraajie pekan ini adalah sebuah prestasi besar yang tidak kalah dengan apabila ia menjuarai Bank BRI Indonesia Open.

Keberhasilannya berada di jajaran atas klasemen selama dua putaran awal, lalu berbalik menjadi satu-satunya pimpinan klasemen pada akhir hari ketiga, menjadikannya sebagai pegolf amatir pertama yang melakukan hal tersebut. Skor total 12-under 276 miliknya pun merupakan sebuah prestasi istimewa yang pernah dibukukan oleh seorang pemain amatir. Skor tersebut kemudian menempatkannya finis sendirian di peringkat 4, sebuah prestasi besar yang sangat patut dibanggakan.

Pencapaian Naraajie Emerald Ramadhan Putra pada Bank BRI Indonesia Open merupakan suatu prestasi istimewa yang wajib diapresiasi setinggi-tingginya. Sejauh ini belum pernah ada pegolf amatir yang berhasil mencatatkan prestasi finis di lima besar pada turnamen ini. Foto: Golfin’STYLE.

“Pada hari Rabu (28/8) sebelum turnamen ini dimulai, saya sempat bertanya kepada Naraajie, kalau finis di lima besar, kamu masih menerima hasil tersebut atau tidak? Dia menjawab, ‘Ya, saya pasti terima!’ Dan itulah hasil yang ia peroleh pekan ini,” tutur David Milne, yang bersama Lawrie Montague ikut mengasah Naraajie selama beberapa tahun terakhir ini. “Ini bukan hasil yang buruk, ini hasil yang sangat baik.”

Dan memang benar demikian adanya. Meskipun wajahnya menunjukkan kekecewaan, Naraajie mengakui bahwa ini merupakan sebuah pelajaran penting dalam kariernya sebagai seorang atlet.

“Secara keseluruhan hasil ini memang bagus karena saya masih bisa finis di lima besar. Pelatih saya juga menilai ini adalah hasil yang maksimal, bukan dihitung dari hari keempatnya saja karena secara keseluruhan hasil ini sudah bagus,” tutur Naraajie lagi.

“Sudah pasti pengalaman ini menjadi pelajaran bagi saya untuk menghadapi turnamen-turnamen amatir yang besar, seperti Asia-Pacific Amateur Championship atau SEA Games.”

Setelah pekan yang melelahkan ini, Naraajie berniat untuk rehat sejenak sebelum kembali mencurahkan perhatiannya untuk berlatih. Ia jelas masih menyimpan rasa penasaran pada ajang sekaliber Asia-Pacific Amateur Championship. Ia bakal kembali bertanding pada kejuaraan amatir paling bergengsi, yang layak disebut sebagai ajang Major bagi para pegolf Asia Pasifik ini. Tahun ini turnamen ini dimainkan di Sheshan International Golf Club di Shanghai, China, lapangan yang juga akan menjadi tuan rumah gelaran World Golf Championships-HSBC Champions.

Leave a comment