Naraajie Emerald Ramadhan Putra dan M. Rifqi Alam Ramadhan berhasil lolos ke putaran akhir pekan.

Dua pegolf amatir Indonesia, Naraajie Emerald Ramadhan Putra dan M. Rifqi Alam Ramadhan melanjutkan perjuangan mereka pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship setelah memastikan melangkah ke dua putaran final.

Setelah memulai putaran pertama dengan kurang meyakinkan, baik Naraajie maupun Almay Rayhan Yagutah berjuang keras untuk mencatatkan skor terbaik, sekaligus kembali menembus dua putaran final pada ajang amatir paling bergengsi di wilayah Asia Pasifik ini.

Naraajie berhasil bangkit dengan menorehkan skor 1-under 71, yang membuatnya mengamankan tempat untunk akhir pekan. Bermain dari hole 10 di Sheshan International Golf Club, pegolf asal Jawa Barat ini tampil dengan lebih meyakinkan setelah sempat bermain 3-under hingga hole ke-10-nya, yaitu hole 1. Ia menorehkan birdie di hole 13, 14, dan hole 1. Sayangnya, di hole 3 dan hole 9, ia justru mendapat bogey. Tapi skor total 147 sudah cukup untuk membuatnya kembali lolos cut.

Sejak pertama kali bertanding pada ajang ini, praktis Naraajie telah tiga kali berturut-turut melangkah ke dua putarna terakhir. Setelah gagal lolos cut pada edisi 2015 dan 2016, ia bermain hingga empat hari pada edisi 2017, 2018, dan tahun ini.

“Saya memang termotivasi untuk bermain sebaik mungkin karena lapangan ini termasuk lapangan yang sangat sulit lantaran fairway-nya sempit,” ujar Naraajie.

“Saya berharap di turnamen saya yang berikutnya saya bisa mengembalikan permainan saya dan mendapatkan hasil yang positif dari semua latihan yang saya jalani.” – Almay Rayhan Yagutah

“Pada dasarnya, lapangan ini memang bukan lapangan yang cocok untuk tipe permainan saya. Cuma memang sembilan hole terakhir di sini relatif lebih mudah dimainkan.”

Skor 147 miliknya kini menempatkan Naraajie di peringkat 39, bersama sepuluh pemain lainnya, termasuk bintang amatir asal India Rayhan Thomas dan pegolf No. 4 Dunia David Micheluzzi.

Sementara itu, Almay menghadapi tantangan yang paling berat pada putaran kedua tersebut. Pasalnya ia bermain jauh di bawah kualitas permainannya yang biasa. Upayanya untuk bangkit sempat terlihat ketika berhasil mendapat birdie pertamanya di hole 3. Sayangnya, ia kemudian mendapatkan tiga bogey dan sebuah bogey, yang praktis ikut memupus peluangnya mengulangi prestasinya lolos cut di Singapura tahun lalu.

Almay kemudian menambah dua birdie lagi di hole 15 dan 16, namun dengan skor 74 yang ia bukukan pada hari kedua tersebut, ia harus rela menuntaskan turnamen ini lebih awal.

“Percaya diri saya sebelum memulai turnamen ini sebenarnya sangat baik. Pada hari pertama, saya bisa bangkit dari main 3-over untuk kemudian menjadi 1-over. Sayangnya di hole 11 saya kembali mendapatkan triple bogey yang membuyarkan segalanya,” papar Almay.

M. Rifqi Alam Ramadhan juga berhasil mengikuti jejak Naraajie untuk melangkah ke dua putaran terakhir setelah batas cut-off digeser menjadi 9-over. Foto: GolfinStyle.

“Setidaknya ini menjadi pelajaran yang sangat penting buat saya. Saya juga sudah mengobrol panjang dengan orangtua dan teman-teman saya, jadi saya mengikhlaskan hasil ini. Saya berharap di turnamen saya yang berikutnya saya bisa mengembalikan permainan saya dan mendapatkan hasil yang positif dari semua latihan yang saya jalani.”

Adapun Alam, sapaan M. Rifqi Alam Ramadhan, kembali memastikan lolos cut untuk dua kalinya secara berturut-turut, sejak debutnya tahun lalu. Sebelum putaran kedua dimulai, panitia sempat menentukan batas cut-off pada skor 8-over. Hingga hole 16, Alam sebenarnya masih berada pada posisi yang aman. Meskipun kali ini ia hanya membukukan satu birdie, yaitu di hole 12 dan mendapat dua bogey di hole 13 dan hole 5 dan sebuah double bogey di hole 16, secara matematis ia hanya cukup bermain aman di dua hole terakhirnya.

Namun, ia justru mengakhiri putaran kedua ini dengan bogey dan double bogey di dua hole terakhirnya. Posisinya pun sempat terlempar dan berpeluang gagal lolos cut. Beruntungnya, terjadi sebuah insiden yang mendorong batas cut-off hingga 9-over.

“Ada seorang pemain Sri Lanka yang mendapat birdie di hole terakhirnya, yang sebenarnya membuat batas cut-off ada pada skor yang lebih kecil lagi. Namun, ia kemudian tersangkut suatu insiden yang membuatnya harus didiskualifikasi sehingga batas cut-off pun menjadi 9-over,” ujar David Milne, pelatih Tim Indonesia yang ikut mendampingi ketiga atlet Indonesia ini.

Milne masih menilai bahwa Naraajie masih berpotensi unutk mencatatkan skor yang lebih baik lagi dalam 36 hole tersisa ini. Skor yang lebih bervariasi pada kartu skor Alam kali ini membuat cukup sulit untuk memperkirakan bagaimana performanya pada hari ketiga. Namun, bukan tidak mungkin ia memberi kejutan pada putaran ketiga nanti.

Leave a comment